Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang telah dikeluarkan pemerintah tetap memperhatikan kepentingan nasional. Pihaknya membantah jika aturan baru itu lebih berpihak kepada investor asing.
Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi mengungkapkan, asosiasinya ikut terlibat dalam pembahasan revisi DNI bersama pemerintah di berbagai kesempatan, seperti rapat koordinasi dan sebagainya.
Hasilnya ada 11 sektor usaha yang masuk dalam revisi tersebut dengan penambahan maupun pengurangan kepemilikan modal asing.
"Saya tidak melihat aturan ini pro asing sama sekali. Revisi DNImenjadi bentuk penyeimbang antara kepentingan nasional dan asing. Pokoknya kepentingan nasional nomor satu," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Jumat (9/5/2014).
Sebagai contoh, tambah Sofjan, adalah pengurangan peran asing di dalam sektor pertanian. Dari daftar revisi DNI kali ini, terdapat 6 bidang usaha yang menjadi lebih restriktif dari semula maksimal 95% menjadi hanya 30%.
"Undang-undang (UU) Pertanian tidak membolehkan asing mayoritas, karena bisa merugikan petani dan pelaku usaha lokal jadi nggak bisa buat bibit-bibit unggul," ujarnya.
Lanjut dia, revisi DNI saat ini semakin lengkap karena banyak sekali sektor yang sebelumnya tidak masuk dalam pembahasan atau di-cover menjadi perhatian pemerintah. Sebut saja sektor perdagangan.
"Untuk farmasi dinaikkan penanaman modal asingnya tapi hanya untuk investasi menyediakan dokter-dokter asing. Sedangkan investasi di rumah sakit umum nggak boleh," terangnya.
Sofjan mengaku, minat investasi asing paska revisi DNI sangat besar seperti di bandara, pembangkit listrik dan sektor usaha lain. Namun, investor masih menahan diri untuk melakukan penanaman modal, mengingat saat ini merupakan tahun politik.
"Mereka sih berminat, tapi wait and see dulu nunggu pemilu selesai. Siapa pemerintahan baru dan arah kebijakannya. Jika sudah pasti, barulah investasi bisa berjalan," tuturnya. (Fiki Ariyanti/Ndw)
Pengusaha: Revisi Daftar Negatif Investasi Tidak Pro Asing
Minat investasi asing di Indonesia paska revisi DNI sangat besar. Namun, investor masih menunggu hasil pemilu.
Diperbarui 09 Mei 2014, 12:40 WIBDiterbitkan 09 Mei 2014, 12:40 WIB
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Menbud Fadli: Halal Bi Halal, Mudik, dan Silaturahmi Tradisi Luar Biasa, Hanya Ada di Indonesia
5 Potret Kebersamaan Gracia Indri dan Gisela Cindy, Penuh Rasa Bahagia Kumpul Bareng Keluarga
Biar Mudah Dikenali, Teknisi Suzuki Dibekali Seragam Baru
Fokus : Pohon Tumbang di Alun-Alun Pemalang Menimpa Jemaah Salat Id, Dua Orang Tewas
Danilla Riyadi Ungkap Pernikahannya yang Simpel di KUA, Pakai Kebaya dan Kain Batik
Pramono Anung: Jakarta Bersiap Sambut Pendatang Usai Musim Mudik Lebaran
Momen Prabowo Berlebaran dengan Titiek dan Didiet
Garam Adalah Kunci! Tips Jitu Membersihkan Lantai yang Kotor Akibat Telur Pecah
Jaga Level Kolesterol Jahat saat Lebaran, Ini Jenis Buah yang Bisa Jadi Andalan
VIDEO: Pemudik Melahirkan di Toilet Terminal Salatiga, Bayinya Meninggal Dunia
VIDEO: Petugas Kebersihan Rela Tinggalkan Keluarga Saat Lebaran
Cara Buat Kartu Ucapan Lebaran Ala Studio Ghibli dengan AI Gratis