Laba Vale Indonesia Jeblok 78,95 Persen pada 2024, Apa Faktornya?

Pada periode tersebut kinerja keuangan Vale Indonesia mengalami penurunan, baik dari sisi pendapatan maupun laba.

oleh Pipit Ika Ramadhani Diperbarui 26 Feb 2025, 15:00 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 15:00 WIB
PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID kembali menegaskan komitmen untuk menjadi pemegang saham pengendali PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Foto: MIND ID
PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID kembali menegaskan komitmen untuk menjadi pemegang saham pengendali PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Foto: MIND ID... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan kinerja tahun buku 2024 yang berakhir pada 31 Desember 2024. Pada periode tersebut kinerja keuangan Vale Indonesia mengalami penurunan, baik dari sisi pendapatan maupun laba.

Pendapatan tahun buku 2024 tercatat sebesar USD 950,39 juta atau sekitar Rp 15,57 triliun (kurs Rp 16.390 per USD). Pendapatan itu turun 22,87 persen dibandingkan pendapatan tahun buku 2023 yang tercatat sebesar USD 1,23 miliar.

Bersamaan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan pada 2024 turun menjadi USD 842,16 juta dari USD 885,24 juta pada 2023. Sehingga, perseroan membukukan laba bruto USD 108,23 juta pada 2024, turun dari USD 347,02 juta yang dicatatkan pada 2023.

Melansir laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/2/2025), perseroan membukukan beban usaha USD 38,25 juta pada 2024. Kemudian pendapatan lainnya USD 2,72 juta, dan beban lainnya USd 9,87 juta.

Bersamaan dengan itu, perseroan membukukan bagian laba neto dari entitas asosiasi sebesar USD 57 ribu. Kerugian atas pengakuan nilai wajar investasi pada saham USD 19,94 juta. Kemudian keuntungan atas pengakuan nilai wajar investasi pada saham sebesar USD 1,35 juta, pendapatan keuangan USD 36,2 juta, dan biaya keuangan USD 7,42 juta.

Laba 2024 Anjlok 78,95 Persen

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2024 sebesar USD 57,76 juta atau sekitar Rp 946,41 miliar.\

Laba ini turun signifikan sebesar 78,95 persen dibandingkan laba tahun buku 2023 yang mencapai USD 274,33 juta.

 

Aset Perusahaan

PT Vale Indonesia
PLTA Balambano telah mendukung proses transisi energi dari PT Vale Indonesia dimana dapat mengurangi penggunaan tenaga fosil pada aktivitas tambang. (Dok. PT Vale Indonesia)... Selengkapnya

Aset perseroan sampai dengan 31 Desember 2024 naik menjadi USD 3,18 miliar dari USD 2,93 miliar pada 2023. Terdiri dari aset lancar senilai USD 1 miliar, dan sisanya sekitar USD 2,17 miliar merupakan aset tidak lancar.

Liabilitas sampai dengan 31 Desember 2024 naik menjadi USD 443,75 juta dari USD 361,46 juta pada akhir 2023. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai USD 263,47 juta dan liabilitas jangka panjang USD 180,28 juta.

Sementara ekuitas sampai dengan akhir Desember 2024 tercatat sebesar USD 1,73 miliar. Liabilitas 2024 naik dibandingkan posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar USD 2,56 miliar.

 

Pergerakan Saham Vale Indonesia

PT Vale Indonesia
Teknisi PT Vale Indonesia mengamati proses produksi listrik yang dihasilkan oleh PLTA Balambano sebagai salah satu sumber energi terbarukan dari tambang di Luwu Timur. (Dok. PT Vale Indonesia)... Selengkapnya

Pada perdagangan hari ini, Rabu 26 Februari 2025, saham VALE naik 2,18 persen ke posisi 2.810 saat berita ditulis. Dalam sepekan, saham VALE turun 2,77 persen.

Sejak awal tahun atau secara year to date (YTD), saham VALE turun 21,29 persen.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya