Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan segera tiba. Banyak persiapan dilakukan, selain membersihkan hati, raga juga perlu dibersihkan. Salah satunya adalah mandi sebelum memulai puasa. Namun, apakah mandi sebelum puasa Ramadhan itu wajib atau sunah? Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap hukum, niat, dan tata cara mandi sebelum puasa, membedakan antara mandi sunah dan mandi wajib.
Pertanyaan seputar mandi sebelum puasa Ramadhan sering muncul di kalangan umat muslim. Apakah ada bacaan niat khusus? Bagaimana tata caranya? Dan yang terpenting, apakah amalan ini termasuk wajib atau sunah? Jawabannya, mandi sebelum puasa adalah amalan sunah yang dianjurkan, bukan kewajiban. Tujuannya adalah untuk mensucikan diri lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.
Advertisement
Baca Juga
Banyak ulama berpendapat bahwa mandi sebelum ibadah besar seperti puasa dan shalat Idul Fitri termasuk mandi sunnah. Meskipun tidak wajib, melakukannya akan meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan kita kepada Allah SWT. Namun, penting diingat bahwa mandi wajib tetap harus dilakukan jika seseorang dalam keadaan junub (haid, nifas, wiladah, keluar mani, atau berhubungan suami istri).
Advertisement
Niat Mandi Sunah Sebelum Puasa Ramadhan
Niat mandi sunnah sebelum puasa Ramadhan dibaca dalam hati, sebelum memulai mandi. Lafal niat yang umum digunakan adalah: "نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى". Artinya: 'Aku berniat mandi sunnah pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala.'
Tidak ada bacaan niat yang baku dan terikat, yang terpenting adalah niat yang tulus dari hati untuk membersihkan diri dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Keikhlasan dalam niat akan menentukan kualitas ibadah kita.
Setelah membaca niat, lakukanlah mandi dengan tata cara yang baik dan benar. Bersihkan seluruh tubuh dengan air yang suci dan bersih, dan pastikan seluruh bagian tubuh terbasuh dengan sempurna.
Advertisement
Perbedaan Mandi Sunah dan Mandi Wajib
Penting untuk membedakan antara mandi sunnah sebelum puasa dengan mandi wajib (junub). Mandi wajib dilakukan jika seseorang dalam keadaan junub. Niat mandi wajib berbeda dan berbunyi: "نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى". Artinya: 'Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar wajib karena Allah Ta'ala.'
Mandi wajib hukumnya fardhu, sedangkan mandi sunnah sebelum puasa adalah amalan sunnah yang dianjurkan. Jika seseorang dalam keadaan junub, ia wajib mandi besar sebelum berpuasa, dan niat mandi wajib harus dibaca.
Selain perbedaan niat, kedua jenis mandi ini juga memiliki perbedaan dalam hukum dan tata cara pelaksanaannya. Mandi wajib harus dilakukan dengan sempurna dan memenuhi syarat-syarat tertentu agar sah.
Mandi sebagai Ibadah: Lebih dari Sekadar Membersihkan Tubuh
Dalam Islam, mandi bukan hanya sekadar membersihkan kotoran fisik. Mandi bisa menjadi ibadah jika diniatkan dengan benar. Bahkan, mandi bisa menjadi syarat sahnya ibadah lainnya, seperti sholat. Ada tiga jenis mandi dalam Islam: mandi wajib, mandi junub, dan mandi sunnah. Masing-masing memiliki niat dan tata cara yang berbeda.
Mandi wajib bertujuan menghilangkan hadas besar, sedangkan mandi junub dilakukan setelah keluarnya mani atau berhubungan suami istri. Mandi sunnah, seperti mandi sebelum puasa Ramadhan, dilakukan untuk mensucikan diri dan meningkatkan kekhusyukan ibadah. Niat merupakan rukun utama dalam mandi wajib, tanpa niat yang benar, mandi wajib tidak sah.
Berikut beberapa contoh niat mandi wajib: Niat Mandi Wajib secara Umum: "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala." Artinya: 'Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta'ala.' Niat Mandi Wajib setelah Haid: "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari 'anil haidhi lillahi ta'ala." Artinya: 'Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.'
Penting untuk diingat bahwa niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh, terutama dalam mazhab Syafi'i. Niat ini menjadi pembeda antara mandi biasa dengan mandi wajib yang memiliki nilai ibadah.
Mandi sebelum puasa Ramadhan merupakan amalan sunah yang dianjurkan untuk membersihkan diri lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa. Meskipun bukan kewajiban, amalan ini sangat dianjurkan untuk meningkatkan kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah. Perbedaan antara mandi sunnah dan mandi wajib terletak pada niat dan hukumnya. Jika dalam keadaan junub, mandi wajib harus dilakukan sebelum berpuasa.
Advertisement
