Liputan6.com, Jakarta - Jasa Marga kembali memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari KM 44+500 sampai KM 46+500. Kebijakan ini diambil atas diskresi kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jagorawi mengarah ke Puncak, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (4/4/2025).
Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Cililitan Jakarta Panji Satriya menerangkan, contraflow di Tol Jagorawi arah Puncak telah diterapkan sejak pukul 06.20 WIB.
Advertisement
Baca Juga
"Untuk mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas wisata dan silaturahmi yang terjadi di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak pada H+3 Lebaran 2025/1446H atau 4 April 2025," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (4/4/2025).
Advertisement
Panji mengatakan, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi rute perjalanan agar dapat mengoptimalkan rekayasa lalu lintas yang sedang berlaku.
Selain itu, pengguna jalan diminta untuk dapat memastikan kecukupan saldo kartu elektronik sebelum memulai perjalanan untuk menghindari kepadatan ketika bertransaksi di gerbang tol.
"Selalu patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan," tandas dia.
One Way Lebih Panjang Akibat Genangan
Sebelumnya, rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah dari Puncak, Bogor menuju Jakarta lebih panjang pada H+3 Lebaran 2025. Hal ini disebabkan arus kendaraan di Jalan Raya Puncak, terganggu akibat badan jalan tergenang air saat diguyur hujan deras. Genangan disinyalir akibat drainase yang tidak berfungsi.
"Hari ini one way ke bawah agak lama karena lalu lintas terhambat genangan air. Ada dua titik lokasi genangan air, yaitu di Pandan Sari dan Simpang Taman Safari Indonesia," ujar KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Kamis (3/4/2025).
Diketahui, Polres Bogor memberlakukan one way dari Puncak mengarah Jakarta sejak pukul 12.00 WIB, setelah sebelumnya diberlakukan one way dari arah sebaliknya selama 4 jam.
Namun, curah hujan yang tinggi selama beberapa jam menyebabkan genangan di ruas jalan utama.
Genangan air ini mengakibatkan arus lalu lintas terhambat, di mana banyak pengendara memperlambat laju kendaraan saat melintasi genangan air.
"Genangan air cukup mengganggu kelancaran one way dari Puncak menuju Jakarta sehingga pengendara memperlambat laju kendaraannya. Namun, alhamdulillah sekitar pukul 19.45 WIB kami kembalikan normal dua arah," kata dia.
Advertisement
Jumlah Kendaraan di Jalur Puncak
Di sisi lain Adrian menyebut jumlah kendaraan yang melintasi kawasan Puncak pada H+3 Lebaran kurang lebih sekitar 70.000 kendaraan. Namun, jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan hari kemarin, yang mencapai 126.000 kendaraan.
"Jumlah hari ini masih di bawah dengan data kendaraan hari Rabu kemarin. Hari ini yang masuk ke kawasan Puncak berjumlah 30.000 ribu kendaraan. Sedangkan yang turun sebanyak 38.000 kendaraan," terangnya.
Namun demikian, hingga Kamis malam arus lalu lintas menuju kawasan Puncak masih meriah. Ini terlihat terjadinya kepadatan di simpang Gadog.
"Ya, malam ini masih meriah. Mungkin kepadatan ini terjadi karena imbas one way cukup panjang," pungkasnya.
