Museum Kreweng, Beratapkan Daun Bambu tapi Kaya Peninggalan Situs Bersejarah

Museum Kreweng terletak di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini menyimpan situs peninggalan nenek moyang.

oleh Liputan6.com diperbarui 26 Jul 2020, 04:00 WIB
Diterbitkan 26 Jul 2020, 04:00 WIB
Kesabaran buat gerabah
Tes kesabaran Anda dengan cara membuat gerabah di Galeri Komunitas, Borobudur. (foto : Akbar Muhibar/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Museum Kreweng, Sidoarjo, Jawa Timur ini berbeda dengan museum lainnya. Bangunan Museum Kreweng beralaskan tanah dan beratap daun rumpun bambu tetapi kaya peninggalan situs bersejarah zaman Majapahit.

Museum Kreweng terletak di Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ini menyimpan situs peninggalan nenek moyang yang terus dilestarikan warga dan pecinta situs purbakala.

Di dalam bangunan sederhana, dengan lantai tanah dan atap daun rumpun bambu ini, menyimpan banyak koleksi pecahan ornamen situs kuno bersejarah peninggalan Kadipaten Terung.

Pemakaian kata kreweng berasal dari Bahasa Jawa berarti pecahan-pecahan gerabah atau tembikar. Di sini juga terdapat situs struktur bangunan, berbentuk tumpukan batu bata, diduga di zaman Majapahit.

"Warga sangat mendukung sekali dengan kegiatan-kegiatan yang ada di sini, semacam Museum Kreweng dan sebagainya sangat mendukung," ujar Perangkat Desa, Saneko, seperti dikutip dari Liputan6, Minggu, (26/7/2020), seperti dikutip dari Liputan6.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Museum untuk Edukasi

Bangunan museum yang masih tradisional dan sederhana ini cukup asri dan sejuk. Museum ini tak pernah sepi pengunjung, karena bagus untuk edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya melestarikan peninggalan situs bersejarah.

Museum Kreweng yang mengoleksi serpihan-serpihan ornamen peninggalan Kadipaten Terung ini diharapkan bisa terus dilestarikan. Sehingga mengangkat fakta situs bersejarah yang pernah ada di zaman Kerajaan Majapahit.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya