Fantastis, Pasangan Ini Dapat Keuntungan Rp 542 Miliar dari Bisnis Hand Sanitizer

Tak tanggung-tanggung, pasangan suami istri ini berhasil dapatkan untung hingga Rp 542 Miliar.

oleh Liputan6.com diperbarui 08 Jul 2020, 20:01 WIB
Diterbitkan 08 Jul 2020, 20:01 WIB
Ilustrasi Hand Sanitizer
Ilustrasi penggunaan hand sanitizer. (dok. Foto Noah/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Corona Covid-19 rupanya tak selalu membawa keburukan, terutama bagi pasangan suami-istri asal Inggris bernama Andrew dan Rachel Montague.

Pasalnya pasangan ini justru mendapatkan berkah dari pandemi Covid-19 yang mulai mewabah sejak bulan Maret lalu.

Dilansir dari laman Metro, Selasa (7/7/2020), Andrew dan Rachel menghasilkan 30 juta Pound sterling atau setara Rp542 juta dari bisnis ini. Keduanya baru saja memulai menjalankan usaha hanya dalam 12 minggu.

Pasangan ini menciptakan ClearWater Hygiene yang memproduksi hand sanitizer dirancang untuk pekerja garda terdepan dan masyarakat luas.

Mereka bekerja sama dengan Deeside Gin Distillery di Banchory, Aberdeenshire, Skotlandia untuk membuat hand sanitizer. Sedangkan cairan pembersih tersebut lalu dimasukkan ke botol di Preston, Lancashire, Inggris.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Keuntungan hingga Rp 54 Miliar

[Fimela] sanitizer
ilustrasi hand sanitizer untuk mencegah virus corona | unsplash.com/@kellysikkema

Hand sanitizer mengandung cairan etanol 80 persen sehingga cocok digunakan di rumah sakit hingga fasilitas kesehatan umum. Perusahaan ini telah mendapat kontrak besar dengan kantor pos hingga retail dengan total nilai kontrak hingga 30 juta pound sterling.

Suami-istri ini menghasilkan lebih dari tiga juta pound sterling atau setara Rp54 miliar dalam pendapatan aktual sejak peluncuran bisnis pada Maret lalu. Pasangan ini juga menyumbangkan sejumlah besar produk hand sanitizer ke badan amal NHS.


Bantu Tenaga Medis

Selain itu, Andrew dan Rachel kini mempekerjakan 12 staf penuh waktu dan delapan pekerja kontrak di kantor pusat di Leith, Edinburgh, Inggris. Ada pula di bagian lain di Skotlandia dan Inggris.

"Ketika lockdown diumumkan pada Maret, kami segera melihat pentingnya mengurangi ketergantungan pada impor dan berfokus pada manufaktur Inggris untuk memastikan penyedia layanan kesehatan dan bisnis swasta dapat mengakses produk-produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau dalam melawan pandemi," kata Andrew.


12 minggu

Pihaknya bangga dapat memberi dukungan yang sangat dibutuhkan dalam perjuangan melawan Covid-19 lewat produk mereka pada NHS. Di saat yang sama, mereka ingin membangun bisnis yang sukses.

"Dari awal berdiri 12 minggu lalu, kami telah melihat lonjakan besar dalam permintaan untuk produksi kami di Inggris. Kami terus mengamankan kontrak yang signifikan dan meningkatkan produksi hingga 900 ribu liter per minggu," lanjutnya.

Reporter: Putu Elmira      

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya