Liputan6.com, Manado - Satu bulan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020, selain melaksanakan tahapan Pilkada, penyelenggara Pemilu terus mengefektifkan kegiatan pemantauan di 270 daerah termasuk Sulut. Pemantauan ini terkait indeks kerawanan Pilkada, terutama di sejumlah daerah yang berpotensi konflik.
“Kami melakukan pemantauan terkait persiapan Pilkada di 270 titik, atau daerah pelaksanaan Pilkada,” ungkap Ketua DKPP RI Muhammad Alhamid usai kegiatan Sosialisasi Kelembagaan Bawaslu di Manado, Jumat (6/11/2020).
Advertisement
Baca Juga
Muhammad mengatakan, untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut tidak termasuk yang mengkhawatirkan pihak DKPP. Meski ada beberapa titik di kabupaten dan kota yang menjadi perhatian.
“Pilgub Sulut termasuk yang tidak mengkhawatirkan DKPP, meski ada beberapa daerah yang menjadi atensi,” ujar Muhammad didampingi Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut Herwyn Malonda.
Meski tidak termasuk mengkhawatirkan, namun Muhammad mengingatkan penyelenggara Pemilu di Sulut agar tetap memantau dan mengawasi setiap dinamika yang terjadi. Dengan memperhatikan indikator kerawanan Pilkada, kerja keras penyelenggaran, dia optimis bisa berjalan dengan baik.
“Kita optimis Pilgub bisa berlangsung dengan cara yang bermartabat,” ujar Muhammad.
Dia juga berpesan kepada KPU dan Bawaslu di Sulut agar ada upaya penindakan hukum dengan tegas bagi para pelanggar. Karena jika upaya pencegahan sudah dilakukan tapi tetap dilanggar maka perlu ada penindakan.
“Tidak hanya dicegah, tapi ditindak. Ini supaya ada kepastian hukum, dan Pilkada bisa berjalan dengan baik termasuk di Sulut,” ujarnya.
** #IngatPesanIbu
Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.
Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.