Berkah Arus Mudik 2025: Sopir Travel dan Bus Panen Penumpang di Pelabuhan Bakauheni

Lebaran bukan hanya tentang pertemuan keluarga, tetapi juga membawa rezeki bagi mereka yang mengantarkan para pemudik kembali ke rumah.

oleh Ardi Munthe Diperbarui 28 Mar 2025, 19:30 WIB
Diterbitkan 28 Mar 2025, 19:16 WIB
Para sopir bus dan travel menunggu penumpang pejalan kaki yang tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Foto : (Liputan6.com/Ardi).
Para sopir bus dan travel menunggu penumpang pejalan kaki yang tiba di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Foto : (Liputan6.com/Ardi).... Selengkapnya

Liputan6.com, Lampung - Ramadan dan Lebaran bukan hanya momen penuh berkah bagi para pemudik yang kembali ke kampung halaman, tetapi juga bagi para sopir angkutan umum. Di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, lonjakan jumlah penumpang jelang Idul Fitri 1446 Hijriah membawa rezeki bagi sopir travel dan bus yang melayani perjalanan darat ke berbagai daerah di Sumatra.

Juliansah (37), seorang sopir travel, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pemudik tahun ini terjadi lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Jika biasanya arus mudik baru ramai mendekati H-7, kali ini sejak H-10 sudah mulai terlihat lonjakan penumpang.

"Alhamdulillah, masih kebagian berkahnya. Dari H-10 kemarin sudah mulai ramai, mungkin karena anak sekolah juga sudah libur," katanya, saat ditemui di pelataran parkir Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Jumat sore (28/3/2025).

Dengan meningkatnya jumlah penumpang, tarif angkutan juga mengalami kenaikan. Untuk rute Pelabuhan Bakauheni-Bandar Lampung, yang biasanya dibanderol Rp70 ribu, kini naik menjadi Rp90 ribu.

"Tarif naik ini sudah biasa terjadi setiap Lebaran, biasanya mulai H-7 sampai H+7. Penumpang juga umumnya sudah paham dan mengerti soal kenaikan ini," ungkap dia.

Hal serupa dialami sopir bus antarkota. Ahmad Riduan (41), warga Penengahan, Lampung Selatan, yang sehari-hari mengemudikan bus jurusan Pelabuhan Bakauheni - Terminal Rajabasa, menyebut bahwa tarif penumpang naik sekitar 30 persen.

"Biasanya Rp50 ribu, sekarang bisa sampai Rp70 ribu," katanya.

Kenaikan tarif ini sebanding dengan peningkatan jumlah penumpang. Riduan bahkan bisa melakukan tiga kali perjalanan pulang-pergi dalam sehari selama puncak arus mudik.

Sementara itu, Rahmat Adi (23), seorang pemudik asal Bandung yang menuju Bandar Lampung, mengakui adanya kenaikan tarif travel. Namun, ia menganggap hal itu masih dalam batas wajar.

"Kalau mudik, saya lebih memilih naik travel karena perjalanan jauh. Takut kecapekan kalau bawa kendaraan sendiri. Jadi, lebih baik naik travel untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," jelas dia.

Dengan arus mudik yang terus mengalir, para sopir berharap kelancaran perjalanan tetap terjaga hingga masa arus balik nanti. 

 

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya