Lulusan Fakultas Kedokteran Bisa Jadi Apa Saja Ya?

Jurusan kedokteran adalah salah satu jurusan yang mempelajari berbagai materi mengenai tubuh makhluk hidup.

oleh Huyogo Simbolon diperbarui 21 Nov 2022, 10:00 WIB
Diterbitkan 21 Nov 2022, 10:00 WIB
Jurusan Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Ilustrasi Jurusan Kedokteran Credit: pexels.com/GustavoFring

Liputan6.com, Bandung - Jurusan kedokteran adalah salah satu jurusan yang mempelajari berbagai materi mengenai tubuh makhluk hidup, mulai dari fungsi, penyakit, dan pengobatannya.

Nah ketika kamu menyukai biologi dan kimia pada waktu SMA, materi perkuliahan di jurusan kedokteran mungkin akan terasa menarik bagimu.

Kuliah di jurusan kedokteran memang memakan waktu yang lebih lama ketimbang dengan jurusan lainnya. Meskipun waktunya bisa bervariasi tergantung prestasi.

Pada umumnya, pendidikan kedokteran bisa diselesaikan dalam waktu minimal 6 tahun.

Menjadi seorang dokter yang bekerja di rumah sakit tentu menjadi pilihan karier utama ketika kamu lulus dari Fakultas Kedokteran. Namun, nyatanya kamu masih bisa memilih profesi lainnya jika enggan bekerjadi rumah sakit.

Sarjana kedokteran juga bisa berprofesi menjadi klinisi dan scientist. Bukan hanya itu, ada beberapa profesi yang kami rangkum setelah kamu lulus dari kedokteran.

Mau tahu apa saja? Yuk simak baik-baik penjelasan berikut ini.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


1. Akademisi

Sekolah Online
Ilustrasi Belajar Secara Online Credit: pexels.com/pixabay

Akademisi yang dimaksud adalah staf di fakultas kedokteran, atau bahasa awamnya menjadi pengajar atau peneliti. Setelah mendapatkan gelar dokter, kamu tidak harus selalu mengenyam pendidikan spesialis.

Untuk menjadi dosen misalnya, mereka harus menyelesaikan S2 terlebih dahulu. Jika prestasinya meningkat, pihak fakultas biasanya akan menyekolahkan dosen ke jenjang yang lebih tinggi, seperti spesialis atau S3.

2. Peneliti

Peneliti atau kerap disebut dengan scientist adalah sebutan bagi seseorang yang tugas utamanya melakukan penelitian atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebanyakan dari penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan.


3. Institusi Pemerintahan

Program Imunisasi Balita di Masa Pandemi COVID-19
Orangtua mendampingi anaknya saat ditimbang sebelum imunisasi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta, Kamis (26/11/2020). Kemenkes melalui Suku Dinas Kesehatan tetap konsisten menggelar kegiatan imunisasi rutin lengkap meski berada di masa pandemi Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Seorang dokter bisa bekerja di Kementerian Kesehatan atau di puskesmas dan klinik pemerintahan. Tak hanya itu, dokter mampu menjadi staf di birokrasi dan digaji oleh negara atau korporasi.

Birokrat haruslah menjalankan visi dan misi organisasi, baik misi organisasi publik maupun privat (swasta). Birokrat juga bertugas untuk menerjemahkan kebijakan pimpinan melalui program dan kegiatan, mengingat mereka adalah bagian dari sistem birokrasi itu sendiri.

4. Relawan di Organisasi Dunia

Seorang dokter juga dapat menjadi relawan, contoh bergabung dengan WHO atau NGO lokal untuk menjalankan tugas kemanusiaan dan membantu menanggulangi krisis kesehatan di negara terpencil.

Kalau kamu tertarik masuk di ranah apa setelah menjadi dokter? Yuk cari tahu dari sekarang!

Penulis: Fathia Uqimul Haq

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya