Pasar Saham Asia-Pasifik Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif AS

Pasar saham Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada Selasa, setelah dua indeks utama Wall Street menguat

oleh Ilyas Istianur Praditya Diperbarui 01 Apr 2025, 09:00 WIB
Diterbitkan 01 Apr 2025, 09:00 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Pasar saham Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada Selasa, setelah dua indeks utama Wall Street menguat seiring investor menanti kejelasan terkait kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Bursa Saham Jepang dan Korea Selatan Menguat

Dikutip dari CNBC, Selasa (1/4/2025), Indeks utama Jepang, Nikkei 225, dibuka naik 0,67%, sementara indeks Topix yang lebih luas meningkat 0,95%.

Pada sesi sebelumnya, pasar Jepang memasuki zona koreksi, dengan Nikkei 225 anjlok 4,05% dan mencapai level terendah dalam enam bulan.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,03% pada pembukaan, sedangkan indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil bertambah 1,12%.

Australia Bersiap Hadapi Keputusan Suku Bunga

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,67% menjelang pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan berlangsung hari ini.

Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 4,1% menjelang pemilu yang akan digelar pada 3 Mei.

 

Promosi 1

Indeks Hang Seng Diperkirakan Menguat

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)
Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)... Selengkapnya

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di posisi 23.237, mengindikasikan pembukaan lebih kuat dibandingkan dengan penutupan hari Senin di 23.119,58.

Indeks VIX Naik untuk Hari Keempat Berturut-Turut

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang mencerminkan tingkat ketakutan dan optimisme pasar, naik untuk hari keempat berturut-turut pada Senin, menandai kenaikan empat hari pertama sejak akhir Februari.

Selama aksi jual pada Senin pagi, VIX sempat menyentuh level 24,80, melewati titik tertinggi intraday Jumat di 22,18, sebelum akhirnya ditutup di 22,28.

Indeks VIX mengukur ekspektasi pergerakan S&P 500 dalam 30 hari ke depan berdasarkan harga opsi. Ketika VIX tinggi, pasar dianggap lebih cemas dengan volatilitas tinggi, sementara VIX rendah mencerminkan kepercayaan investor yang lebih besar.

Pada Maret lalu, VIX mencapai puncaknya di 29,57 saat aksi jual pasar pada 11 Maret, setelah menutup Februari di level 19,63. Titik terendah VIX pada Maret terjadi pada Rabu, 26 Maret, setelah reli pasar selama tiga hari yang menurunkan indeks ke 16,97.

Tetap pantau perkembangan pasar untuk strategi investasi yang lebih baik di tengah dinamika global yang terus berubah.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya