Batas Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha dan Manfaatnya untuk Rezeki

Seperti ibadah lainnya, sholat dhuha memiliki batas waktu dalam pelaksanaannya yaitu waktu yang diperbolehkan dan waktu yang dilarang.

oleh Silvia Estefina Subitmele Diperbarui 25 Mar 2025, 14:03 WIB
Diterbitkan 25 Mar 2025, 13:43 WIB
tata cara sholat dhuha
tata cara sholat dhuha ©Ilustrasi dibuat oleh AI.... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Memulai hari dengan kebiasaan baik, seperti melaksanakan sholat Dhuha, dapat mendatangkan keberkahan. Ibadah ini tidak memerlukan waktu lama, cukup beberapa menit sebelum memulai aktivitas harian.

Sholat Dhuha dikenal sebagai salah satu amalan yang dapat membuka pintu rezeki. Sholat sunnah ini dilakukan pada pagi hari dan diyakini memberikan energi positif untuk menjalani hari dengan penuh semangat. Agar semakin sempurna, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan doa sebagai bentuk penyempurnaan ibadah.

يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

Artinya: "Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari." (HR. Tirmidzi)

Seperti halnya ibadah lain, sholat Dhuha memiliki waktu pelaksanaan yang sudah ditetapkan agar tidak berdekatan dengan sholat wajib. Berikut adalah penjelasan mengenai waktu pelaksanaannya, sebagaimana dikutip dari laman zakat.or.id pada Selasa (25/3/2025).

Promosi 1

Waktu Sholat Dhuha Agar Mendapatkan Rezeki

cara sholat dhuha 4 rakaat
cara sholat dhuha 4 rakaat ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Rezeki baik dalam bentuk materi maupun non-materi, adalah rahasia Allah. Menurut Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur'an tentang Zikir dan Doa, sikap manusia yang terlalu angkuh atau sebaliknya, terlalu pasrah, bukanlah sikap yang tepat. Zikir dan doa merupakan bentuk pengakuan bahwa manusia sepenuhnya bergantung kepada Allah. Oleh karena itu, tugas kita adalah berusaha dan berdoa agar memperoleh rezeki yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Dalam buku tersebut, Quraish Shihab menjelaskan bahwa melalui zikir dan doa, seseorang akan menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Allah. Kesadaran ini membangun rasa ketergantungan kepada-Nya, sehingga doa harus dipanjatkan dengan ketulusan dan keikhlasan agar mendapatkan ridha-Nya.

Sudah saatnya kita menghilangkan pemikiran yang meremehkan kekuatan doa. Keseimbangan antara usaha dan ibadah sangatlah penting. Salah satu bentuknya adalah dengan meluangkan waktu untuk shalat dan berzikir di waktu Dhuha. Memang, menjalankannya secara konsisten bisa terasa sulit, terutama saat kesibukan melanda. Namun, kesan bahwa hal tersebut menyita waktu sebenarnya hanya pola pikir yang dipengaruhi oleh hustle culture.

Hustle culture adalah gaya hidup yang mendorong seseorang untuk bekerja tanpa henti demi meraih validasi dari orang lain maupun diri sendiri. Akibatnya, muncul pola pikir bahwa setiap menit harus digunakan untuk hal yang produktif, bahkan hingga melupakan ibadah. Mengutip dari dompetdhuafa.org, shalat Dhuha bukan hanya menjadi sarana menjemput rezeki yang penuh berkah, tetapi juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu jika dilakukan secara rutin. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:

"Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan". (HR. Ibnu Majah)

Berikut adalah waktu-waktu untuk sholat Dhuha:

1. Batas Awal Sholat Dhuha

Setelah matahari terbit secara utuh. Menurut para ulama, 15 menit setelah matahari syuruq (terbit) karena posisinya mulai meninggi. Maka, batas awal aman untuk melakukan sholat Dhuha yaitu jam 08.00 pagi.

2. Waktu Terlarang Sholat Dhuha

Ada tiga waktu haram untuk melakukan sholat Dhuha. Pertama, sesudah sholat subuh hingga saat matahari masih di fase terbit. Lalu kedua, saat memasuki waktu zuhur hingga matahari tergelincir ke arah barat. Ketiga, pada waktu matahari hampir terbenam.

Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:

"Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit, matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya". (HR. Nasai')

3. Waktu Terbaik Sholat Dhuha 

Waktu terbaik untuk melakukan sholat Dhuha adalah dari jam 08.00 pagi hingga 11.00 siang. Dhuha berakhir saat matahari memasuki waktu zuhur.

 

Keutamaan Sholat Dhuha

arti doa sholat dhuha
arti doa sholat dhuha ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

1. Mengikuti Sunah Rasulullah SAW, Wasiat Nabi kepada Abu Hurairah

أوْصاني خَلِيلي – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى، وَأنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أنَامَ

Artinya: “Kekasihku Rasulullah saw berwasiat kepadaku untuk melaksanakan tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari).

2. Bersih dari Dosa

Sholat dhuha menjadikan pribadi yang bersih dari dosa sehingga memungkinkan doa mudah dikabulkan olehAllah SWT. Rasulullah saw bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barang siapa menjaga sholat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan”. (HR. Hakim).

3. Kebutuhan Dicukupkan Oleh Allah

Dalam hadis qudsi disebutkan, bahwa orang yang mendirikan sholat dhuha maka kebutuhannya akan dicukupi oleh Allah SWT.

اِبْنَ آدَمَ ، اِرْكَعْ لِيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka AKu akan mencukupimu di sisa harimu”. (HR. Ahmad).

Jumlah rakaat sholat dhuha minimal dua rakaat. Sebaiknya dilakukan empat rakaat. Adapun yang paling sempurna adalah dilakukan enam rakaat dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.

Sholat dhuha boleh dilakukan empat rakaat dengan sekali salam, namun paling utama adalah dua rakaat-dua rakaat salam.

4. Tidak Termasuk Golongan yang Lalai

Orang yang melaksanakan sholat dhuha tidak dimasukkan oleh Allah golongan orang yang lengah atau lalai dalam mencari rahmat Allah.

“Rasulullah saw bersabda, orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai.” (HR. Baihaqi dan An-Nasa’i).

5. Dianggap sebagai Sholat Awwabin

Keutamaan sholat dhuha berikutnya adalah orang yang mengerjakan sholat dhuha maka ia tergolong hamba-hamba yang taat. Keterangan ini dijelaskan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berkata:

“Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan sholat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat dhuha karena ia adalah sholat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaimah).

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya