Modus Proyek Beras MBG, Petani di Grobogan Tertipu hingga Rp3,2 Miliar

Total kerugian sebesar Rp3,2 miliar ini merupakan angka kolektif yang diderita oleh para petani yang ada di wilayah Grobogan dan sekitarnya

oleh Felek Wahyu Diperbarui 07 Mar 2025, 13:06 WIB
Diterbitkan 07 Mar 2025, 12:59 WIB
Imbas Kenaikan BBM, Harga Beras Ikut Merangkak Naik
Pekerja memasukkan beras ke dalam karung di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/9/2022). Kenaikan harga BBM bersubsidi berdampak pada melonjaknya harga beras di Pasar Induk Cipinang hingga Rp 2.000 - Rp 3.000 per kilogram akibat bertambahnya biaya transportasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)... Selengkapnya

Liputan6.com, Grobogan - Bukan untung, sejumlah petani di Kabupaten Grobogan malah jadi korban penipuan pengadaan beras program Makan Bergizi Gratis (MBG). Petani mengalami kerugian hingga menanggung hutang ke sejumlah lembaga keuangan.

Penipuan bermula ketika pelaku menemui sejumlah petani dan menawarkan menjadi mitra pengadaan beras untuk program Makan Bergizi Gratis bagi siswa sekolah dasar hingga SMA oleh pemerintah.

Dua orang pelaku saat ini sudah dilaporkan ke Satreskrim Polres Grobogan masing-masing berinisial ASD alias Wulan dan AI. Diketahui, AI sendiri sudah berstatus tersangka dan kini ditahan di Polres Grobogan.

Pengacara korban, T Djohansyah menjelaskan, awalnya para pelaku menawarkan untuk membeli beras dari sejumlah petani. Dalam pengakuannya, pelaku menyebutkan beras nanti digunakan untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Namun, setelah petani mengirim sejumlah beras pelaku tidak melakukan pembayaran sesuai jumlah barang yang dikirim. Akibatnya petani Grobogan sebagai mitra mengalami kerugian dan melaporkan pelaku.

“Mereka para petani kecil yang semula sangat semangat karena diiming-imingi berasnya akan dibeli untuk program makan bergizi gratis, ternyata mereka ditipu oleh para pelaku,” ungkap Djohansyah, Jumat (07/03/25).

Djohansyah memaparkan, total kerugian sebesar Rp3,2 miliar ini merupakan angka kolektif yang diderita oleh para petani yang ada di wilayah Grobogan dan sekitarnya.

“Bahkan, karena penipuan ini, mereka hidupnya juga jadi susah. Ada yang sampai jual kambing untuk menutupi hutang koperasi, karena hasil panen mereka tidak dibayar oleh tersangka. Ini juga yang membuat saya dan tim pengacara terketuk untuk membantu menuntut keadilan bagi para petani,” paparnya.

Simak Video Pilihan Ini:

Kata Polisi

Dari kasus ini, lanjut dia, pihaknya menyayangkan masih ada oknum-oknum yang berusaha mempermainkan rakyat termasuk para petani kecil dengan ‘menjual’ salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Semoga kejadian di Grobogan ini bisa menjadi pelajaran sehingga tidak terjadi di daerah lainnya,” tegas dia.

Dikonfirmasi melalui telepon, Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Agung Joko membenarkan Kepolisian Polres Grobogan tengah menangani kasus dugaan penipuan dengan penawaran penyedia beras MBG di wilayah Grobogan.

"Betul, ada. Modusnya dapat proyek MBG," ungkap Kasat Reskrim saat dikonfirmasi wartawan.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya