Tekan Polusi Udara, Taufik Zoelkifli DPRD DKI Jakarta Sarankan ASN Pakai Transportasi Umum

Anggota Komisi B DPRD, M Taufik Zoelkifli, meminta ASN Pemprov DKI Jakarta untuk memakai transportasi umum saat beraktivitas di Ibu Kota guna menekan polusi udara.

oleh Rita Ayuningtyas diperbarui 21 Agu 2023, 03:26 WIB
Diterbitkan 21 Agu 2023, 03:26 WIB
Macet dan Polusi Udara Jakarta
Bukan hanya polusi udara, kemacetan lalu lintas di Jakarta juga dinilai memburuk. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi B DPRD, M Taufik Zoelkifli, meminta aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memakai transportasi umum saat beraktivitas di Ibu Kota. Hal ini guna menekan polusi udara di daerah ini.

"ASN diwajibkan pakai transportasi publik saja seperti TransJakarta, angkot JakLingko, MRT dan LRT," kata Taufik, Jakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (20/8/2023).

Namun, pada sisi lain, dengan pemanfaatan moda transportasi publik ini tentunya diharapkan diimbangi dengan menambah rute, memperbanyak jumlah maupun meningkatkan fasilitas armada.

Selain itu, dia menyarankan penggantian bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan tenaga listrik.

“Sambil semua moda transportasi publiknya diperbaiki, bisa ditambah lagi dengan menghidupkan jalur sepeda dan pedestrian untuk pejalan kaki,” ujar Taufik.

Sebab, menurut dia, imbauan pemerintah untuk menggunakan kendaraan listrik hanya akan menyumbangkan sedikit efektivitas mengurangi polusi udara maupun kemacetan di Ibu Kota.

Terlebih, lanjut dia, penggunaan kendaraan listrik tentunya membutuhkan biaya yang besar jika dibandingkan memakai kendaraan konvensional.

“Ini juga menambah pengeluaran mereka untuk beli mobil listrik yang harganya mahal, kalau pakai dana Pemda DKI berarti akan menambah beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),” kata Taufik.

 

Harus Tegas Tegakkan Sanksi

Taufik juga menambahkan sebaiknya pemerintah lebih tegas dalam memberikan sanksi, misalnya kendaraan yang belum lolos uji emisi dilarang melintas di jalan raya ataupun bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengawasi pabrik penyumbang polusi udara.

“Intinya, 'pull strategy' yakni tarik warga untuk menggunakan transportasi publik dan 'push strategy' yakni dorong warga untuk meninggalkan kendaraan pribadi,” kata Taufik.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan, 50 persen penyumbang terbesar kualitas udara buruk di Jakarta adalah polusi dari transportasi.

"Kalau dihitung-hitung, 50 persen disumbang polusi dari transportasi," kata Heru usai evaluasi kinerja di Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Kamis.

Sebagai upaya memperbaiki kualitas udara di Jakarta, Heru mengimbau warga Jakarta dan sekitarnya untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum seperti KRL, TransJakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

"Kami menggalakkan transportasi umum, yakni kereta umum, kereta LRT dan lain-lain. Itu juga harus sama-sama dengan kebijakan pemerintah pusat untuk kebijakan mengatasi polusi udara Jabodetabek," ujar Heru.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya