Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar manusia lahir dengan dua ginjal, tapi tidak semua akan mempertahankannya seumur hidup. Beberapa orang menjalani hidup hanya dengan satu ginjal karena faktor medis, donor, atau bawaan lahir. Meski tampaknya ekstrem, kondisi ini bukan halangan untuk hidup sehat.
Tubuh manusia punya kemampuan adaptasi luar biasa, termasuk ketika hanya memiliki satu ginjal. Ginjal yang tersisa bisa mengambil alih tugas pasangannya dan menjaga fungsi metabolisme tetap berjalan. Namun, dalam jangka panjang, ada konsekuensi kesehatan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Baca Juga
Meski satu ginjal saja sudah cukup, seseorang yang hidup dengan ginjal tunggal harus menjaga kesehatan secara lebih ketat untuk menghindari komplikasi jangka panjang.
Advertisement
Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Hanya Memiliki Satu Ginjal
1. Tubuh Bisa Bertahan, tapi Beban Kerja Ginjal Meningkat
Bagi banyak orang, satu ginjal bisa menjalankan fungsi penyaringan darah dan pengeluaran limbah dengan cukup baik. Bahkan, dalam beberapa kasus seperti agenesis ginjal (bawaan lahir), satu ginjal akan tumbuh lebih besar untuk mengkompensasi fungsi ginjal lainnya. Kondisi ini dikenal sebagai hipertrofi kompensatoris.
Namun, ginjal tunggal tetap bekerja lebih keras dibanding dua ginjal normal. Seiring waktu, peningkatan beban ini dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal. Meskipun efeknya bisa tidak terasa selama bertahun-tahun, risikonya nyata dan perlu diperhatikan.
Beban kerja berlebih ini berisiko menyebabkan penyakit ginjal kronis dalam jangka panjang. Karena itu, pemantauan secara berkala menjadi sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.
2. Meningkatnya Risiko Hipertensi dan Proteinuria
Ginjal berperan besar dalam mengatur tekanan darah. Ketika seseorang hanya memiliki satu ginjal, fungsi ini bisa terganggu, menyebabkan tekanan darah lebih mudah naik. Risiko hipertensi menjadi lebih tinggi, dan ini bisa memperburuk kondisi ginjal tunggal yang sudah bekerja keras.
Selain itu, ada kemungkinan terjadi proteinuria, yakni kebocoran protein ke dalam urine. Biasanya, ginjal yang sehat mampu menyaring darah tanpa membiarkan protein lolos. Tapi ginjal yang kelelahan bisa mengalami penurunan kemampuan filtrasi.
Jika kadar protein dalam urine terlalu tinggi, ini bisa menjadi indikasi awal gangguan ginjal. Oleh karena itu, penting melakukan tes urine secara berkala sebagai bagian dari skrining rutin.
Advertisement
Hal yang Wajib Dilakukan Orang yang Hanya Memiliki Satu Ginjal
1. Hindari Cedera Fisik dan Trauma
Ginjal adalah organ yang rentan terhadap benturan. Pada mereka yang memiliki dua ginjal, satu ginjal bisa mengambil alih fungsi saat lainnya bermasalah. Tapi pemilik ginjal tunggal tidak memiliki cadangan tersebut, sehingga risiko akibat cedera menjadi sangat tinggi.
Olahraga ekstrem seperti tinju, sepak bola, atau panjat tebing bisa membahayakan ginjal tunggal. Cedera serius bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal total yang membutuhkan transplantasi.
Sebaiknya memilih aktivitas fisik yang aman, seperti berjalan kaki, yoga, berenang, atau bersepeda. Aktivitas ini cukup membantu menjaga kebugaran tanpa membahayakan organ vital.
2. Menjaga Pola Hidup Sehat
Menjalani hidup dengan satu ginjal bukan berarti hidup terbatas, tapi memerlukan perhatian ekstra dalam gaya hidup sehari-hari. Pola makan rendah garam dan lemak, cukup minum air, serta membatasi konsumsi protein hewani sangat dianjurkan.
Sebaiknya hindari makanan tinggi garam karena berpotensi meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja ginjal. Protein tetap penting, namun harus dalam porsi moderat agar tidak memberi beban tambahan.
Selain itu, penting juga untuk menjauhi rokok dan alkohol. Gaya hidup sehat akan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh dan memperpanjang usia ginjal yang tersisa.
3. Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Bagi pemilik satu ginjal, pemeriksaan rutin bukan sekadar pilihan tapi sudah menjadi keharusan. Pemeriksaan tekanan darah, tes urine (dipstik), serta GFR (Glomerular Filtration Rate) harus dilakukan setidaknya setahun sekali.
Tekanan darah ideal bagi pemilik ginjal tunggal adalah di bawah 130/80. GFR akan menunjukkan seberapa baik ginjal menyaring limbah, dan jika hasilnya menurun, perlu segera ditindaklanjuti.
Semua pemeriksaan ini membantu dokter memahami kondisi ginjal secara menyeluruh dan membuat penanganan medis bisa dilakukan sedini mungkin jika ada masalah.
Hidup dengan satu ginjal memungkinkan, dan banyak orang menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Namun, penting untuk menyadari risiko jangka panjang dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan ginjal yang tersisa. Konsultasi rutin dengan dokter sangat dianjurkan untuk memantau kesehatan dan mendapatkan panduan yang tepat.
Pertanyaan Umum
Apa yang harus dilakukan jika saya hanya memiliki satu ginjal?
Anda perlu menjaga pola makan yang sehat, melakukan pemeriksaan rutin, dan berkonsultasi dengan dokter untuk memantau kesehatan ginjal Anda.
Apakah orang dengan satu ginjal bisa berolahraga?
Ya, tetapi penting untuk menghindari olahraga berat atau kontak yang dapat menyebabkan cedera ginjal. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga.
Apakah ada risiko kehamilan bagi wanita dengan satu ginjal?
Ya, wanita dengan satu ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan, sehingga perlu pemantauan ekstra.
Bagaimana cara mengetahui jika ginjal saya berfungsi dengan baik?
Pemeriksaan kesehatan rutin dan tes fungsi ginjal seperti kadar kreatinin dan GFR dapat membantu mengetahui kesehatan ginjal Anda.
Advertisement
