Liputan6.com, Jakarta - Bicara tentang haid atau menstruasi, sebagai wanita kamu tentu sudah tidak asing dengan istilah PMS, bukan? Premenstrual Syndrome atau PMS adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita menjelang menstruasi. PMS mencakup beragam gejala fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik, energi, emosi, dan perilaku wanita dalam siklus menstruasinya.
Gejala PMS dapat berupa perubahan suasana hati, perut kembung, munculnya jerawat, sakit, nyeri, atau kram pada perut, serta gangguan emosi atau mood dan fisik lainnya. Keseimbangan hormon, terutama estrogen dan progesteron, diyakini memainkan peran penting dalam terjadinya sindrom ini. Mengutip Mayo Clinic, diperkirakan, 3 dari 4 perempuan yang tengah menstruasi pernah mengalami beberapa bentuk PMS.
Baca Juga
Gejala PMS biasanya dimulai satu atau dua minggu menjelang menstruasi. Setelah menstruasi, biasanya gejala sindrom pramenstruasihilang. Namun, gejala-gejala tersebut sering kali muncul lagi pada waktu yang sama setiap siklus menstruasi.
Advertisement
Gejala Fisik PMS
Tanda-tanda fisik PMS yang paling umum meliputi:
- Kembung atau perasaan mengandung gas
- Nyeri panggul
- Kelelahan
- Jerawat muncul
- Nyeri payudara
- Sakit kepala
- Diare atau sembelit
Gejala fisik ini dapat bervariasi dari satu wanita ke wanita lainnya. Beberapa wanita mungkin mengalami gejala yang sangat mengganggu, sementara yang lain mungkin hanya merasakan ketidaknyamanan ringan. Meskipun umumnya tidak berbahaya, penting untuk mengenali gejala ini agar dapat mengelola dengan baik.
Menurut Mayo Clinic, gejala PMS cenderung berulang dalam pola yang dapat diprediksi. Namun, perubahan fisik yang dialami bisa bervariasi, mulai dari yang hanya sedikit dikenali hingga yang intens.
Advertisement
Gejala Emosional PMS
Selain gejala fisik, PMS juga dapat menyebabkan berbagai gejala emosional. Tanda-tanda emosional PMS yang paling umum adalah:
- Mudah tersinggung atau menyerang orang lain
- Perubahan suasana hati
- Perubahan gairah seks
- Merasa cemas, sedih, atau sering menangis
- Kabut otak atau kesulitan berkonsentrasi
- Mengidam makanan atau nafsu makan meningkat/menurun
- Sulit tidur (insomnia)
Perubahan suasana hati yang drastis ini sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi wanita yang mengalami PMS. Mereka mungkin merasa tidak berdaya menghadapi emosi yang datang dan pergi tanpa peringatan. Oleh karena itu, penting untuk mencari cara untuk mengelola gejala emosional ini.
Beberapa wanita mungkin merasa terisolasi atau tidak dipahami oleh orang-orang di sekitar mereka. Maka dari itu, berbicara dengan teman, keluarga, atau bergabung dengan kelompok dukungan PMS dapat membantu mengurangi stres dan memberikan strategi koping yang bermanfaat.
Apa Penyebab PMS?
Penyebab pasti dari PMS belum sepenuhnya dipahami, tetapi sebagian besar penyedia layanan kesehatan percaya bahwa PMS terjadi karena perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus menstruasi. Gejala biasanya muncul sekitar masa ovulasi, ketika kadar estrogen dan progesteron meningkat.
Setelah menstruasi dimulai, kadar hormon ini turun selama beberapa hari, dan kemudian akan mulai meningkat lagi. Perubahan hormonal ini mungkin menjadi penyebab PMS. Beberapa orang lebih sensitif terhadap fluktuasi hormonal, yang mungkin menjelaskan mengapa PMS mempengaruhi setiap orang secara berbeda.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi keparahan gejala PMS adalah stres, gaya hidup, dan faktor genetik. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi kesehatan secara keseluruhan dan melakukan perubahan yang diperlukan untuk mengurangi dampak PMS.
Advertisement
Cara Mengatasi PMS
Anda biasanya dapat mengatasi gejala ringan dengan obat yang dijual bebas (OTC). Namun, ada juga beberapa cara lain yang dapat membantu mengurangi atau mengelola gejala sindrom pramenstruasi:
- Berolahraga secara teratur. Olahraga ringan seperti lari atau jalan kaki selama 30 menit sehari dapat menghilangkan stres dan meningkatkan mood.
- Makan makanan yang sehat. Mengurangi makanan asin, berlemak, dan bergula dapat membantu memerangi gejala PMS.
- Tidur cukup. Tidur setidaknya delapan jam dapat membantu mengurangi perasaan mudah tersinggung.
- Mempraktikkan latihan relaksasi. Yoga, meditasi, dan latihan pernapasan dapat membantu menghilangkan stres dan melawan rasa mudah tersinggung.
Jika gejala PMS sangat parah atau mengganggu kualitas hidup, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan evaluasi dan perawatan yang lebih spesifik. Dengan pengetahuan yang tepat dan perawatan yang sesuai, wanita dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif, terlepas dari tantangan yang mungkin muncul.
