Makin Mudah Kelola Sampah Botol Kemasan Pakai RVM Plasticpay

Aquaviva dengan Plasticpay, kolaborasi Wings Food meluncurkan inovasi pengelolaan sampah melalui "reverse vending machine" (RVM).

oleh Dyah Ayu Pamela Diperbarui 26 Feb 2025, 06:30 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 06:30 WIB
Makin Mudah Kelola Sampah Botol Kemasan Pakai RVM Plasticpay
Makin Mudah Kelola Sampah Botol Kemasan Pakai RVM Plasticpay. (Dok: Liputan6.com/dyah)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Sampah masih menjadi problem yang sedang diurai, termasuk sampah botol plastik yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Partisipasi konsumen untuk mengelola sampah makin mudah jika produsen memfasilitasinya.

Seperti yang dilakukan Wings Group, yang baru meluncurkan air minum Aquaviva. Konsumen air minum dalam kemasan botol "polyethylene terephthalate" (PET) diajak berkontribusi mengelola sampah plastik untuk mendukung ekonomi sirkular.

Aquaviva dengan Plasticpay, kolaborasi Wings Food meluncurkan inovasi pengelolaan sampah melalui "reverse vending machine" (RVM). Nantinya, setiap satu sampah botol plastik jenama AQUVIVA ukuran 700 mililiter bisa ditukarkan senilai Rp56 (rupiah) dalam bentuk poin Gopay, OVO, Shopeepay, Dana, dan banyak lagi.

Dalam peluncurannya, Manajer Senior Brand Aquaviva, Devi Chrisnatalia mengatakan bahwa kolaborasi ini mengajak konsumen untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah plastik. Tujuannya adalah untuk mendukung ekonomi sirkular demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan

"'Reverse Vending Machine' (RVM) dan 'Dropbox' tersedia di beberapa titik di Jabodetabek sebagai tahap awal," ujarnya saat peluncuran resmi produk air mineral dari Wings Food itu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Februari 2025.

Plasticpay adalah gerakan sosial berbasis platform digital, yang mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam pengelolaan sampah. Sampah plastik yang terkumpul akan didaur ulang dan menghasilkan butiran "Recycled Polyester Staple Fiber", benang serta kain yang memenuhi semua standar kualitas tinggi untuk digunakan sebagai bahan baku bantal, boneka, tempat tidur, karpet, furnitur, dan interior otomotif.

 

Kelola Botol Plastik dari Aplikasi Plasticpay

Peluncuran Aquviva Makin Mudah Kelola Sampah Botol Kemasan Pakai RVM Plasticpay. (Dok: Liputan6.com/dyah)
Peluncuran Aquviva, masyatakat makin mudah kelola sampah botol kemasan pakai RVM Plasticpay. (Dok: Liputan6.com/dyah)... Selengkapnya

Adapun brand air minum tersebut memiliki kemasan botol beragam ukuran, mulai dari ukuran kecil (250 mililiter), sedang (700 mililiter), sampai yang besar (1.600 mililiter). Semuanya ternyata memiliki perbedaan segmen pasar yang hendak disasar.

Devi Chrisnatalia mengatakan target pasar untuk masing-masing ukuran kemasan memang berbeda-beda. "Ukuran kecil cocok untuk acara-acara nih, misalnya acara hajatan, atau acara pertemuan, 'open house' pas lebaran nanti mau mengundang tamu-tamu ke rumah, buat bekal anak sekolah, itu cocok banget 250 mili," sebut Devi.

Ia mengungkap, alih-alih berdampak buruk bagi lingkungan, sampah plastik justru dibuat bernilai ekonomi. Di kesempatan itu, influencer dr Nadia Alaydrus ikut menjajal cara mengumpulkan sampah botol plastik melalui "reverse vending machine" (RVM).

Tata caranya mengumpulkan botol plastik tersebut telah tertulis di mesin penerima botol plastik, antara lain sebagai berikut:

1. Pastikan Anda telah mengunduh dan registrasi aplikasi Plasticpay di ponsel masing-masing

2. Kemudian klik mulai pada layar, lalu letakkan botol plastik

3. Letakkan botol satu persatu, tunggu hingga botol tertarik otomatis dan lampu berwarna hijau

4. Klik tombol ambil poin pada layar, kemudian pindai kode QR yang muncul dengan membuka aplikasi Plasticpay. Selanjutnya klik konfirmasi poin hingga bertuliskan "transaksi berhasil".

5. Apabila terjadi kendala, hubungi dukungan pelanggan Plasticpay di nomor WhatsApp 081213120300

Fakta Pengelolaan Sampah di Indonesia

apa saja sampah anorganik
apa saja sampah anorganik ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Indonesia masih menghadapi permasalahan serius dalam hal pengelolaan sampah di berbagai lokasi, baik berupa sampah organik maupun anorganik. Tetapi, dokumen riset 'Potret Sampah 6 Kota" yang dilakukan Net Zero Waste Consortium menemukan fakta bahwa sampah organik kuantitasnya lebih banyak dibanding anorganik.

Mengutip dari kanal Regional Liputan6.com, 14 Januari 2024, meski dari tonasenya sampah organik lebih besar dibanding sampah anorganik, tetapi volume sampah anorganik seperti plastik dan kertas mendominasi timbulan sampah di berbagai tempat. Sebut saja tong atau bak, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), transporter, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di lingkungan seperti badan air, pinggir jalan, sawah, pesisir, laut, dan lainnya.

"Serpihan kemasan produk berbagai brand adalah timbulan sampah terbesar di 6 kota berikut sampah plastik kresek dan kemasan plastik seperti saset, bungkus plastik, tetrapack, botol, cup, popok, wadah plastik juga mendominasi timbulan sampah di berbagai site dan rantai jalur sampah termasuk di TPA," ungkap dokumen riset Potret Sampah 6 Kota yakni Medan, Samarinda, Makassar, Denpasar, Surabaya, dan DKI Jakarta.

 

Hasil Riset

Ilustrasi sampah plastik (pexels)
Prancis akan malarang penggunakan kemasan plastik untuk mayoritas jenis buah dan sayur demi mengurangi sampah plastik.... Selengkapnya

Riset ini bertujuan menelisik timbulan sampah di enam kota dengan cara mengambil sampel sampah di TPS, TPA dan tempat-tempat lain yang ditetapkan yakni kisaran 12 sampai 17 titik sampling di setiap kota. Lalu, dilakukan pengukuran bobot sampah yang dimasukkan ke dalam wadah kotak dari kawat wiremash ukuran 1 x 1 x 1m untuk mengetahui volumenya. Selanjutnya sampah tersebut dipilah sesuai jenisnya yakni sampah organik dan anorganik.

"Sampah organik kembali dipilah ke dalam beberapa jenis dan demikian juga sampah anorganik juga dipilah jadi beberapa jenis. Langkah berikutnya sampah plastik dipilah kembali berdasarkan jenis kemasan yakni saset, bungkus, kantong, botol, cup, styrofoam yang kemudian dari masing-masing jenis kemasan plastik ini dikumpulkan sesuai merek dan diakhiri dengan menghitung satuan sampah plastik sesuai merek," tulis dokumen riset tersebut.

Hasilnya, dalam daftar sepuluh besar brand yang sampahnya paling banyak ditemukan, laporan menyebut porsi terbesar (59.300 buah) berupa serpihan plastik berbagai merek yang sudah tak bisa diidenfikasi. Peringkat setelahnya yaitu sampah kantong kresek (43.957 buah) dan di urutan ketiga sampah bungkus Indomie (37.548).

Lima peringkat berturut-turut yaitu sampah plastik empat brand minuman populer, yakni AQUA kemasan gelas, botol Sprite, Club kemasan gelas, VIT kemasan gelas dan botol Fanta. Dua peringkat terbawah adalah sampah saset Sunsilk dan bungkus kopi Kapal Api. Secara menyeluruh, sampah kesepuluh brand makanan dan minuman tersebut mencapai 17 persen dari total sampah yang berhasil diidentifikasi dalam riset.

Infografis Journal_ Kerugian Ekonomi Akibat Sampah Sisa Makanan Capai Rp 500 Triliun per tahun
Infografis Journal_ Kerugian Ekonomi Akibat Sampah Sisa Makanan Capai Rp 500 Triliun per tahun (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya