Liputan6.com, Jakarta Buang air kecil terus menerus namun hanya sedikit keluarnya merupakan kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai penyebab, gejala, cara mengatasi, serta kapan harus berkonsultasi ke dokter terkait masalah tersebut.
Definisi Buang Air Kecil Terus Menerus tapi Sedikit
Buang air kecil terus menerus namun hanya sedikit yang keluar, atau dalam istilah medis disebut polakisuria, merupakan kondisi di mana seseorang merasa sering ingin buang air kecil tetapi volume urine yang dikeluarkan sedikit. Kondisi ini berbeda dengan frekuensi buang air kecil normal yang berkisar 6-8 kali sehari dengan volume urine yang cukup.
Polakisuria dapat sangat mengganggu kualitas hidup seseorang karena menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan tidur, dan menghambat aktivitas sehari-hari. Penting untuk memahami bahwa kondisi ini bukan penyakit, melainkan gejala dari berbagai masalah kesehatan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Advertisement
Penyebab Buang Air Kecil Terus Menerus tapi Sedikit
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami buang air kecil terus menerus namun hanya sedikit yang keluar:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK merupakan penyebab paling umum dari kondisi ini. Bakteri yang menginfeksi saluran kemih dapat menyebabkan peradangan dan iritasi, sehingga memicu keinginan untuk sering buang air kecil meskipun hanya sedikit urine yang dikeluarkan.
2. Pembesaran Prostat
Pada pria, terutama yang berusia di atas 50 tahun, pembesaran prostat atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dapat menekan saluran kemih dan mengganggu aliran urine normal.
3. Kandung Kemih Overaktif
Kondisi ini terjadi ketika otot kandung kemih berkontraksi tanpa kendali, menyebabkan dorongan tiba-tiba untuk buang air kecil meskipun kandung kemih belum penuh.
4. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urine, namun sering dalam jumlah sedikit-sedikit.
5. Kehamilan
Pada wanita hamil, pertumbuhan janin dapat menekan kandung kemih, menyebabkan keinginan sering buang air kecil.
6. Batu Ginjal atau Kandung Kemih
Adanya batu dapat mengiritasi saluran kemih dan menyebabkan keinginan sering buang air kecil.
7. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat, terutama diuretik, dapat meningkatkan produksi urine dan frekuensi buang air kecil.
Gejala yang Menyertai
Selain sering buang air kecil namun sedikit, beberapa gejala lain yang mungkin menyertai kondisi ini antara lain:
- Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
- Urine keruh atau berbau tidak normal
- Nyeri di area perut bagian bawah atau pinggang
- Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil
- Kesulitan memulai aliran urine
- Aliran urine yang lemah atau terputus-putus
- Nocturnal (sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil)
- Demam dan menggigil (jika disebabkan oleh infeksi)
Advertisement
Diagnosis Medis
Untuk mendiagnosis penyebab buang air kecil terus menerus tapi sedikit, dokter akan melakukan beberapa langkah:
1. Anamnesis
Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, gejala yang dialami, dan faktor-faktor risiko yang mungkin berperan.
2. Pemeriksaan Fisik
Termasuk pemeriksaan abdomen dan area genital untuk mendeteksi adanya kelainan atau pembesaran organ.
3. Urinalisis
Pemeriksaan sampel urine untuk mendeteksi adanya infeksi, darah, atau kelainan lain.
4. Kultur Urine
Jika dicurigai adanya infeksi, kultur urine dilakukan untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab.
5. Pemeriksaan Pencitraan
USG, CT Scan, atau MRI dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi saluran kemih, ginjal, dan organ sekitarnya.
6. Urodinamik
Tes ini mengukur tekanan dan aliran urine untuk menilai fungsi kandung kemih dan uretra.
7. Sistoskopi
Prosedur ini menggunakan kamera kecil untuk memeriksa bagian dalam kandung kemih dan uretra.
Pengobatan dan Perawatan
Pengobatan buang air kecil terus menerus tapi sedikit tergantung pada penyebab utamanya. Beberapa opsi pengobatan meliputi:
1. Antibiotik
Jika penyebabnya adalah infeksi saluran kemih, dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai.
2. Obat-obatan untuk Kandung Kemih Overaktif
Seperti oxybutynin, tolterodine, atau mirabegron untuk mengurangi kontraksi otot kandung kemih yang berlebihan.
3. Terapi Hormon
Pada wanita pascamenopause, terapi estrogen topikal dapat membantu memperkuat jaringan saluran kemih.
4. Obat untuk Pembesaran Prostat
Alpha-blocker atau 5-alpha reductase inhibitor dapat membantu mengurangi gejala pada pria dengan BPH.
5. Terapi Perilaku
Termasuk latihan kandung kemih dan teknik relaksasi untuk mengendalikan dorongan buang air kecil.
6. Stimulasi Saraf Sakral
Prosedur ini menggunakan alat pacu jantung kecil untuk merangsang saraf yang mengontrol kandung kemih.
7. Botox
Injeksi botox ke dalam otot kandung kemih dapat membantu mengurangi kontraksi berlebihan pada kasus tertentu.
Advertisement
Langkah Pencegahan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko buang air kecil terus menerus tapi sedikit:
- Minum air putih yang cukup, tetapi hindari minum terlalu banyak menjelang tidur
- Buang air kecil secara teratur dan jangan menahan keinginan buang air kecil terlalu lama
- Jaga kebersihan area genital dan selalu membersihkan dari depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar
- Hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol, terutama di malam hari
- Lakukan latihan Kegel secara rutin untuk memperkuat otot dasar panggul
- Jaga berat badan ideal, karena kelebihan berat badan dapat menekan kandung kemih
- Hindari makanan yang dapat mengiritasi kandung kemih seperti makanan pedas atau asam
Perubahan Pola Hidup
Mengubah beberapa kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengatasi masalah buang air kecil terus menerus tapi sedikit:
1. Manajemen Cairan
Atur pola minum dengan mengurangi asupan cairan 2-3 jam sebelum tidur, namun tetap menjaga hidrasi yang cukup sepanjang hari.
2. Latihan Kandung Kemih
Cobalah menahan keinginan buang air kecil selama beberapa menit dan secara bertahap tingkatkan durasi penahanan. Ini dapat membantu melatih kandung kemih untuk menampung lebih banyak urine.
3. Teknik Double Voiding
Setelah buang air kecil, tunggu beberapa saat dan coba buang air kecil lagi untuk memastikan kandung kemih benar-benar kosong.
4. Manajemen Stres
Stres dapat memperburuk gejala kandung kemih overaktif. Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
5. Perbaikan Postur
Duduk dan berdiri dengan postur yang baik dapat mengurangi tekanan pada kandung kemih.
6. Pakaian Longgar
Hindari pakaian yang terlalu ketat di area perut dan pinggang yang dapat menekan kandung kemih.
Advertisement
Mitos dan Fakta
Beberapa mitos dan fakta seputar buang air kecil terus menerus tapi sedikit:
Mitos: Menahan kencing dapat memperkuat kandung kemih
Fakta: Menahan kencing terlalu lama justru dapat melemahkan otot kandung kemih dan meningkatkan risiko infeksi.
Mitos: Minum lebih sedikit akan mengurangi frekuensi buang air kecil
Fakta: Minum terlalu sedikit dapat memekatkan urine dan mengiritasi kandung kemih, justru meningkatkan keinginan buang air kecil.
Mitos: Hanya wanita yang mengalami masalah kandung kemih
Fakta: Baik pria maupun wanita dapat mengalami masalah kandung kemih, meskipun penyebabnya mungkin berbeda.
Mitos: Masalah kandung kemih adalah bagian normal dari penuaan
Fakta: Meskipun risiko meningkat seiring usia, masalah kandung kemih bukan hal yang harus diterima sebagai bagian normal penuaan dan dapat diobati.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter
Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami:
- Gejala yang berlangsung lebih dari seminggu tanpa perbaikan
- Nyeri atau rasa terbakar yang parah saat buang air kecil
- Darah dalam urine
- Demam tinggi disertai menggigil
- Nyeri punggung bawah yang parah
- Kesulitan memulai atau menghentikan aliran urine
- Inkontinensia (tidak dapat menahan kencing)
Advertisement
Perawatan Jangka Panjang
Untuk mengelola kondisi buang air kecil terus menerus tapi sedikit dalam jangka panjang:
- Ikuti rencana pengobatan yang diberikan dokter secara konsisten
- Lakukan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan kondisi
- Catat gejala dan perubahan yang dialami untuk didiskusikan dengan dokter
- Pertimbangkan bergabung dengan grup dukungan untuk berbagi pengalaman dan tips
- Jaga komunikasi terbuka dengan pasangan atau keluarga mengenai kondisi ini
- Tetap aktif dan jaga berat badan ideal
- Pertimbangkan penggunaan produk inkontinensia jika diperlukan untuk kenyamanan sehari-hari
Latihan dan Olahraga yang Disarankan
Beberapa jenis latihan yang dapat membantu mengatasi masalah buang air kecil terus menerus tapi sedikit:
1. Latihan Kegel
Latihan ini memperkuat otot dasar panggul yang mendukung kandung kemih. Cara melakukannya:
- Identifikasi otot dasar panggul dengan cara menghentikan aliran urine saat buang air kecil
- Kencangkan otot tersebut selama 5 detik, lalu rilekskan selama 5 detik
- Ulangi 10-15 kali per sesi, lakukan 3 sesi sehari
2. Yoga
Beberapa pose yoga seperti Malasana (pose jongkok) dan Utkatasana (pose kursi) dapat membantu memperkuat otot dasar panggul.
3. Pilates
Latihan Pilates fokus pada penguatan core yang juga melibatkan otot dasar panggul.
4. Berjalan
Aktivitas aerobik ringan seperti berjalan dapat membantu menjaga berat badan dan meningkatkan sirkulasi darah ke area panggul.
5. Berenang
Olahraga air memberikan latihan tanpa memberi tekanan berlebih pada kandung kemih.
Advertisement
Makanan yang Perlu Dihindari dan Dikonsumsi
Beberapa jenis makanan dan minuman dapat mempengaruhi frekuensi buang air kecil:
Makanan yang Sebaiknya Dihindari:
- Kafein (kopi, teh, coklat)
- Alkohol
- Makanan pedas
- Makanan asam (jeruk, tomat)
- Makanan olahan dan tinggi garam
- Minuman berkarbonasi
- Pemanis buatan
Makanan yang Baik Dikonsumsi:
- Buah-buahan kaya serat (apel, pir)
- Sayuran hijau
- Kacang-kacangan
- Biji-bijian utuh
- Yogurt probiotik
- Ikan kaya omega-3
- Air putih (dalam jumlah yang sesuai)
Pertanyaan Umum
Q: Apakah normal jika saya buang air kecil lebih dari 8 kali sehari?
A: Frekuensi buang air kecil dapat bervariasi tergantung asupan cairan dan aktivitas. Namun, jika lebih dari 8 kali sehari dan mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Q: Bisakah masalah ini sembuh sendiri tanpa pengobatan?
A: Tergantung penyebabnya. Beberapa kasus ringan mungkin membaik dengan perubahan gaya hidup, namun sebagian besar memerlukan penanganan medis.
Q: Apakah kondisi ini dapat mempengaruhi kesuburan?
A: Umumnya tidak mempengaruhi kesuburan secara langsung, namun jika disebabkan oleh infeksi yang tidak diobati, dapat berpotensi mempengaruhi sistem reproduksi.
Q: Berapa lama pengobatan biasanya berlangsung?
A: Durasi pengobatan bervariasi tergantung penyebab dan keparahan. Infeksi ringan mungkin membaik dalam beberapa hari, sementara kondisi kronis mungkin memerlukan penanganan jangka panjang.
Q: Apakah ada suplemen herbal yang dapat membantu?
A: Beberapa herbal seperti ekstrak cranberry dan saw palmetto diklaim dapat membantu, namun efektivitasnya bervariasi. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suplemen apapun.
Advertisement
Kesimpulan
Buang air kecil terus menerus tapi sedikit merupakan kondisi yang dapat sangat mengganggu kualitas hidup. Penting untuk memahami bahwa ini bukan hanya masalah ketidaknyamanan, tetapi bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Dengan mengenali penyebab, gejala, dan opsi pengobatan yang tersedia, Anda dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengatasi kondisi ini.
Perubahan gaya hidup, seperti manajemen cairan yang baik, latihan penguatan otot dasar panggul, dan pola makan yang sehat, dapat memainkan peran penting dalam mengelola gejala. Namun, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika gejala terus berlanjut atau memburuk. Dengan pendekatan yang tepat dan perawatan yang konsisten, banyak orang dapat menemukan solusi efektif untuk mengatasi masalah buang air kecil terus menerus tapi sedikit dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
