Atasi Konflik Internasional, Jokowi Minta Reformasi PBB

"Bagi saya, sangat menyedihkan melihat ketidakadilan dunia di saat Bandung Spirit mendorong kemerdekaan bagi seluruh negara Asia Afrika‎."

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 22 Apr 2015, 11:55 WIB
Diterbitkan 22 Apr 2015, 11:55 WIB
Pertemuan Asian-African Business Summit di JCC
Presiden Jokowi memberi kata sambutan saat membuka Asian-African-Business Summit yang merupakan rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Centre, Selasa (21/4/2015). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi mendorong negara Asia-Afrika untuk mendesak adanya reformasi organisasi internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Mengingat, konflik antarnegara di dunia yang terjadi seolah mengabaikan kesepakatan yang dimandatkan melalui PBB.

"‎Untuk itu kita sebagai negara Asia afrika, mendesak dilakukannya reformasi PBB agar berfungsi sebagai organisasi dunia yang mendorong keadilan bagi sesemua bangsa," kata Jokowi dalam pidatonya di Asian-African Summit (AAS) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (22/4/2015).

‎Jokowi mengatakan, maraknya konflik tersebut wujud masih adanya ketidak adilan di dunia. Di mana, masyarakat sipil turut menjadi korban dalam konflik tersebut.

Ini bertentangan dengan semangat Bandung yang dicanangkan 60 tahun silam oleh Presiden Sukarno dalam KAA pertama bahwa kesejahteraan dan perdamaian menjadi alah satu hal yang harus diciptakan.

‎"Bagi saya, sangat menyedihkan melihat ketidakadilan dunia di saat Bandung Spirit mendorong kemerdekaan bagi seluruh negara Asia-Afrika‎," tegas Jokowi.

‎Jokowi mencontohkan, kondisi seperti itu terjadi di dataran Palestina. Dunia seakan tidak berdaya melihat konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel yang berkepanjangan.

"Kita tidak boleh berpaling dari kehancuran rakyat Palestina dan harus terus berjuang dan mendukung negara Palestina merdeka," ujar Jokowi. (Mvi/Mut)

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya