Liputan6.com, Washington, DC - Donald Trump mengatakan bahwa Volodymyr Zelenskyy kemungkinan akan mengunjungi Gedung Putih dalam pekan ini untuk menandatangani kesepakatan logam tanah jarang yang akan digunakan untuk membayar bantuan militer Amerika Serikat (AS) selama ini dalam mempertahankan Ukraina dari invasi Rusia.
Pengumuman Trump merujuk pada negosiasi yang berlangsung tegang antara AS dan Ukraina selama beberapa hari terakhir. Zelenskyy mengklaim AS menekan Ukraina untuk menandatangani kesepakatan bernilai lebih dari USD 500 miliar, yang akan sangat membebani Ukraina karena negara tersebut akan dipaksa membayar kembali jumlah yang sangat besar dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan bisa berdampak hingga 10 generasi mendatang.
Advertisement
Baca Juga
"Saya dengar dia akan datang pada Jumat (28/2/2025)," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (26/2). "Tentu saja itu tidak masalah bagi saya jika dia ingin melakukannya."
Advertisement
Menurut Financial Times, yang pertama kali melaporkan kesepakatan ini, syarat-syarat baru dalam kesepakatan tidak lagi mencakup tuntutan yang memberatkan, yaitu hak untuk mendapatkan USD 500 miliar dari potensi pendapatan yang dihasilkan dari eksploitasi sumber daya termasuk logam tanah jarang serta minyak dan gas yang dimiliki oleh Ukraina.
Kerangka kerja kesepakatan ini mencakup pendanaan bersama yang akan digunakan untuk mengembangkan sumber daya mineral Ukraina. Namun, ada pengecualian untuk sumber daya yang sudah berkontribusi pada anggaran negara Ukraina.
Kesepakatan ini justru disebut lebih menguntungkan Ukraina dibandingkan dengan proposal awal yang diajukan oleh AS. Namun, memang kesepakatan ini tidak mencakup jaminan keamanan jangka panjang yang sangat diinginkan oleh Zelenskyy.
Beberapa detail kesepakatan masih belum jelas, salah satunya adalah berapa besar porsi kepemilikan AS dalam pendanaan tersebut.
Ketika ditanya apa yang akan diterima Ukraina dalam kesepakatan ini, Trump menjawab, "USD 350 miliar, peralatan militer, dan hak untuk terus berjuang."
"Kami sudah hampir menyelesaikan negosiasi kesepakatan kami tentang bumi (sumber daya alam) dan berbagai hal lainnya," tambah Trump. "Kami akan mempertimbangkan … keamanan umum untuk Ukraina nantinya. Saya pikir itu tidak akan menjadi masalah. Banyak pihak yang ingin terlibat dan saya sudah berbicara dengan Rusia tentang hal ini. Mereka tampaknya tidak keberatan. Jadi, saya pikir mereka mengerti bahwa mereka tidak akan kembali (mengganggu). Dan begitu kami melakukan ini, mereka tidak akan kembali."
Pemerintah AS maupun Ukraina belum mengonfirmasi mengenai apakah kesepakatan itu telah disepakati.