Anies Tegur Petugas Dishub yang Kembalikan Mobil Ratna Sarumpaet

Anies tidak membenarkan aksi Ratna Sarumpaet mengklaim menghubunginya saat mobilnya diderek.

oleh Anendya Niervana diperbarui 04 Apr 2018, 12:59 WIB
Diterbitkan 04 Apr 2018, 12:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Liputan6.com/ Anendya Niervana)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan menindak petugas Dinas Perhubungan yang mengembalikan mobil Ratna Sarumpaet. Menurutnya, pengembalian itu justru bentuk pelanggaran aturan.

"Saya akan panggil, saya akan disiplinkan. Disiplinkan apa? Taati SOP. Taat SOP," kata Anies, Rabu (4/4/2018).

Anies menegaskan tidak membenarkan siapapun yang melanggar standar operasional prosedur. Dia menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Dishub DKI menderek mobil Ratna merupakan upaya penegakan hukum.

Mantan Mendikbud ini meminta agar setiap protes juga melalui prosedur hukum.

"Yang keberatan ada prosedurnya untuk protes, ada tata caranya. Dan apabila di dalam itu benar maka jalan terus dan apabila salah maka ada tata caranya untuk pemerintah mengganti rugi," papar Anies.

Ia menegaskan tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh Ratna maupun petugas atau staf yang membantu mengembalikan mobil Ratna yang diderek karena parkir sembarangan.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengklaim menelepon Anies ketika mobilnya diderek Dishub DKI. Lantaran hal itu, petugas akhirnya mengembalikan mobilnya. Anies sendiri membantah menerima telepon Ratna.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Tak Bekerja di Bawah Rasa Takut

Pastikan Alexis Tutup, Anies Baswedan Terjunkan 30 Ibu-Ibu Satpol PP
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato saat memimpin pelepasan personel Satpol PP di halaman Pendopo Balai Kota, Jakarta, Kamis (29/3). Dari 30 personel tersebut mayoritas ibu-ibu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Anies meminta seluruh petugas Pemprov DKI tidak bekerja dibawah rasa takut. Sebab, hal tersebut akan menimbulkan kebiasaan tidak taat terhadap SOP.

"Saya malah belum tahu siapa aja tapi yang jelas siapapun yang tidak mengikuti SOP salah. Apalagi ngembaliin. Kalau ngembaliin itu harus ada dasarnya," tutup Anies.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya