Kritik Tajam Najwa Shihab soal Penggunaan Kata Oknum yang Viral Bersama Kasus Novia Widyasari

Najwa Shihab berbagi perspektif soal marak pemakaian kosakata oknum yang belakangan marak digunakan.

oleh Wayan Diananto diperbarui 06 Des 2021, 22:15 WIB
Diterbitkan 06 Des 2021, 14:00 WIB
Najwa Shihab.
Najwa Shihab berbagi perspektif soal marak pemakaian kosakata oknum yang belakangan marak digunakan. (Foto: Instagram @najwashihab)

Liputan6.com, Jakarta Jika senggang, silakan masukkan kata oknum ke mesin pencari Google lalu klik tombol search. Lihat, berita apa yang kemudian muncul. Isinya tak jauh berita Randy Bagus yang tersangkut kasus meninggalnya Novia Widyasari.

Kata oknum beberapa pekan terakhir marak digunakan dan ini membuat sejumlah pihak gerah. Salah satunya Najwa Shihab. Tuan rumah Mata Najwa menuangkan kegelisahan terkait penggunaan kata oknum.

 

Minggu (5/12/2021), Najwa Shihab mengunggah tangkapan layar cuitan akun Twitter @zenrs isinya, “Untuk setiap aib yang tidak mungkin diakui, bahasa Indonesia menyediakan jalan ke luar yang menyebalkan: oknum.”

 

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Oknum oh, Oknum

Najwa Shihab.
Najwa Shihab buka suara soal pemakaian kata oknum yang melekat pada kasus Novia Widyasari. (Foto: Instagram @najwashihab)

Merespons cuitan ini, Najwa Shihab berbagi perspektif mengapa kata oknum yang viral belakangan ini tak membuatnya nyaman. Oknum dosen, oknum polisi, dan entah ke depan oknum apalagi.

Oknum. Demi #NamaBaikKampus, atau nama-nama institusi lainnya (you name it), sangat mudah oknum dikambinghitamkan untuk hal-ihwal yang sebenarnya bersifat struktural,” cuitnya sebagai status teks.


Situasi Sudah Sistemik

Unggahan Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)
Unggahan Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)

Jika situasinya sudah sistemik, niscaya akan muncul pengulangan-pengulangan, sehingga lama-lama peng-oknum-an pasti tak memadai lagi untuk menjaga nama baik institusi mana pun,” Najwa Shihab menyambung.

Putri cendikiawan Muslim Quraish Shihab melanjutkan, kata oknum yang belakangan ini viral, sebenarnya praktik mengakui sekaligus menyangkal suatu perkara dalam konteks negatif.


Jika Dibahasakan

Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)
Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)

Jika dibahasakan dalam sebuah kalimat, kira-kira hasilnya begini: Memang ada yang salah [mengakui], tapi itu cuma secuil saja [penyangkalan], itu tidak menggambarkan kami yang sebetulnya,” ia mengulas.

Najwa Shihab tidak secara spesifik mengaitkan kata oknum dengan citra institusi universitas tertentu atau kepolisian negara anu. Ia berbagi perpesktif untuk memperbaiki sistem dalam masyarakat.


Untuk Memperbaiki Keadaan

Najwa Shihab.
Najwa Shihab. (Foto: Instagram @najwashihab)

Untuk memperbaiki keadaan dibutuhkan kesadaran, juga pengakuan, bahwa kondisinya memang tidak baik-baik saja,” selebritas kelahiran Makassar, 16 September 1977.

Musykil terjadi perbaikan serius jika kondisi yang tidak baik-baik saja malah ditutup-tutupi. Semakin gigih usaha menutup-nutupi, kita akan makin jauh dari jalan terang perbaikan,” pungkas Najwa Shihab.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya