Pertamina Terapkan Digitalisasi SPBU, Penjualan BBM Lebih Terpantau

Perangkat digital akan dipasang pada keran penyaluran BBM ke kendaraan (nozzle), di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 31 Jan 2019, 10:45 WIB
Diterbitkan 31 Jan 2019, 10:45 WIB
20160315-Hore, Harga BBM Pertamina Turun Rp 200 Per Liter-Jakarta
Pengendara motor mengisi kendaraannya dengan BBM di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (15/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) menerapkan digitalisasi pada penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan. Hal ini untuk memudahkan pencatatan BBM yang sudah dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Direktur Pemasaran Pertamina‎ Mas'ud Khamid mengatakan, penerapan digitalisasi pada penyaluran BBM dilakukan tahun ini, dengan mengandeng PT Telko Indonesia sebagai pemasok jaringan internet.

"Mulai tahun ini digitalisasi sewa ke Telkom. Telkom yang menyiapkan nanti kita bayar ke Telkom," kata Mas'ud, di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Mas'ud mengungkapkan, perangkat digital akan dipasang pada keran penyaluran BBM ke kendaraan (nozzle), di SPBU. Dengan tujuan untuk memudahkan pencatatan penjualan BBM, sehingga data BBM yang terjual dapat lebih detail.

‎"Kita bisa tahu penjualan secara real time‎," imbuhnya.

 

20160315-Hore, Harga BBM Pertamina Turun Rp 200 Per Liter-Jakarta
Mesin pengisian ulang bahan bakar minyak di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (15/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut Mas'ud, tahun ini ada 77 ribu nozzle yang ada di 5.518 SPBU di seluruh Indonesia, yang akan menerapkan teknologi digital. Sedangkan yang sudah terpasang teknologi digital saat ini sudah ada 500 SPBU di Jakarta.

Namun untuk investasi program tersebut, belum disebutkan secara detail. "Tahun ini semua. Atau 77.000 nozzle di seluruh indonesia‎. Hilir cuma digitalisasi kami manage service nggak pakai investasi. Nggak ada investasinya tanya Telkom," dia menandaskan.

 

Tag Terkait

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya