Protes Layanan Manajemen Properti, Wanita di China Bayar Tagihan dengan Uang Koin

Aksinya yang membuat staf harus menghitung uang selama tiga jam ini pun viral di media sosial.

oleh Benedikta Miranti T.V Diperbarui 25 Mar 2025, 18:34 WIB
Diterbitkan 25 Mar 2025, 18:34 WIB
Ilustrasi uang koin
Ilustrasi uang koin. (Bola.com/Pixabay)... Selengkapnya

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita di Jinan, Provinsi Shandong, China, menjadi viral setelah membayar tagihan manajemen properti dengan ribuan koin sebagai bentuk protes terhadap layanan yang dinilainya buruk. Aksi ini terjadi pada 12 Maret dan menarik perhatian luas di media sosial China.

Wanita bermarga Pi membagikan kisahnya di platform online terkemuka setelah listrik di apartemennya diputus pada 11 Maret. Ketika menghubungi pihak pengelola properti, ia diberitahu bahwa listriknya hanya bisa kembali menyala jika ia membayar tunggakan biaya manajemen properti terlebih dahulu.

"Siapa yang memberi mereka hak untuk memaksa saya membayar biaya manajemen dengan cara membatasi akses listrik?" ujar Pi dengan nada kesal dalam videonya yang viral, seperti dikutip dari laman SCMP, Selasa (25/3/2025). 

Sebagai bentuk protes, Pi menarik 6.000 koin dengan nilai total 650 yuan (sekitar Rp1,4 juta) dari bank. Keesokan harinya, ia membawa koin-koin itu untuk membayar tagihannya.

Awalnya, koin-koin tersebut terikat dalam bundelan berisi sepuluh keping. Namun, Pi dengan sengaja membuka pembungkusnya agar staf manajemen harus menghitung satu per satu.

Pada awalnya, staf menolak menerima pembayaran dalam bentuk uang koin dan meminta Pi untuk menyetorkan uangnya ke bank. Namun, Pi bersikeras dan mengancam akan melaporkan mereka ke polisi. Akhirnya, staf tidak punya pilihan selain menghitung uang tersebut, yang memakan waktu lebih dari tiga jam.

Sepanjang proses itu, Pi tetap berada di kantor pengelola untuk mengawasi perhitungan. Setelah seluruh tagihan terbayar, listrik di apartemennya akhirnya kembali menyala.

 

 

Promosi 1

Bentuk Ketidakpuasan

Ilustrasi Koin
Ilustrasi Koin (Photo by Jonathan Brinkhorst on Unsplash)... Selengkapnya

Pi mengakui bahwa ia sengaja menunda pembayaran karena merasa tidak puas dengan layanan manajemen properti.

"Saya lupa membayar, dan juga tidak mau membayar," ujar Pi dalam videonya.

"Setiap kali saya meminta mereka menyelesaikan masalah di komunitas kami, mereka selalu bilang itu di luar kewenangan mereka. Tapi ketika soal meminta kami membayar biaya manajemen, mereka sangat aktif."

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa penghuni lain telah menggunakan cara serupa sebagai bentuk protes terhadap pengelola properti.

Seorang pengacara dari Henan Zejin Law Firm, Fu Jian, mengatakan bahwa tindakan Pi tidak melanggar hukum karena koin merupakan alat pembayaran yang sah. Namun, ia menilai bahwa tindakan tersebut “tidak wajar”.

Di sisi lain, Fu juga menegaskan bahwa pihak pengelola properti telah melanggar hak Pi dengan membatasi akses listrik sebagai bentuk tekanan untuk membayar tagihan.

 

Kasus Serupa Berujung Denda

Ilustrasi uang koin, uang logam
Ilustrasi uang koin, uang logam. (Bola.com/Hanif Sri Yulianto)... Selengkapnya

Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2022, tetapi dengan konsekuensi yang berbeda. Sebuah perusahaan di Provinsi Hunan diperintahkan untuk membayar gaji dan kompensasi sebesar 10.000 yuan (Rp22,8 juta) kepada seorang karyawan.

Sebagai bentuk perlawanan, perusahaan itu menyiapkan uang dalam bentuk koin seberat 50 kg. Namun, tindakan tersebut dianggap sebagai pemborosan sumber daya hukum, dan perusahaan akhirnya didenda sebesar 5.000 yuan (Rp11,4 juta).

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya