Liputan6.com, Jakarta - Sholat Dhuha, sholat sunnah yang dianjurkan, memiliki banyak keutamaan. Banyak muslim ingin mendapatkan keberkahan dan pahala tambahan dengan memahami doa sholat Dhuha lengkap, termasuk bacaan Arab, Latin, artinya, dan tata caranya.
Doa ini dibaca setelah melaksanakan sholat Dhuha, ibadah sunnah yang dilakukan setelah matahari terbit dan sebelum waktu Dzuhur. Memahami doa ini penting untuk memperkaya ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Advertisement
Baca Juga
Waktu pelaksanaan sholat Dhuha idealnya antara pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, meskipun pendapat ulama berbeda-beda. Jumlah rakaat sholat Dhuha fleksibel, minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, namun yang paling dianjurkan adalah dua atau empat rakaat.
Selain tata cara sholatnya, membaca doa setelah sholat Dhuha juga dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan dan pahala yang lebih maksimal.
Pemahaman tentang doa sholat Dhuha lengkap sangat penting bagi umat Muslim yang ingin meningkatkan kualitas ibadahnya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Kamis (27/3/2025).
Doa Sholat Dhuha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Melansir dari berbagai sumber seperti MUI dan buku-buku fiqih, terdapat beberapa doa yang dapat dibaca setelah sholat Dhuha. Berikut beberapa contohnya:
Doa 1:
Arab: اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ.
Latin: Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.
Arti: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”
Doa 2:
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.
Latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Arti: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampuni lah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Doa 3:
Arab: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ
Latin: Allahummaghfirlii Watub 'alayya, innaka antat-tawwaabur rohiim
Arti: "Ya Allah, ampuni lah aku dan terima lah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Advertisement
Tata Cara Sholat Dhuha dan Bacaannya
Melansir dari berbagai sumber, seperti buku panduan sholat dan ceramah ulama, tata cara sholat Dhuha pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Yang membedakan adalah waktu pelaksanaannya dan niatnya.
-
Niat: Niat dilakukan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Contoh niat dua rakaat: "Usholli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'aalaa" (Saya niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala).
Ubah "rak'ataini" menjadi "arba'a rak'aat" untuk empat rakaat, dan seterusnya sesuai jumlah rakaat yang dikerjakan. Membaca niat dengan khusyuk dan tulus sangat penting untuk mendapatkan keberkahan dari sholat Dhuha. Keikhlasan dalam berniat akan meningkatkan kualitas ibadah kita.
Membaca niat dengan khusyuk dan tulus merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan sholat Dhuha. Dengan niat yang tulus, kita berharap agar sholat yang kita kerjakan dapat diterima oleh Allah SWT dan memberikan manfaat bagi kita. Keikhlasan dalam berniat akan meningkatkan kualitas ibadah kita dan mempererat hubungan kita dengan Allah SWT.
-
Takbiratul ihram: Allahu Akbar. Takbiratul ihram merupakan awal dari sholat dan menandai dimulainya ibadah kita kepada Allah SWT. Dengan mengucapkan takbir, kita menyatakan kesiapan kita untuk melaksanakan sholat dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.
Setelah mengucapkan takbiratul ihram, kita melanjutkan sholat dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek lainnya. Membaca Al-Fatihah dan surat-surat pendek merupakan rukun sholat yang harus dipenuhi. Membaca dengan tartil dan memahami maknanya akan menambah kekhusyukan dan pahala ibadah kita.
-
Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek: Pada setiap rakaat, kita membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek dari Al-Quran. Dianjurkan membaca surat Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan surat As-Syams pada rakaat kedua (jika empat rakaat). Memilih surat-surat pendek yang mudah dihafal dan dipahami akan memudahkan kita dalam melaksanakan sholat Dhuha.
Membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat pendek lainnya dengan tartil dan penuh penghayatan akan menambah kekhusyukan dan pahala ibadah kita. Memahami makna dari ayat-ayat yang dibaca akan semakin mempererat hubungan kita dengan Allah SWT. Sholat Dhuha yang dikerjakan dengan khusyuk dan penuh penghayatan akan memberikan keberkahan dan pahala yang lebih besar.
-
Ruku', I'tidal, Sujud, Tasyahhud Awal dan Akhir, Salam: Dilakukan sesuai gerakan sholat pada umumnya. Gerakan-gerakan sholat ini harus dilakukan dengan khusyuk dan tertib. Ketepatan dan kesempurnaan dalam melakukan gerakan-gerakan sholat akan menambah nilai ibadah kita di sisi Allah SWT.
Melakukan gerakan-gerakan sholat dengan khusyuk dan tertib akan menambah kekhusyukan dan pahala ibadah kita. Ketepatan dan kesempurnaan dalam melakukan gerakan-gerakan sholat akan menambah nilai ibadah kita di sisi Allah SWT. Sholat Dhuha yang dikerjakan dengan khusyuk dan tertib akan memberikan keberkahan dan pahala yang lebih besar.
Keistimewaan Sholat Dhuha dan Dalilnya
Sholat Dhuha memiliki berbagai keutamaan yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits. Amalan sunnah ini memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun duniawi. Berikut beberapa keistimewaan sholat Dhuha dan dalilnya:
-
Mencukupi Kebutuhan: Allah akan mencukupi kebutuhan kita di hari itu. Hadits Qudsi dari Abu Darda, bahwa, 'Allah berfirman, 'Wahai Anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang hari (dhuha), maka akan Aku cukupkan bagimu sampai akhir siangnya.'(HR Tirmidzi).
Sholat Dhuha sebagai sarana untuk memohon kecukupan rezeki dan kebutuhan hidup sehari-hari. Kepercayaan ini didasari oleh hadits yang menyebutkan bahwa Allah akan mencukupi kebutuhan orang yang mengerjakan sholat Dhuha.
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha memiliki keutamaan dalam mencukupi kebutuhan hidup kita. Dengan melaksanakan sholat Dhuha, kita memohon kepada Allah SWT untuk mencukupi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Kepercayaan ini didasari oleh hadits yang menyebutkan bahwa Allah akan mencukupi kebutuhan orang yang mengerjakan sholat Dhuha.
-
Pengganti Sedekah: Sholat Dhuha dianggap sebagai sedekah dari setiap persendian tubuh. Rasulullah bersabda: 'Di setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.' (HR Muslim).
Sholat Dhuha sebagai pengganti sedekah dari setiap persendian tubuh kita. Dengan melaksanakan sholat ini, kita telah bersedekah melalui setiap anggota tubuh kita kepada Allah SWT.
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha memiliki keutamaan sebagai pengganti sedekah. Dengan melaksanakan sholat ini, kita telah bersedekah melalui setiap anggota tubuh kita kepada Allah SWT. Ini menunjukkan betapa besarnya manfaat sholat Dhuha, bahkan dapat menggantikan sedekah yang kita berikan.
-
Diampuni Dosa: Dosa-dosa akan diampuni, bahkan jika sebanyak buih di lautan. Rasulullah bersabda: “Siapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).
Sholat Dhuha sebagai sarana untuk memohon ampunan dosa kepada Allah SWT. Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya ampunan Allah SWT bagi hamba-Nya yang rajin mengerjakan sholat Dhuha.
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya ampunan Allah SWT bagi hamba-Nya yang rajin mengerjakan sholat Dhuha. Dengan melaksanakan sholat Dhuha, kita memohon ampunan dosa kepada Allah SWT, dan hadits ini menjanjikan pengampunan dosa sebanyak buih di lautan.
-
Membangunkan Rumah di Surga: Bagi yang rajin mengerjakannya. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634).
Sholat Dhuha sebagai bekal untuk mendapatkan rumah di surga. Keutamaan ini memotivasi kita untuk rajin melaksanakan sholat Dhuha sebagai bekal di akhirat kelak.
Hadits ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki pahala yang besar. Dengan rajin melaksanakan sholat Dhuha, kita berharap mendapatkan pahala berupa rumah di surga sebagai tempat tinggal kita di akhirat kelak.
-
Pahala Seperti Haji dan Umrah: Beberapa hadits menyebutkan pahala sholat Dhuha setara dengan pahala haji dan umrah.
Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa Sholat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari kemudian sholat 2 raka’at, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (Hasan: Shahih At-Tirmidzi, no. 480, 586; Shahih At-Targhib wa AT-Tarhib, no. 464; Ash-Shahihah, no. 3403). Sholat Dhuha memiliki pahala yang setara dengan pahala haji dan umrah. Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang akan kita peroleh dengan melaksanakan sholat Dhuha.
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang akan kita peroleh dengan melaksanakan sholat Dhuha. Pahala yang setara dengan haji dan umrah menunjukkan betapa pentingnya sholat Dhuha sebagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Advertisement
