Liputan6.com, Jakarta Indische Partij merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Didirikan pada tahun 1912, organisasi ini menjadi pelopor dalam menyuarakan semangat nasionalisme dan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Namun, apa sebenarnya tujuan utama didirikannya Indische Partij? Mari kita telusuri lebih dalam mengenai sejarah, tokoh-tokoh, dan perjuangan organisasi ini dalam membangkitkan kesadaran nasional bangsa Indonesia.
Latar Belakang Berdirinya Indische Partij
Indische Partij lahir di tengah kondisi masyarakat Hindia Belanda yang mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan ketidakadilan. Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan yang membagi-bagi masyarakat berdasarkan ras dan status sosial. Hal ini menciptakan kesenjangan yang lebar antara kaum pribumi, Indo-Eropa, dan Belanda totok.
Beberapa faktor yang melatarbelakangi berdirinya Indische Partij antara lain:
- Adanya diskriminasi rasial yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda
- Kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin melebar antara pribumi dan kaum Eropa
- Terbatasnya akses pendidikan bagi masyarakat pribumi
- Munculnya kesadaran nasional di kalangan kaum terpelajar pribumi
- Keinginan untuk memperjuangkan hak-hak politik bagi seluruh penduduk Hindia Belanda
Di tengah kondisi tersebut, sekelompok intelektual yang terdiri dari pribumi dan Indo-Eropa menyadari perlunya dibentuk suatu wadah perjuangan untuk melawan ketidakadilan. Mereka kemudian berinisiatif mendirikan sebuah organisasi politik yang bertujuan mempersatukan seluruh golongan masyarakat di Hindia Belanda.
Advertisement
Tokoh-Tokoh Pendiri Indische Partij
Indische Partij didirikan oleh tiga tokoh yang dikenal dengan sebutan "Tiga Serangkai", yaitu:
1. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)
Douwes Dekker merupakan seorang keturunan Indo-Belanda yang lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada tahun 1879. Ia adalah keponakan dari Eduard Douwes Dekker, penulis novel terkenal "Max Havelaar". Douwes Dekker dikenal sebagai seorang jurnalis dan aktivis politik yang vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah kolonial. Ia menjadi motor penggerak utama dalam pendirian Indische Partij.
2. Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo
Tjipto Mangoenkoesoemo adalah seorang dokter dan aktivis politik kelahiran Ambarawa, Jawa Tengah. Ia merupakan lulusan STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dan pernah aktif dalam organisasi Boedi Oetomo. Tjipto dikenal sebagai tokoh yang kritis terhadap feodalisme Jawa dan sistem kolonial Belanda. Pemikiran-pemikirannya banyak mempengaruhi arah perjuangan Indische Partij.
3. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara)
Soewardi Soerjaningrat merupakan bangsawan Pakualaman yang kemudian lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1889. Soewardi adalah seorang jurnalis dan aktivis pendidikan yang memiliki pemikiran progresif. Kontribusinya dalam Indische Partij terutama dalam bidang propaganda dan penulisan artikel-artikel kritis.
Ketiga tokoh ini memiliki latar belakang yang berbeda namun dipersatukan oleh visi yang sama untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan bagi seluruh penduduk Hindia Belanda. Mereka berperan besar dalam merumuskan ideologi dan program-program Indische Partij.
Tujuan Utama Indische Partij
Sebagai organisasi pergerakan nasional pertama yang bersifat politik, Indische Partij memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
1. Membangun Rasa Patriotisme dan Nasionalisme
Tujuan paling mendasar dari Indische Partij adalah membangkitkan rasa cinta tanah air dan kesadaran berbangsa di kalangan penduduk Hindia Belanda. Organisasi ini berupaya menanamkan pemahaman bahwa seluruh penduduk, baik pribumi maupun keturunan asing, memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga Hindia.
2. Memperjuangkan Kemerdekaan
Indische Partij secara tegas menyatakan bahwa tujuan akhir perjuangan mereka adalah kemerdekaan Hindia Belanda dari penjajahan. Mereka menuntut pemerintahan sendiri (zelfbestuur) yang bebas dari campur tangan kolonial Belanda.
3. Menghapuskan Diskriminasi Rasial
Salah satu fokus utama Indische Partij adalah menentang kebijakan diskriminatif pemerintah kolonial yang membeda-bedakan penduduk berdasarkan ras. Mereka memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua golongan masyarakat di Hindia Belanda.
4. Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
Indische Partij juga memiliki program-program yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat pribumi, terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Mereka menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kesempatan kerja yang lebih luas bagi penduduk lokal.
5. Memperkuat Persatuan Antar Golongan
Organisasi ini berupaya menyatukan berbagai elemen masyarakat Hindia Belanda, termasuk pribumi, Indo-Eropa, Tionghoa, dan Arab dalam satu identitas nasional. Mereka percaya bahwa persatuan adalah kunci untuk menghadapi dominasi kolonial.
Advertisement
Program dan Strategi Perjuangan Indische Partij
Untuk mencapai tujuan-tujuannya, Indische Partij menerapkan berbagai program dan strategi perjuangan, di antaranya:
1. Propaganda Politik
Indische Partij aktif melakukan propaganda politik melalui berbagai media, terutama surat kabar dan majalah. Mereka menerbitkan surat kabar "De Expres" sebagai corong organisasi untuk menyebarluaskan ide-ide nasionalisme dan kritik terhadap pemerintah kolonial.
2. Pendidikan Politik
Organisasi ini juga fokus pada upaya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat luas. Mereka mengadakan pertemuan-pertemuan dan diskusi untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat.
3. Mobilisasi Massa
Indische Partij berusaha memobilisasi dukungan massa melalui pendirian cabang-cabang di berbagai daerah. Mereka juga mengadakan rapat-rapat umum untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah.
4. Kerjasama Antar Organisasi
Untuk memperkuat gerakan, Indische Partij menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi pergerakan lainnya seperti Sarekat Islam dan Budi Utomo. Mereka berupaya membangun front persatuan dalam menghadapi pemerintah kolonial.
5. Perjuangan Parlementer
Meski bersikap kritis, Indische Partij juga berusaha memperjuangkan aspirasinya melalui jalur parlementer. Mereka menuntut dibentuknya dewan perwakilan rakyat yang demokratis di Hindia Belanda.
Dampak dan Pengaruh Indische Partij
Meskipun usianya relatif singkat, Indische Partij memberikan dampak dan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan nasional Indonesia, antara lain:
1. Membangkitkan Kesadaran Nasional
Indische Partij berhasil memicu tumbuhnya kesadaran nasional di kalangan masyarakat luas. Ide-ide tentang kemerdekaan dan kesetaraan yang mereka sebarkan menjadi inspirasi bagi generasi pergerakan selanjutnya.
2. Pelopor Nasionalisme Modern
Organisasi ini menjadi pelopor dalam mengusung konsep nasionalisme modern yang inklusif, melampaui batas-batas kesukuan dan kedaerahan. Pemikiran ini kemudian menjadi dasar bagi perkembangan nasionalisme Indonesia.
3. Mendorong Radikalisasi Pergerakan
Sikap kritis dan berani Indische Partij dalam menentang pemerintah kolonial mendorong radikalisasi gerakan-gerakan nasionalis lainnya. Hal ini membuat pemerintah Belanda semakin waspada terhadap kebangkitan nasionalisme Indonesia.
4. Inspirasi bagi Organisasi Lain
Meski dibubarkan, semangat perjuangan Indische Partij menginspirasi lahirnya organisasi-organisasi pergerakan baru yang lebih militan seperti Perhimpunan Indonesia di Belanda.
5. Meletakkan Dasar Perjuangan Kemerdekaan
Indische Partij berperan penting dalam meletakkan dasar-dasar ideologis dan strategis bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa selanjutnya. Pemikiran-pemikiran mereka terus hidup dan berkembang dalam gerakan nasionalis hingga Indonesia merdeka.
Advertisement
Tantangan dan Hambatan yang Dihadapi Indische Partij
Dalam perjalanannya, Indische Partij menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, di antaranya:
1. Tekanan dari Pemerintah Kolonial
Pemerintah Belanda memandang Indische Partij sebagai ancaman serius terhadap kekuasaan kolonial. Mereka melakukan berbagai upaya untuk menekan dan membatasi gerak organisasi ini, termasuk penangkapan dan pengasingan para tokohnya.
2. Penolakan Status Badan Hukum
Indische Partij mengalami kesulitan dalam mendapatkan pengakuan resmi sebagai organisasi yang sah. Pemerintah kolonial berulang kali menolak permohonan status badan hukum yang diajukan oleh pengurus partai.
3. Perbedaan Pandangan Internal
Meskipun memiliki tujuan yang sama, terdapat perbedaan pandangan di antara para tokoh Indische Partij mengenai strategi perjuangan yang harus ditempuh. Hal ini kadang menimbulkan gesekan internal dalam organisasi.
4. Keterbatasan Sumber Daya
Sebagai organisasi yang baru berdiri, Indische Partij menghadapi keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun SDM. Hal ini menjadi kendala dalam mengembangkan jangkauan dan aktivitas organisasi.
5. Kurangnya Dukungan Massa
Meski mendapat sambutan positif dari kalangan terpelajar, Indische Partij belum sepenuhnya berhasil meraih dukungan luas dari masyarakat umum. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran politik di kalangan rakyat biasa.
Pembubaran dan Akhir Perjalanan Indische Partij
Perjalanan Indische Partij sebagai organisasi resmi berakhir pada tahun 1913, hanya setahun setelah pendiriannya. Beberapa peristiwa penting yang menandai akhir eksistensi Indische Partij antara lain:
1. Penolakan Status Badan Hukum
Pada Maret 1913, pemerintah kolonial Belanda secara resmi menolak permohonan Indische Partij untuk mendapatkan status badan hukum. Alasannya, organisasi ini dianggap dapat mengancam keamanan dan ketertiban umum.
2. Pengasingan Tiga Serangkai
Sebagai reaksi atas tulisan-tulisan kritis mereka, ketiga tokoh pendiri Indische Partij (Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Soewardi Soerjaningrat) ditangkap dan diasingkan ke Belanda pada Agustus 1913.
3. Pembubaran Resmi
Setelah pengasingan para tokoh utamanya, Indische Partij secara resmi membubarkan diri pada 31 Maret 1913. Kegiatan-kegiatannya kemudian dilanjutkan oleh organisasi Insulinde yang berpusat di Semarang.
4. Transformasi Perjuangan
Meski organisasinya bubar, semangat perjuangan Indische Partij terus hidup. Para tokohnya melanjutkan aktivitas politik mereka melalui berbagai wadah lain, baik di Hindia Belanda maupun di pengasingan.
5. Warisan Ideologis
Pemikiran-pemikiran dan semangat nasionalisme yang disemai oleh Indische Partij terus berkembang dan mempengaruhi gerakan-gerakan nasionalis selanjutnya hingga Indonesia mencapai kemerdekaan.
Advertisement
Pelajaran dan Warisan dari Perjuangan Indische Partij
Meski usianya singkat, perjuangan Indische Partij meninggalkan berbagai pelajaran dan warisan berharga bagi bangsa Indonesia, di antaranya:
1. Pentingnya Persatuan
Indische Partij mengajarkan pentingnya persatuan di antara berbagai golongan masyarakat dalam menghadapi penjajahan. Semangat ini kemudian menjadi dasar bagi konsep persatuan Indonesia.
2. Keberanian Melawan Ketidakadilan
Para tokoh Indische Partij menunjukkan keberanian luar biasa dalam mengkritik dan menentang kebijakan pemerintah kolonial. Sikap ini menjadi teladan bagi generasi pejuang selanjutnya.
3. Peran Penting Pendidikan
Indische Partij menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk membangkitkan kesadaran nasional. Pemikiran ini kemudian diteruskan oleh tokoh-tokoh pendidikan nasional seperti Ki Hajar Dewantara.
4. Kekuatan Media Massa
Penggunaan media massa oleh Indische Partij dalam menyebarkan gagasan-gagasan nasionalisme menunjukkan peran penting pers dalam perjuangan kemerdekaan.
5. Perlunya Strategi Perjuangan yang Adaptif
Pengalaman Indische Partij mengajarkan bahwa gerakan nasionalis perlu mengembangkan strategi perjuangan yang adaptif dan mampu bertahan menghadapi tekanan penjajah.
Kesimpulan
Indische Partij merupakan tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Meski usianya singkat, organisasi ini berhasil meletakkan dasar-dasar ideologis dan strategis bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tujuan utamanya untuk membangun rasa patriotisme, memperjuangkan kemerdekaan, dan menghapuskan diskriminasi rasial menjadi inspirasi bagi gerakan-gerakan nasionalis selanjutnya.
Perjuangan Indische Partij menunjukkan bahwa kesadaran nasional dan cita-cita kemerdekaan telah tumbuh di kalangan intelektual Indonesia sejak awal abad ke-20. Meski menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, semangat yang disemai oleh para tokoh Indische Partij terus hidup dan berkembang hingga akhirnya Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya.
Warisan pemikiran dan perjuangan Indische Partij tetap relevan hingga saat ini. Nilai-nilai persatuan, kesetaraan, dan patriotisme yang mereka perjuangkan masih perlu terus dipupuk untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Sebagai generasi penerus, kita perlu menghargai dan meneladani semangat juang para pendahulu dalam membangun bangsa, seraya terus mengembangkan strategi yang sesuai dengan tantangan zaman.
Advertisement
