Penyebab Harga Bitcoin Anjlok, Haruskah Investor Khawatir?

Ketidakpastian ekonomi global, peretasan Bybit, dan sentimen pasar negatif menjadi penyebab utama anjloknya harga Bitcoin akhir-akhir ini.

oleh Agustin Setyo Wardani Diperbarui 26 Feb 2025, 14:00 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 14:00 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Vadim Artyukhin/Unsplash)
Ilustrasi bitcoin (Foto: Vadim Artyukhin/Unsplash)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin tengah anjlok. Data dari CoinMarketCap, per Rabu, 26 Februari 2025, dari berbagai platform pertukaran mata uang kripto, saat ini harga Bitcoin mencapai di bawah USD 90.000 atau di rentang USD 88.425.

Harga Bitcoin menurut platform Pintu adalah Rp 1.455.145.607 atau turun 3,63 persen dibandingkan sehari lalu.

Lantas, apakah penyebab harga Bitcoin anjlok? Mengutip ABC News, Rabu (26/2/2025), mata uang kripto pertama dan terpopuler ini memasuki level terendahnya sejak November lalu.

Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran tarif dan ekonomi yang juga memengaruhi harga saham di NASDAQ dan mata uang kripto.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebutkan, tarif Kanada dan Meksiko mulai diberlakukan minggu depan.

Harga Bitcoin sebelumnya melonjak di atas USD 100.000 setelah Trump terpilih sebagai presiden. Kala itu, ada keyakinan bahwa pemerintahan Trump bakal memberlakukan regulasi yang ramah terhadap mata uang kripto.

Pasalnya selama masa kampanye, Trump mendukung mata uang kripto dan berjanji akan menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia.

Sayangnya yang terjadi, peningkatan tarif hingga ketidakpastian ekonomi global membuat kekhawatiran akan investasi di mata uang kripto dan justru menurunkan harga Bitcoin dkk secara drastis.

 

 

Investor Jual Bitcoin hingga Mata Uang Kripto Lainnya

Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Thought Catalog)
Ilustrasi bitcoin (Foto: Unsplash/Thought Catalog)... Selengkapnya

Penjualan mata uang kripto Bitcoin dan lainnya, termasuk Ethereum serta Solana pun meningkat.

Presiden Heritage Capital Paul Schatz, kepada ABC News, menuturkan, "Tema risk-on kini menjadi risk-off, hal ini dibuktikan oleh obligasi yang menguat menjadi tempat berlindung aman bagi para investor."

Dia juga berkata, mata uang kripto sebelumnya bertahan dengan baik sebagai instrumen investasi. Namun, ada terlalu banyak investor kripto yang memanfaatkannya sebagai cara aman dan kini justru mengalami pukulan telak.

Sekadar informasi, sejak pelantikan Trump, nilai Bitcoin turun sekitar 20 persen. Putra Presiden Trump, Eric Trump, mengunggah postingan di X alias Twitter pada Selasa, kemarin.

"Beli saat harga sedang turun!!!," tulisnya, sembari mengganti huruf B dengan simbol Bitcoin.

Peretasan Platform Penukaran Kripto Bybit Picu Ketidakpercayaan Investor

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)
Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)... Selengkapnya

Selain karena kondisi ekonomi di AS, turunnya harga Bitcoin juga ditengarai karena adanya peretasan di platform penukaran kripto Bybit. Sebelumnya beberapa investor kripto terguncang oleh pencurian mata uang digital senilai USD 1,5 miliar di bursa saham Bybit yang berbasis di Dubai.

Peneliti keamanan pun meyakini kalau peretasan Bybit dan sejumlah peretasan kripto lain didalangi oleh Korea Utara.

Sementara, salah satu CEO sekaligus pendiri platform Bybit, Ben Zhou, dalam keterangannya menyebut, "Bybit sepenuhnya mendukung semua aset pelanggan yang dipercayakan pada platform kami, dengan mempertahankan rasio dinamis lebih dari 1:1. Pelanggan kami berhak mendapatkan tingkat komitmen yang sama."

Bukan hanya itu, skandal kripto yang melibatkan presiden Argentina juga menambah kekhawatiran investor tentang kerentanan dari investasi mata uang kripto.

Sebelumnya, Presiden Argentina Javier Milei menghadapi penyelidikan korupsi terkait promosi koin meme LIBRA, yang harganya meroket dan kemudian anjlok setelah ia mempostingnya di X.

 

Lipsus Bitcoin
Infografis bitcoin (Liputan6.com/Triyasni)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya