Singapura Siapkan Anggaran Rp 55 Triliun untuk Lawan Dampak Virus Corona

Jumlah pasien terinfeksi Virus Corona COVID-19 di Singapura mencapai 77 orang.

oleh Tommy K. Rony diperbarui 19 Feb 2020, 09:28 WIB
Diterbitkan 19 Feb 2020, 09:28 WIB
Ilustrasi Singapura
Ilustrasi Singapura (AP/Wong Maye-E)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah pasien terinfeksi Virus Corona COVID-19 di Singapura mencapai 77 orang. Perekonomian negara tetangga itu juga terdampak persebaran virus.

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura memprediksi pertumbuhan ekonomi negara mereka ada di rentang -0,5 persen dan 1,5 persen. Sektor yang ikut terdampak adalah manufaktur, turisme, dan transportasi.

Dilansir CNBC, Selasa (18/2/2020), pemerintah Singapura mencoba meringankan beban akibat virus Corona dengan menyiapkan 5,6 miliar Singapura atau Rp 55 triliun untuk membantu sektor bisnis dan rumah tangga.

Langkah yang diambil di antaranya menekan angka PHK, upah, dan pajak korporat. Lima sektor utama yang menjadi prioritas adalah turisme, penerbangan, ritel, makanan, dan layanan transportasi.

Pada pemaparan anggaran tahun keuangan 2020-2021, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Heng Swee Keat berkata wabah virus Corona pasti berdampak ke ekonomi Singapura.

Kementerian Keuangan Singapura menjadi yang terdepan melawan virus Corona dan juga dapat anggaran tambahan. Total untuk kementerian ini sebesar 800 juta dolar Singapura atau Rp 7,8 triliun.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Akan Ada Resesi?

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong (AFP)

Ketika wabah SARS terjadi, Singapura juga terdampak berat. Wabah virus Corona sudah lebih parah dari SARS.

"Ini sudah lebih daripada SARS," ujar PM Lee Hisen Loong. Meski demikian, ia enggan berkata tentang adanya resesi.

"Saya tidak bisa bilang apakah akan ada resesi atau tidak. Mungkin saja, tetapi ekonomi kita jelas akan terdampak," ucapnya pada pekan lalu.

Tahun lalu, perekonomian Singapura hanya tumbuh 0,7 persen. Angka itu adalah yang paling rendah sejak 2009.

"Penyebaran wabah belakangan ini telah menambah garam pada luka," ujar ekonom DBS Singapura.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya