Liputan6.com, Jakarta Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Muslim, namun bagi ibu menyusui, menjalankannya bisa menjadi tantangan tersendiri.
Kekhawatiran mengenai kecukupan nutrisi untuk bayi serta daya tahan tubuh ibu kerap menghantui pikiran. Meski Islam memberikan kelonggaran bagi ibu menyusui untuk tidak berpuasa jika khawatir membahayakan kesehatan diri atau bayinya, banyak yang tetap ingin menunaikan ibadah ini dengan penuh keikhlasan.
Advertisement
Baca Juga
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, penting bagi ibu menyusui untuk mempertimbangkan kondisi fisiknya dan kebutuhan nutrisi bayi.
Advertisement
Praktisi kesehatan masyarakat dokter Ngabila Salama mengatakan berpuasa saat menyusui bisa dilakukan dengan aman jika ibu dan bayi dalam kondisi sehat.
Berikut beberapa faktor yang perlu ibu menyusui perhatikan agar tetap sehat selama puasa:
1. Pastikan Kondisi Ibu dan Bayi Sehat
Ngabila mengatakan jika bayi masih di bawah 6 bulan dan ASI eksklusif, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum berpuasa. Beda halnya dengan bayi di atas usia enam bulan alias sudah MPASI dan menyusu lebih jarang, puasa bisa lebih mudah dijalani.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan
Bila dokter sudah memberikan izin ibu menyusui maka pastikan cukupi kebutuhan cairan saat buka dan sahur.
"Minum setidaknya 2-3 liter air per hari (bisa dibagi saat berbuka, sebelum tidur, dan sahur). Hindari minuman berkafein (kopi, teh, soda) karena bisa menyebabkan dehidrasi," kata Ngabila dalam pesan teks yang diterima Liputan6.com.
3. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Ngabila mengugnkapkan bahwa saat makan baik ketika sahur dan berbuka ibu menyusui harus mengonsumsi makanan bergizi.
Sahur terdiri dari
• Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum) agar energi bertahan lebih lama.
• Protein tinggi (telur, ayam, ikan, tahu, tempe) untuk produksi ASI.
• Lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun).
• Buah dan sayur untuk serat dan vitamin.
Lalu, saat berbuka puasa bisa dimulai dengan air putih dan kurma untuk energi cepat.
"Hindari makanan berlemak tinggi dan terlalu manis agar tidak mudah lemas," saran dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Advertisement
4. Perhatikan Produksi ASI
"Perhatikan apakah bayi tetap kenyang dan produksi ASI tidak menurun. Jika bayi terlihat rewel atau ASI berkurang, pertimbangkan untuk berbuka," saran Ngabila.
5. Istirahat yang Cukup
Ibu menyusui juga perlu memperhatikan betul waktu istirahat. Ia menyarankan untuk mengurangi aktivitas berat dan gunakan waktu istirahat sebaik mungkin.
6. Jangan Memaksakan Diri
"Jika merasa lemas, pusing, atau produksi ASI menurun drastis, tidak ada salahnya membatalkan puasa demi kesehatan ibu dan bayi," katanya.
