Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Julfi Hadi berharap proyek-proyek milik PGEO dapat dilirik oleh BPI Danantara. Julfi menyebut proyek-proyek PGEO memiliki fundamental yang sangat bagus.
"Fundamental proyek-proyek kita bagus, kita bicara nanti mau ke depannya, seandainya nanti dipakai di Danantara. Kita sudah mempersiapkan proyek-proyek yang bagus,” kata Julfi dalam acara Media Briefing: Capaian Finansial 2024 & Rencana Pengembangan Bisnis 2025, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga
Julfi menilai, Danantara ke depan akan melirik proyek yang bagus. Adapun Julfi juga menyebut saat ini sektor geothermal sudah makin menguntungkan. Hal ini karena adanya insentif yang sudah dikerjakan pemerintah mulai dari risikonya, percepatan, dan capex. Ini yang membuat sektor geothermal semakin strategis.
Advertisement
Kaji Pembagian Rasio Dividen 80 hingga 90 Persen
Sebelumnya, PGEO memberi bocoran rencana terkait pembagian rasio dividen pada tahun buku 2024. Direktur Keuangan PGE Yurizki Rio mengatakan untuk pembagian dividen itu mungkin di sekitar 80 hingga 90 persen.
"Itu masih valid, karena kita mau mempertahankan dividend per sharenya, at least itu walaupun profit kita turun, tapi dividend per share itu kita bisa mengalami kenaikan,” kata Yurizki dalam acara Media Briefing: Capaian Finansial 2024 & Rencana Pengembangan Bisnis 2025, Rabu pekan ini.
Yurizki menambahkan, Perseroan tetap akan mempertimbangkan kondisi keuangan, untuk memberikan atau mengoptimalkan shareholders return.
Pada kesempatan yang sama, PGE juga menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar USD 319 juta pada 2025. Yurizki mengungkapkan belanja modal akan digunakan untuk pengembangan organik dan pengembangan bisnis di Indonesia.
Kinerja Keuangan PGE
Sebelumnya, membukukan pendapatan sebesar USD 407,12 juta, atau setara Rp 6,76 triliun (kurs Rp 16.610 per dolar AS) di sepanjang 2024. Jumlah itu meningkat dari USD 406,29 juta pada tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya permintaan energi bersih di Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit (audited), PGE mencatat laba bersih USD 160,30 juta atau setara Rp 2,66 triliun di 2024. Sedikit menurun dibanding capaian laba 2023 sebesar USD 163,57 juta.
Direktur Utama PGE Julfi Hadi menyatakan, pihaknya berkomitmen terus memperkuat posisi sebagai pemimpin industri panas bumi di Indonesia, dengan strategi operasional yang berkelanjutan.
“Pada 2024, PGE berhasil mencatat produksi listrik dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, yang didukung oleh peningkatan kinerja operasional di beberapa wilayah kerja panas bumi. Kinerja yang solid ini mencerminkan komitmen kami dalam mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kontribusi terhadap transisi energi nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/3/2025).
Direktur Keuangan PGE Yurizki Rio menambahkan, pihaknya tetap fokus pada pengelolaan keuangan yang prudent dan optimal. Untuk memastikan keberlanjutan investasi dalam pengembangan proyek panas bumi baru dan peningkatan kapasitas produksi.
"Memang beban operasi meningkat, tetapi ini merupakan bagian dari investasi strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang dan mendukung ekspansi kapasitas lebih besar ke depan," ungkap dia.
Adapun beban pokok pendapatan meningkat menjadi USD 164,89 juta dari USD 158,35 juta di tahun sebelumnya, seiring dengan ekspansi kapasitas. Di sisi lain, arus kas operasional mengalami peningkatan dari USD 255,19 juta (2023) menjadi USD 258,29 juta (2024).
Advertisement
Pertamina Geothermal Gelar MESOP Rp 296,8 Miliar
Sebelumnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana pelaksanaan program saham untuk karyawan dan manajemen atau Management Employee Stock Option Program (MESOP). Aksi tersebut terbagi dalam dua tahap, dengan total nilai mencapai Rp 296,81 miliar dan total hak opsi saham mencapai 287.216.924 saham.
“Periode pelaksanaan adalah 30 hari bursa terhitung sejak 24 Agustus 2024,” kata Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Sabtu (17/8/2024).
Untuk tahap pertama, jumlah hak opsi yang dilaksanakan sebanyak 35.057.773 lembar dengan harga Rp 684 per saham, atau total senilai Rp 22,7 miliar. Kitty menyebut, hak opsi yang belum dilaksanakan pada tahap ini dapat dilakukan pada periode berikutnya.
Sementara pada tahap kedua, jumlah hak opsi yang disiapkan mencapai 252.159.151 lembar saham atau total mencapai Rp 274,09 miliar. Gambaran saja, Management and Employee Stock Option Program atau MESOP adalah program yang memungkinkan manajemen dan karyawan memiliki saham perusahaan.
Dalam pelaksanaan aksi tersebut, perseroan merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019.
Perseroan juga mengacu pada Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00101/BEl/12-2021 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Serta Surat Edaran Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. SE-00002/BEl/03-2020 perihal Tata Cara Pelaksanaan Program Kepemilikan Saham tertanggal 2 Maret 2020.
