Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan saham Rabu, 26 Februari 2025. Penguatan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor saham memerah.
Mengutip data RTI, IHSG naik tipis 0,29 persen ke posisi 6.606,17. Indeks LQ45 merosot 0,03 persen ke posisi 747,45. Indeks saham acuan cenderung bervariasi.
Advertisement
Baca Juga
Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.682,86 dan level terendah 6.547,24. Sebanyak 359 saham melemah sehingga menekan IHSG. 238 saham menguat dan 193 saham diam di tempat.
Advertisement
Total frekuensi perdagangan 1.068.519 kali dengan volume perdagangan 19,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.355. Investor asing jual saham Rp 323,75 miliar pada Rabu pekan ini. Seiring aksi jual itu, investor asing telah jual saham Rp 17,10 triliun sepanjang 2025.
Di tengah mayoritas sektor saham memerah, sektor saham teknologi memimpin penguatan dengan naik 8,72 persen. Sektor saham consumer siklikal bertambah 0,45 persen, sektor saham kesehatan melesat 0,43 persen dan sektor saham infrastruktur mendaki 0,08 persen.
Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 2 persen, sektor saham energi terpangkas 0,21 persen, sektor saham basic susut 0,84 persen, dan sektor saham industri merosot 0,47 persen.
Lalu sektor saham keuangan terpangkas 0,18 persen, sektor saham properti merosot 0,44 persen dan sektor saham transportasi susut 0,27 persen.
Mengutip Antara, dalam kajian tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, bursa saham regional Asia cenderung variasi.
“Pasar cemas akan kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) pasca rilis indeks kepercayaan konsumen yang mengalami penurunan dari 105,3 menjadi 98,3,” demikian seperti dikutip.
Penurunan indeks kepercayaan konsumen AS menunjukkan adanya penurunan daya beli konsumen, yang tidak terlepas sikap konsumen dalam konsumsinya di tengah masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dampak kebijakan tarif dagang, inflasi dan suku bunga, sehingga mendorong konsumen cenderung menahan diri untuk membelanjakannya sehingga berdampak terhadap kondisi ekonomi yang tidak solid.
Sentimen IHSG Lainnya
Sementara itu, pelaku pasar tampak menyambut baik apa yang dilakukan oleh kongres rakyat China, sehingga memberikan sentimen membaik untuk pelaku pasar mencari katalis baru.
Pasar menyerap pembaruan dari pertemuan Kongres Rakyat Nasional yang baru-baru ini berakhir, yang mana para pembuat kebijakan menekankan upaya untuk memperkuat ekonomi swasta, meningkatkan kepercayaan bisnis, serta menstabilkan kondisi pasar.
Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons rilis terbaru dari Morgan Stanley Capital International yang menurunkan peringkat saham Indonesia dari posisi equal-weight (EW) menjadi underweight (UW).
“Posisi itu memberikan indikasi bahwa bahwa saham-saham di Indonesia mungkin akan berkinerja lebih buruk dibandingkan dengan saham-saham di negara lain yang terdapat dalam indeks MSCI,” demikian seperti dikutip.
Dalam rilisnya, MSCI mengungkapkan bahwa penurunan ini dikarenakan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang melemah dan meningkatnya tekanan terhadap profitabilitas.
Sehingga, penurunan ini menjadi suatu tantangan bagi pasar saham Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah, karena dapat memicu aliran keluar dana asing yang semakin deras.
Advertisement
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang catat top gainers antara lain:
- Saham VAST melambung 34,83 persen
- Saham WAPO melambung 34,43 persen
- Saham INAI melambung 34,43 persen
- Saham PART melambung 33,80 persen
- Saham LION melambung 24,42 persen
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham BSML merosot 16,94 persen
- Saham BTEK merosost 16,67 persen
- Saham FMII merosot 13,17 persen
- Saham ANDI merosot 12,50 persen
- Saham SCNP merosot 10,74 persen
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 1 triliun
- Saham BBRI senilai Rp 923,4 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 794,2 miliar
- Saham WIFI senilai Rp 433,2 miliar
- Saham AMRT senilai Rp 262,1 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BBRI tercatat 51.355 kali
- Saham WIFI tercatat 44.810 kali
- Saham BBCA tercatat 43.907 kali
- Saham GOTO tercatat 33.526 kali
- Saham WIRG tercatat 28.936 kali
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham regional Asia pada Rabu sore bervariasi. Hal ini ditunjukkan dengan indeks Nikkei melemah 95,42 poin atau 0,25 persen ke 38.142,37, indeks Shanghai menguat 34,17 poin atau 1,02 persen ke 3.380,21.
Kemudian indeks Kuala Lumpur melemah 20,68 persen atau 1,32 poin ke posisi 1,588,71, dan indeks Straits Times melemah 7,82 poin atau 0,20 persen ke 3.908,05.Demikian mengutip Antara.
Advertisement
