Liputan6.com, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menguji coba senapan runduk yang baru dikembangkan. Demikian seperti yang dilaporkan media Korea Utara, KCNA, pada Sabtu (5/4/2025).
Uji coba itu dilakukan saat Kim menginspeksi pasukan khusus, yang latihannya dia sebut sebagai peningkatan kemampuan perang nyata untuk memastikan kemenangan.
Advertisement
Baca Juga
Pasukan-pasukan ini, menurut agen intelijen Korea Selatan, termasuk di antara ribuan tentara yang dikerahkan oleh Korea Utara ke Rusia untuk mendukung perang melawan Ukraina.
Advertisement
Selama kunjungan ke unit operasi khusus pada Jumat (4/4), Kim menjelaskan bahwa kemampuan perang nyata untuk memastikan kemenangan di medan perang diperkuat melalui pelatihan intensif. Pelatihan ini, tambahnya, merupakan ungkapan paling nyata dari patriotisme dan kesetiaan kepada negara.
KCNA merilis sejumlah gambar yang salah satunya menunjukkan Kim sedang mengamati sasaran melalui teleskop senapan runduk, yang disebutkan akan disuplai kepada unit operasi khusus.
"Kim mengawasi latihan tembak senapan otomatis dan senapan runduk dan setelah mencoba langsung senapan tersebut, dia mengungkapkan sangat puas atas kinerja dan daya tembak senapan runduk yang dikembangkan dengan cara kami sendiri," demikian laporan KCNA seperti dilansir CNA.
Â
Â
Pergantian Pemimpin di Korsel hingga Komunikasi dengan Trump
Kunjungan Kim ke pasukan khusus ini bersamaan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan yang mengesahkan pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol setelah deklarasi darurat militernya yang gagal. Hal ini menyebabkan Yoon diberhentikan dari jabatannya dan memicu pilpres dini.
Yoon membela upayanya menerapkan darurat militer pada 3 Desember 2024 untuk memberantas "kekuatan anti-negara" dan ancaman yang dia klaim datang dari Korea Utara.
KCNA melaporkan pemecatan Yoon untuk pertama kalinya pada Sabtu, dengan mengutip media asing.
Menurut para ahli, pemimpin oposisi Korea Selatan Lee Jae-myung merupakan calon terkuat dalam pilpres Korea Selatan mendatang. Partai yang dipimpin Lee, Partai Demokrat, dikenal dengan pendekatannya yang lebih akomodatif terhadap Korea Utara.
Sementara itu, kantor berita Yonhap melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang pernah bertemu dengan Kim tiga kali selama masa jabatannya yang pertama, mengatakan pekan ini bahwa dia sedang berkomunikasi dengan Kim dan berniat untuk melakukan sesuatu pada saatnya nanti.
Advertisement
