Liputan6.com, Jakarta MasterCard, perusahaan penyedia layanan transaksi keuangan, membukukan pertumbuhan volume pendapatan bruto untuk bisnis kartu prabayar sebesar 40%.
Jason Tymms, Kepala Bisnis Kartu Prabayar MasterCard untuk Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika mengungkapkan pertumbuhan tersebut dibukukan untuk periode akhir 2013 dibanding akhir 2012.
“Pendorong pertumbuhan itu karena adanya kerjasama strategis dengan beberapa pihak,” jelasnya seperti tertulis dalam siaran pers, Jumat (11/4/2014).
Advertisement
Kerjasama tersebut antara lain peluncuran 13 juta kartu penduduk bekerjasama dengan Pemerintah Nigeria. Dalam kerjasama ini, kartu tanda penduduk Nigeria dipasang teknologi kartu prabayar sehingga memungkinkan pemiliknya untuk transaksi seperti deposit, tarik tunai dan pembayaran online.
Di India, MasterCard meluncurkan kartu ponsel prabayar yang memungkinkan pelanggan salah satu provider telekomunikasi melakukan transaksi e-commerce, memesan karcis film atau tiket pesawat terbang menggunakan perangkat seluler.
MasterCard juga bekerja sama dengan Pemerintah Chhattisgarh dan the Central Bank of India untuk meluncurkan kartu prabayar mahasiswa untuk distribusi beasiswa. Kerjasama ini memungkinkan distribusi dana beasiswa secara cepat dan aman bagi para mahasiswa yang menerima pembayaran melalui ATM di seluruh penjuru negeri.