Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tenggat waktu larangan aplikasi TikTok yang semakin dekat, Amazon dilaporkan telah memasuki arena persaingan untuk mengakuisisi platform video pendek tersebut.
Menurut laporan The New York Times, raksasa ritel itu mengajukan "tawaran di menit terakhir" dan telah menghubungi Wakil Presiden JD Vance serta Menteri Perdagangan Howard Lutnick terkait proposal tersebut.
Diwartakan Engadget, Kamis (3/4/2025), motif di balik langkah Amazon yang terkesan mendadak ini masih belum jelas.
Advertisement
TikTok saat ini menghadapi tenggat waktu 5 April 2025 untuk mencapai kesepakatan, meskipun Presiden Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan.
The New York Times melaporkan bahwa pejabat Gedung Putih tampaknya tidak "secara serius" mempertimbangkan tawaran potensialnya dianggap kecil. Amazon menolak memberikan komentar terkait hal ini.
Amazon bergabung dengan sejumlah perusahaan dan investor lain yang telah mengajukan tawaran. Kelompok tersebut salah satunya mencakup YouTuber MrBeast (didukung oleh grup yang melibatkan CEO Roblox David Baszucki).
Ada juga pendiri Reddit Alexis Ohanian (yang bergabung dengan kelompok investor yang dikenal sebagai "Project Liberty"), dan Perplexity AI yang mengusulkan integrasi video pendek ke dalam mesin pencari mereka.
Meskipun tenggat waktu hanya tinggal beberapa hari lagi, kepastian mengenai masa depan TikTok masih belum jelas. Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengumumkan kesepakatan sebelum tenggat waktu pada Sabtu besok, waktu setempat.
Donald Trump: Microsot Bidik Akuisisi TikTok
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi TikTok.
Namun, baik pihak Microsoft maupun TikTok tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait rencana akuisisi tersebut.
Mengutip South China Morning Post, Selasa (28/1/2025), Donald Trump sebelumnya mengatakan, ia sedang berdiskusi dengan beberapa pihak terkait pembelian TikTok.
Ia memperkirakan keputusan tentang masa depan aplikasi media sosial tersebut akan rampung dalam 30 hari ke depan.
"Saya telah berbicara dengan banyak orang tentang TikTok dan ada minat yang besar terhadap TikTok," kata Trump kepada wartawan di Air Force One selama penerbangan ke Florida.
TikTok, yang memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS sempat menghadapi penutupan sesaat sebelum undang-undang yang mengharuskan ByteDance untuk menjualnya dengan alasan keamanan nasional atau menghadapi larangan mulai berlaku pada 19 Januari 2025.
Berdasarkan kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Gedung Putih, pemilik TikTok yang berbasis di China, ByteDance, akan tetap memiliki saham di perusahaan tersebut, tetapi pengumpulan data dan pembaruan perangkat lunak akan diawasi oleh Oracle, yang telah menyediakan fondasi infrastruktur Web TikTok, menurut laporan seorang sumber terkait.
Namun, Trump mengatakan bahwa ia belum berbicara dengan bos Oracle, Larry Ellison terkait pembelian TikTok.
"Tidak, tidak dengan Oracle. Banyak orang berbicara kepada saya, orang-orang yang sangat penting, tentang pembeliannya dan saya akan membuat keputusan itu mungkin dalam 30 hari ke depan. Kongres telah memberikan waktu 90 hari. Jika kita dapat menyelamatkan TikTok, saya pikir itu akan menjadi hal yang baik," terang Trump.
Advertisement
Miliarder hingga Seleb Youtube Bersaing Akuisisi TikTok
Seorang sumber mengatakan ketentuan kesepakatan potensial dengan Oracle masih bisa berubah dan kemungkinan akan berubah.
Pihak lain yang bersaing untuk mengakuisisi TikTok, termasuk kelompok investor yang dipimpin oleh miliarder Frank McCourt dan Jimmy Donaldson, yang lebih dikenal sebagai bintang YouTube Mr. Beast.
Berdasarkan ketentuan kesepakatan data TikTok, Oracle akan bertanggung jawab untuk menangani masalah keamanan nasional.
TikTok awalnya membuat kesepakatan dengan Oracle pada tahun 2022 untuk menyimpan informasi pengguna AS guna meredakan kekhawatiran Washington tentang campur tangan pemerintah China.
Dipastikan juga, mnajemen TikTok tidak akan diganti untuk mengoperasikan aplikasi video pendek tersebut, menurut salah satu sumber.
Infografis Larangan Aplikasi TikTok di 10 Negara Plus Uni Eropa. (Liputan6.com/Trieyasni)
Advertisement
