Konsumsi Air Rebusan Kumis Kucing Cegah Batu Ginjal, Mitos atau Fakta?

Tanaman kumis kucing diyakini oleh masyarakat sebagai salah satu yang bermanfaat untuk kesehatan. Ada yang menyebut rebusan air kumis kucing baik untuk kesehatna.

oleh Benedikta Desideria Diperbarui 28 Feb 2025, 19:00 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 19:00 WIB
Syakir Daulay Mengekstrak Daun Kumis Kucing Jadi Produk Pencerah Kulit
Kumis kucing untuk cegah batu ginjal. foto: istimewa... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) mudah ditemukan di pekarangan rumah. Bukan cuma menghiasi pekarangan tapi sebagian masyarakat menggunakan kumi kucing sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit.

Ada yang menyebut bila merebus tanaman kumis kucing bisa membantu mencegah batu ginjal. Benarkah demikian?

Dokter spesialis urologi konsultan Profesor Ponco Birowo dari RS Siloam ASRI mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai kumis kucing bisa mencegah batu ginjal. Namun, ia mengatakan bahwa tanaman herbal memang memiliki manfaat tapi belum ada kuantifikasi dan standarnya.

"Kalau ada manfaatnya ya ada makanya udah dipakai sejak zaman dulu tapi sayangnya belum ada penelitian lebih lanjut," kata Ponco usai peluncuran Urinary Stone Center RS Siloam ASRI Jakarta. 

Tanaman kumis kucing bersifat diuretik karena ada kandungan senyawa flavonoid di dalamnya. Sehingga dapat meningkaktan pengeluaran urine.

"Kumis kucing itu sifatnya diuretik atau menambah jumlah urine," lanjut Ponco.

Bila masyarkaat ingin mengonsumsi mengonsumsi air rebusan kumis kucing juga tidak apa lantaran tidak berbahaya. "Bahaya sih enggak ada ya," lanjutnya. 

Meski begitu, Ponco mengingatkan bahwa hal penting dalam mencegah batu ginjal adalah dengan minum banyak air putih.

"Tetap minum air putih yang banyak. Paling tidak sehari minum 2-3 liter air putih," kata pria yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Selain itu, banyak bergerak dan rutin berolahraga untuk membantu agar kristal ataupun batu berukuran amat kecil tidak menumpuk di ginjal.

"Saat bergerak, kalau ada batu kan ikut keluar ya," lanjut Ponco.

Promosi 1

Mengenal Tanaman Kumis Kucing

Kumis kucing adalah tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Dinamakan demikian karena bentuk bunganya yang menyerupai kumis kucing.

Kumis kucing bisa tumbuh hingga setinggi dua meter. Helai daun berupa bulat ataupun lojong, lanset, bulat telur ataupun belah ketupat yang diawali dari pangkalnya, dimensi daun panjang 1– 10cm serta lebarnya 7. 5mm– 1. 5cm.

Cara Mengolah Kumis Kucing

Ada beberapa cara mengolah kumis kucing. Cara paling umum adalah dengan merebus daunnya.

Caranya yakni ambil beberapa lembar daun kumis kucing segar atau kering, lalu rebus dengan air secukupnya selama kurang lebih 15-20 menit. Setelah dingin, saring dan minum air rebusannya.

Anda juga bisa mengonsumsi kumis kucing dalam bentuk teh celup atau kapsul yang banyak tersedia di pasaran. Pastikan untuk memilih produk yang berkualitas dan berasal dari sumber terpercaya. Ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

Penting untuk diingat bahwa meskipun kumis kucing aman dikonsumsi, tetap ada kemungkinan efek samping seperti reaksi alergi pada beberapa orang. Jika mengalami reaksi alergi, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.

Penggunaan kumis kucing sebagai obat herbal harus diimbangi dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan istirahat cukup. Kumis kucing bukanlah pengganti pengobatan medis konvensional, melainkan sebagai pengobatan alternatif atau pelengkap.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya