Sholat Lailatul Qadar Jam Berapa Pastinya? Jangan Sampai Terlewat

Sholat Lailatul Qadar: Ketahui waktu terbaik, ciri-ciri malam istimewa, dan amalan untuk meraih keberkahan di bulan Ramadan.

oleh Laudia Tysara Diperbarui 26 Mar 2025, 13:40 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 13:40 WIB
Warga Dubai Sholat Tahajud di Malam Lailatul Qadar
Umat Muslim melaksanakan sholat Tahajud selama Malam Lailatul Qadar pada bulan suci Ramadhan di Masjid Naif di Dubai (5/5/2021). Malam Lailatul Qadar di mana Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad. (AFP/Karim Sahib)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi momen istimewa bagi umat Islam di bulan Ramadan. Pertanyaan "Sholat Lailatul Qadar jam berapa?" sering muncul, karena waktu pastinya memang dirahasiakan Allah SWT.

Namun, anjuran memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam ganjil, memberikan panduan bagi muslim untuk meraih keberkahan malam tersebut. Banyak yang bertanya, kapan tepatnya sholat sunnah Lailatul Qadar dapat dilakukan? Apakah ada waktu yang lebih utama? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan mengulas amalan-amalan yang dianjurkan.

Memahami sholat Lailatul Qadar dan waktu pelaksanaannya penting bagi setiap muslim yang ingin meraih keberkahan malam mulia ini. Mengetahui waktu-waktu yang disarankan, muslim dapat mempersiapkan diri untuk lebih khusyuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sholat Lailatul Qadar bukanlah sholat wajib dengan waktu spesifik, tetapi sebuah kesempatan untuk meraih ampunan dan pahala berlipat ganda. Waktu terbaik untuk sholat Lailatul Qadar sebenarnya adalah sepanjang malam di sepuluh hari terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (26/3/2025).

Sholat Lailatul Qadar Jam Berapa Pastinya?

Malam 25 Ramadan, Ribuan Jamaah Khusyuk Menjemput Lailatul Qadar di Masjid Istiqlal
Mereka menghabiskan waktu dengan membaca Alquran, memanjatkan doa, dan melaksanakan sholat malam. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)... Selengkapnya

Tidak ada satu pun waktu pasti untuk sholat Lailatul Qadar. Waktu tepatnya memang dirahasiakan Allah SWT. Anjuran para ulama adalah memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya malam ganjil.

Menyoal sholat Lailatul Qadar jam berapa, beberapa sumber menyarankan waktu setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh, atau sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 01.00 hingga 03.30 dini hari). Namun, ini tetap perkiraan, bukan waktu pasti.

Mengutip dari buku "Sukses Berburu Lailatul Qadar", Muhammad Adam Hussein, S.Pd., M.QHI (2015), Lailatul Qadar adalah malam penuh berkah dengan kemuliaan. Sholat Lailatul Qadar, sebagai ibadah sunnah, dapat dikerjakan kapan saja di malam hari selama sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Malam Lailatul Qadar, menurut berbagai hadits dan pendapat ulama, tidak memiliki waktu yang pasti. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Sholat Lailatul Qadar jam berapa, pastinya dapat dilakukan setelah sholat Isya atau setelah sholat Tarawih. Waktu pelaksanaan sholat Lailatul Qadar, sama seperti sholat malam lainnya, dapat dilakukan pada malam hari, dimulai sekitar pukul 20.30 (setelah sholat Isya) hingga sebelum waktu subuh, sekitar pukul 04.30 pagi. Ini karena waktu pastinya tidak diketahui, sholat malam ini dapat dilakukan pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Namun, malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan) lebih diperkirakan sebagai waktu terjadinya Lailatul Qadar. Mengacu pada metode Imam Al-Ghazali dalam kitab I'anatut Thalibin, waktu Lailatul Qadar dapat ditentukan berdasarkan hari pertama bulan Ramadhan. Namun, ini hanya perkiraan, bukan kepastian.

Waktu pelaksanaan sholat Lailatul Qadar adalah sepanjang malam di 10 malam terakhir Ramadhan, khususnya malam ganjil. Dari pukul 20.30 hingga sebelum subuh (sekitar pukul 04.30). Meskipun tidak ada waktu pasti, memperbanyak ibadah di malam-malam ini sangat dianjurkan.

Kapan dan Berapa Hari Malam Lailatul Qadhar Hadir?

Malam Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Waktu pastinya dirahasiakan Allah SWT, tetapi berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW, malam tersebut diperkirakan jatuh pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan).

Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan anjuran untuk memperbanyak ibadah di malam-malam tersebut.

Meskipun tidak ada kepastian mutlak mengenai kapan malam Lailatul Qadar terjadi, berbagai ulama mencoba mengidentifikasi polanya berdasarkan dalil-dalil yang ada. Imam Al-Ghazali, dalam kitab I'anatut Thalibin, menyusun kaidah untuk menentukan malam Lailatul Qadar berdasarkan hari pertama bulan Ramadhan. Namun, ini hanya salah satu pendapat dan bukan ketentuan pasti.

Beberapa ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 Ramadhan, berdasarkan beberapa riwayat. Namun, pendapat yang paling kuat dan banyak dipegang adalah Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan (21, 23, 25, 27, 29).

Ada juga pendapat yang mengatakan Lailatul Qadar bisa berpindah-pindah setiap tahunnya atau bahkan terjadi pada malam apapun di bulan Ramadhan. Namun, pendapat ini kurang kuat dan kurang didukung dalil.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang waktu pasti Lailatul Qadar, yang terpenting adalah memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Ciri Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan untuk Memperbanyak Ibadah

Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Gelar Sholat Tarawih
Umat muslim Sholat Tarawih di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jumat (1/4/2022). Masjid Al-Azhar memulai Sholat Tarawih, Jumat malam (1/4), sesuai perhitungan wujudul hilal Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadhan 2 April 2022. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)... Selengkapnya

Melansir dari Baznas dan MUI, malam Lailatul Qadar memiliki beberapa ciri khusus, meskipun tidak ada ciri yang secara pasti menunjukkan kedatangannya. Beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan malam tersebut antara lain suasana yang tenang dan damai, langit yang cerah, berkurangnya kelelahan setelah beribadah, serta kehadiran malaikat.

Namun, yang terpenting adalah meningkatkan kualitas ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan, karena setiap malam memiliki potensi untuk menjadi Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr (97):1-5, yang menjelaskan keutamaan malam tersebut.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah dan kemuliaan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran pada Lailatul Qadar." (QS. Al-Qadr: 1). Hadits Nabi SAW juga menjelaskan beberapa ciri malam Lailatul Qadar, seperti suasana yang tenang dan damai, langit yang cerah, serta matahari yang terbit dengan cahaya yang redup keesokan harinya.

Namun, ciri-ciri ini tidak selalu muncul dan bersifat relatif. Meskipun terdapat beberapa ciri-ciri yang dikaitkan dengan Malam Lailatul Qadar, yang terpenting adalah menjadikan setiap malam di bulan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbanyak amalan kebaikan.

  1. Suasana Tenang dan Damai: Malam Lailatul Qadar ditandai dengan suasana yang tenang, damai, dan sunyi. Udara terasa sejuk dan nyaman, sehingga hati menjadi lebih khusyuk dalam beribadah. Ini sesuai dengan hadits yang menggambarkan Lailatul Qadar sebagai malam yang tenang dan tenteram.

  2. Cahaya yang Berbeda: Beberapa riwayat menyebutkan bahwa langit pada malam Lailatul Qadar akan terlihat lebih cerah atau berbeda dari biasanya. Namun, ciri ini bersifat relatif dan tidak selalu terjadi. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan dalam beribadah.

  3. Berkurangnya Kelelahan: Orang yang beribadah di malam Lailatul Qadar sering merasa lebih berenergi dan tidak lelah, meskipun telah beribadah semalaman. Ini merupakan karunia Allah SWT bagi hamba-Nya yang beribadah dengan ikhlas.

  4. Kehadiran Malaikat: Beberapa riwayat menyebutkan bahwa malaikat akan turun ke bumi pada malam Lailatul Qadar. Kehadiran mereka membawa keberkahan dan kedamaian bagi orang-orang yang beribadah.

  5. Kesejukan dan Rasa Bahagia: Malam Lailatul Qadar memberikan kesejukan dan rasa bahagia yang luar biasa kepada orang-orang yang beribadah. Ini merupakan tanda dari rahmat dan ampunan Allah SWT.

Tata Cara Sholat Lailatul Qadar

Melansir berbagai sumber, sholat Lailatul Qadar merupakan sholat sunnah yang dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah. Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah rakaat, tetapi sholat dua atau empat rakaat sering dilakukan.

  1. Niat Sholat: Niat sholat Lailatul Qadar harus diucapkan sebelum memulai sholat. Contoh niat sholat dua rakaat: "Ushalli sunnatan lailatul qadri rak'ataini lillahi ta'ala." (Saya niat sholat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat karena Allah Ta'ala). Untuk sholat empat rakaat, cukup ganti angka dua dengan empat. Niat ini harus tulus dan ikhlas.

    Membaca niat dengan khusyuk dan benar sangat penting. Pastikan untuk memahami arti dari niat tersebut agar ibadah kita lebih bermakna. Niat yang benar akan membuat sholat kita diterima oleh Allah SWT. Bacalah niat dengan perlahan dan penuh konsentrasi.

  2. Jumlah Rakaat: Jumlah rakaat sholat Lailatul Qadar tidak ditentukan secara pasti. Anda dapat melaksanakannya dengan jumlah rakaat yang Anda inginkan, misalnya dua rakaat, empat rakaat, atau lebih. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.

    Jumlah rakaat yang banyak tidak selalu menjamin diterimanya sholat. Lebih baik melaksanakan sholat dengan sedikit rakaat namun khusyuk daripada banyak rakaat tetapi kurang khusyuk. Keikhlasan dan kekhusyukan hati lebih diutamakan daripada jumlah rakaat.

  3. Bacaan Doa: Setelah sholat, bacalah doa-doa yang Anda inginkan. Anda dapat membaca doa-doa umum atau doa-doa khusus untuk memohon ampunan, keberkahan, dan perlindungan dari Allah SWT. Doa yang dibaca harus sesuai dengan niat dan kebutuhan kita.

    Membaca doa dengan khusyuk dan penuh harap akan memperbesar kemungkinan doa kita dikabulkan. Pilihlah doa-doa yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita. Doa yang tulus dan ikhlas akan lebih mudah diterima oleh Allah SWT.

  4. Waktu Pelaksanaan: Sholat Lailatul Qadar dapat dilaksanakan kapan saja pada malam hari di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Banyak yang melaksanakannya setelah sholat Isya atau setelah sholat Tarawih. Waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir.

    Waktu pelaksanaan sholat Lailatul Qadar tidaklah terbatas pada waktu-waktu tertentu saja. Anda dapat melaksanakannya kapan saja di malam hari selama sepuluh malam terakhir Ramadhan. Yang penting adalah niat yang tulus dan kekhusyukan dalam beribadah.

  5. Keikhlasan dan Kekhusyukan: Paling penting dalam sholat Lailatul Qadar adalah keikhlasan dan kekhusyukan hati. Beribadahlah dengan penuh kesadaran dan ketulusan, dengan harapan ridho Allah SWT. Keikhlasan dan kekhusyukan hati akan membuat ibadah kita lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.

     

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya