Liputan6.com, Jakarta Sholat merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang harus dilaksanakan tepat waktu. Namun terkadang karena berbagai alasan, seseorang bisa saja melewatkan atau terlambat melaksanakan sholat fardhu.
Dalam kondisi seperti ini, Islam memberikan solusi berupa sholat qodho atau mengganti sholat yang terlewat. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai tata cara sholat qodho beserta berbagai aspek terkait lainnya.
Pengertian Sholat Qodho
Sholat qodho adalah sholat pengganti yang dilakukan untuk menggantikan sholat fardhu yang terlewat atau tidak dikerjakan pada waktunya. Kata "qodho" sendiri secara bahasa berarti mengganti atau melaksanakan kembali. Dalam konteks ibadah, qodho berarti mengerjakan suatu kewajiban di luar waktu yang telah ditentukan sebagai pengganti kewajiban yang ditinggalkan.
Sholat qodho dilakukan dengan tata cara yang sama persis seperti sholat fardhu yang digantikan, baik dari segi jumlah rakaat maupun bacaannya. Yang membedakan hanyalah niatnya saja, di mana dalam sholat qodho ditambahkan kata "qodho'an" yang berarti sebagai pengganti.
Beberapa hal penting terkait pengertian sholat qodho:
- Sholat qodho hanya berlaku untuk sholat fardhu 5 waktu, tidak untuk sholat sunnah
- Sholat qodho dilakukan di luar waktu sholat yang seharusnya
- Tujuannya untuk menunaikan kewajiban sholat yang terlewat
- Jumlah rakaat dan tata caranya sama persis dengan sholat yang digantikan
- Yang membedakan hanya pada niatnya saja
Dengan adanya sholat qodho, seorang muslim tetap bisa menunaikan kewajibannya meski telah melewatkan waktu sholat yang seharusnya. Ini menunjukkan betapa Islam memberikan kemudahan dan tidak mempersulit umatnya dalam beribadah.
Advertisement
Hukum Mengqodho Sholat
Para ulama sepakat bahwa hukum mengqodho sholat yang terlewat adalah wajib. Hal ini berdasarkan beberapa dalil, di antaranya:
- Hadits Nabi SAW:
"Barangsiapa yang tertidur (sehingga meninggalkan shalat) atau lupa, maka hendaklah ia shalat ketika teringat. Tidak ada kafarat baginya kecuali itu." (HR. Bukhari dan Muslim)
- Hadits lain:
"Barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat." (HR. Al Bazzar)
Berdasarkan hadits-hadits tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa:
- Sholat yang terlewat karena lupa atau tertidur wajib diqodho
- Sholat qodho harus segera dilakukan ketika teringat
- Tidak ada tebusan lain selain mengqodho sholat yang terlewat
Namun para ulama berbeda pendapat mengenai hukum mengqodho sholat yang ditinggalkan dengan sengaja:
- Mayoritas ulama berpendapat tetap wajib diqodho
- Sebagian ulama berpendapat tidak wajib diqodho, tapi harus bertaubat dan memperbanyak amalan sunnah
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, yang terbaik adalah tetap mengqodho sholat yang terlewat, baik disengaja maupun tidak. Ini sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya menunaikan kewajiban kepada Allah SWT.
Niat Sholat Qodho
Niat merupakan salah satu rukun sholat yang sangat penting. Dalam sholat qodho, niatnya sedikit berbeda dengan sholat biasa karena ada tambahan kata "qodho'an" yang berarti sebagai pengganti. Berikut adalah lafaz niat sholat qodho untuk masing-masing sholat fardhu:
1. Niat Qodho Sholat Subuh
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhas-shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati qadha'an lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Subuh sebanyak dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai qadha karena Allah Ta'ala."
2. Niat Qodho Sholat Dzuhur
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhazh-zhuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati qadha'an lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dzuhur sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat sebagai qadha karena Allah Ta'ala."
3. Niat Qodho Sholat Ashar
أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati qadha'an lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Ashar sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat sebagai qadha karena Allah Ta'ala."
4. Niat Qodho Sholat Maghrib
أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhal maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati qadha'an lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Maghrib sebanyak tiga rakaat dengan menghadap kiblat sebagai qadha karena Allah Ta'ala."
5. Niat Qodho Sholat Isya
أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii fardhal 'isyaa'i arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati qadha'an lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Isya sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat sebagai qadha karena Allah Ta'ala."
Penting untuk diingat bahwa niat cukup diucapkan dalam hati, tidak perlu dilafalkan dengan keras. Yang terpenting adalah adanya kesadaran dan maksud untuk melakukan sholat qodho tersebut.
Advertisement
Tata Cara Mengqodho Sholat
Tata cara pelaksanaan sholat qodho pada dasarnya sama persis dengan sholat fardhu biasa. Yang membedakan hanyalah niatnya saja. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam mengqodho sholat:
- Berwudhu atau bersuci terlebih dahulu
- Menghadap kiblat
- Berniat mengqodho sholat yang terlewat (sesuai lafaz niat di atas)
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat atau ayat Al-Quran (untuk rakaat pertama dan kedua)
- Rukuk
- I'tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri untuk rakaat selanjutnya (ulangi langkah 6-12 sesuai jumlah rakaat)
- Tasyahud awal (untuk sholat yang lebih dari 2 rakaat)
- Tasyahud akhir
- Salam
Jumlah rakaat dan bacaan dalam sholat qodho sama persis dengan sholat fardhu yang digantikan:
- Subuh: 2 rakaat
- Dzuhur: 4 rakaat
- Ashar: 4 rakaat
- Maghrib: 3 rakaat
- Isya: 4 rakaat
Dalam pelaksanaannya, sholat qodho bisa dikerjakan sendiri-sendiri atau digabungkan dalam satu waktu jika ada beberapa sholat yang terlewat. Misalnya, jika terlewat sholat Dzuhur dan Ashar, bisa dikerjakan berurutan dengan urutan Dzuhur terlebih dahulu baru kemudian Ashar.
Waktu Pelaksanaan Sholat Qodho
Secara umum, sholat qodho bisa dilaksanakan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk sholat. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait waktu pelaksanaan sholat qodho:
- Sholat qodho sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah teringat atau mampu melakukannya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi SAW yang memerintahkan untuk sholat ketika teringat.
- Jika ada beberapa sholat yang terlewat, sebaiknya dikerjakan sesuai urutan waktunya. Misalnya jika terlewat sholat Dzuhur dan Ashar, maka kerjakan Dzuhur terlebih dahulu baru kemudian Ashar.
- Sholat qodho tidak boleh dilakukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat, yaitu:
- Saat matahari terbit sampai naik sekitar satu tombak
- Saat matahari tepat di atas kepala (waktu istiwa)
- Saat matahari mulai terbenam sampai terbenam sempurna
- Jika jumlah sholat yang terlewat sangat banyak, boleh mengerjakannya secara bertahap sesuai kemampuan. Yang penting ada niat dan tekad untuk menyelesaikan semua tanggungan sholat yang terlewat.
Penting untuk diingat bahwa meskipun sholat qodho bisa dilakukan kapan saja, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk sengaja meninggalkan sholat pada waktunya. Sholat tepat waktu tetap lebih utama dan lebih besar pahalanya dibandingkan sholat qodho.
Advertisement
Ketentuan Khusus Sholat Qodho
Selain tata cara umum yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa ketentuan khusus yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan sholat qodho:
1. Sirr dan Jahr
Dalam sholat qodho, bacaan sirr (lirih) dan jahr (keras) mengikuti ketentuan sholat aslinya:
- Sholat Subuh, Maghrib, dan Isya: bacaan Al-Fatihah dan surat dijahrkan (dikeraskan)
- Sholat Dzuhur dan Ashar: bacaan Al-Fatihah dan surat dilirihkan
Ketentuan ini berlaku meskipun sholat qodho dikerjakan di waktu yang berbeda. Misalnya, jika mengqodho sholat Subuh di siang hari, tetap dijahrkan bacaannya.
2. Tertib dalam Mengqodho
Jika ada beberapa sholat yang terlewat, sebaiknya dikerjakan sesuai urutan waktunya. Misalnya jika terlewat sholat Dzuhur, Ashar, dan Maghrib, maka urutan mengqodhonya adalah Dzuhur, Ashar, lalu Maghrib.
Namun jika khawatir waktu sholat yang hadir akan habis, boleh mendahulukan sholat yang hadir baru kemudian mengqodho sholat yang terlewat.
3. Jumlah Rakaat
Jumlah rakaat sholat qodho sama persis dengan sholat aslinya, tidak boleh dikurangi atau ditambah. Misalnya, sholat Dzuhur tetap 4 rakaat meskipun diqodho di waktu Maghrib yang hanya 3 rakaat.
4. Sholat Qodho Berjamaah
Sholat qodho boleh dilakukan secara berjamaah jika ada beberapa orang yang sama-sama memiliki tanggungan sholat yang terlewat. Imam cukup berniat mengimami sholat qodho tanpa menyebutkan jenis sholatnya, sementara makmum berniat mengikuti imam untuk sholat qodho tertentu.
5. Sholat Qodho untuk Orang Meninggal
Jika seseorang meninggal dunia dalam keadaan masih memiliki tanggungan sholat yang belum diqodho, maka ahli warisnya dianjurkan untuk mengqodho sholat tersebut atau membayar fidyah sebagai gantinya.
Manfaat Mengqodho Sholat
Meskipun sholat qodho dilakukan di luar waktunya, namun tetap memiliki banyak manfaat dan keutamaan, di antaranya:
- Menunaikan kewajiban kepada Allah SWT
Dengan mengqodho sholat yang terlewat, seorang muslim telah berupaya menunaikan kewajibannya kepada Allah meskipun terlambat.
- Menghapus dosa
Sholat qodho bisa menjadi penghapus dosa atas kelalaian meninggalkan sholat pada waktunya.
- Melatih kedisiplinan
Kesadaran untuk mengqodho sholat yang terlewat akan melatih kedisiplinan seseorang dalam beribadah.
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab
Mengqodho sholat menunjukkan adanya rasa tanggung jawab untuk menunaikan kewajiban yang tertunda.
- Meningkatkan ketakwaan
Upaya untuk tetap melaksanakan sholat meskipun terlewat waktunya mencerminkan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT.
Meski demikian, perlu diingat bahwa sholat tepat waktu tetap lebih utama dan lebih besar pahalanya dibandingkan sholat qodho. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan sholat tepat pada waktunya.
Advertisement
Perbedaan Sholat Qodho dan Sholat Biasa
Meskipun tata cara pelaksanaannya sama, ada beberapa perbedaan antara sholat qodho dengan sholat fardhu biasa:
Aspek | Sholat Qodho | Sholat Fardhu Biasa |
---|---|---|
Waktu pelaksanaan | Di luar waktu sholat yang seharusnya | Pada waktu yang telah ditentukan |
Niat | Ada tambahan kata "qadha'an" (sebagai pengganti) | Niat biasa sesuai jenis sholat |
Urgensi | Untuk mengganti sholat yang terlewat | Kewajiban rutin sehari-hari |
Keutamaan | Lebih rendah dibanding sholat tepat waktu | Lebih utama dan besar pahalanya |
Fleksibilitas waktu | Bisa dikerjakan kapan saja (di luar waktu terlarang) | Harus dikerjakan pada waktu tertentu |
Meskipun ada perbedaan, namun esensi dan tujuan dari kedua jenis sholat ini tetap sama, yaitu sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.
Tips Mengqodho Sholat dengan Baik
Agar pelaksanaan sholat qodho bisa optimal dan membawa manfaat maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Segera lakukan ketika teringat
Jangan menunda-nunda mengqodho sholat yang terlewat. Segera lakukan begitu teringat atau memiliki kesempatan.
- Catat jumlah sholat yang terlewat
Jika ada banyak sholat yang terlewat, catat jumlahnya agar bisa diqodho secara bertahap dan teratur.
- Tentukan target harian
Tetapkan target berapa jumlah sholat yang akan diqodho setiap hari agar bisa konsisten menyelesaikannya.
- Manfaatkan waktu luang
Gunakan waktu-waktu luang untuk mengqodho sholat, misalnya di sela-sela aktivitas atau sebelum tidur.
- Lakukan dengan khusyuk
Meskipun di luar waktunya, tetap usahakan untuk melakukan sholat qodho dengan khusyuk dan penuh penghayatan.
- Bertaubat dan beristighfar
Setelah mengqodho sholat, perbanyak istighfar dan bertaubat atas kelalaian yang terjadi.
- Evaluasi diri
Renungkan penyebab terlewatnya sholat dan perbaiki diri agar tidak terulang di kemudian hari.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan pelaksanaan sholat qodho bisa lebih teratur dan membawa manfaat optimal bagi pelakunya.
Advertisement
FAQ Seputar Sholat Qodho
1. Apakah sholat qodho bisa dilakukan kapan saja?
Sholat qodho bisa dilakukan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk sholat. Namun sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah teringat atau mampu melakukannya.
2. Bagaimana jika lupa jumlah sholat yang terlewat?
Jika lupa jumlah pastinya, bisa mengambil jumlah yang diyakini atau diperkirakan, lalu menambahkan beberapa sebagai bentuk kehati-hatian.
3. Apakah sholat qodho bisa digabungkan?
Ya, sholat qodho bisa digabungkan jika ada beberapa sholat yang terlewat. Namun tetap harus dikerjakan sesuai urutan waktunya.
4. Bagaimana jika terlewat sholat dalam jumlah yang sangat banyak?
Jika jumlahnya sangat banyak, bisa dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan. Yang penting ada niat dan tekad untuk menyelesaikan semuanya.
5. Apakah ada denda atau kafarat untuk sholat yang terlewat?
Tidak ada denda atau kafarat khusus untuk sholat yang terlewat selain mengqodhonya. Namun disarankan untuk memperbanyak istighfar dan amalan sunnah sebagai tambahan.
Kesimpulan
Sholat qodho merupakan solusi yang diberikan Islam bagi umatnya yang terlanjur melewatkan sholat fardhu. Meskipun tidak sebaik sholat tepat waktu, namun sholat qodho tetap memiliki nilai dan manfaat yang besar. Yang terpenting adalah adanya kesadaran dan tekad untuk menunaikan kewajiban kepada Allah SWT meski terlambat.
Dalam pelaksanaannya, sholat qodho memiliki tata cara dan ketentuan khusus yang perlu diperhatikan. Mulai dari niat yang berbeda, hingga beberapa aturan terkait waktu dan urutan pelaksanaannya. Dengan memahami dan menerapkan panduan sholat qodho dengan benar, diharapkan seorang muslim bisa menunaikan kewajibannya dengan baik dan mendapatkan manfaat optimal dari ibadah tersebut.
Yang tak kalah penting, pengalaman mengqodho sholat hendaknya menjadi pelajaran berharga agar lebih disiplin dalam melaksanakan sholat tepat pada waktunya di kemudian hari. Karena bagaimanapun, sholat tepat waktu tetaplah yang paling utama dan paling besar pahalanya di sisi Allah SWT.
Advertisement
