Liputan6.com, Jakarta Usai liburan panjang akhir dan awal tahun, jangan lupa untuk mengecek kadar kolesterol Anda. Ada kecenderungan kadar kolesterol meningkat usai liburan panjang.
Seperti dilansir New York Times, para peneliti asal Denmark meneliti 25.764 orang di Kopenhagen dengan usia rata-rata 59 tahun. Semua partisipan diambil darahnya secara rutin untuk menguji kadar lipid. Semua partisipan sudah dipastikan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol.
Baca Juga
Total kolesterol rata-rata dalam kelompok sepanjang tahun adalah 205, sedikit melebihi batas yang direkomendasikan, yaitu 200. LDL rata-rata, atau kolesterol 'jahat', adalah 116, tepat di atas level 100 yang dianggap sehat.
Advertisement
Rata-rata LDL (low-density lipoprotein) adalah 116, sedikit melebihi kadar yang dianggap sehat, yaitu 100. Namun, selama tiga tahun berturut-turut pada minggu pertama bulan Januari, kolesterol rata-rata adalah 240, dengan rata-rata LDL mencapai 142. Pada bulan Juni, kolesterol rata-rata turun jadi 197 dan rata-rata LDL menjadi 108.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal medis Atherosclerosis melakukan pengontrolan terhadap jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan faktor lainnya.
Saksikan juga video menarik berikut
Banyak makan, kurang aktivitas fisik
Penulis senior penelitian, dokter Anne Langsterd dari Herlev and Gentofte Hospital di Denmark mengatakan, penyebab naiknya kolesterol bisa jadi karena kurangnya aktivitas fisik dan terlalu banyak konsumsi makanan yang tinggi lemak.
Menurut dr. Alvin Nursalim dari KlikDokter, kolesterol tinggi merupakan gangguan metabolik yang cukup umum ditemui. Jika kondisi ini tidak dikendalikan, risiko penyakit jantung dan stroke akan semakin tinggi.
Menurut banyak ahli, kolesterol tinggi adalah keadaan yang kerap hadir tanpa disadari. Karenanya, tes darah secara rutin penting untuk dilakukan.
Tanda dan gejala biasanya muncul ketika kolesterol tinggi sudah menimbulkan penyakit pada tubuh. Pada tahap pemeriksaan bisa saja kolesterol sudah menyebabkan penyakit yang cukup parah.
Penulis: Ruri Nurulia
Sumber: Klikdokter.com
Advertisement