Benarkah DeepSeek AI Tak Aman? Ini Sederat Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Menggunakannya

Aplikasi AI DeepSeek menjadi yang paling banyak diunduh di AS, namun menimbulkan kekhawatiran keamanan. Pemerintah AS melarang penggunaannya bagi staf, sementara analisis risiko terus dilakukan.

oleh Reanthonio Oktovier Sinanu Diperbarui 28 Feb 2025, 18:00 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 18:00 WIB
Chatbot AI DeepSeek. Liputan6.com/Iskandar
Chatbot AI DeepSeek. Liputan6.com/Iskandar... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Hanya dalam waktu seminggu setelah peluncuran globalnya, aplikasi DeepSeek AI menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Amerika Serikat (AS).

Prestasi ini mengesankan sekaligus menimbulkan kekhawatiran. Saat ini, masih belum ada cukup data mengenai keamanan serta langkah-langkah pencegahan dalam penggunaan aplikasi tersebut.

Namun, sejumlah diskusi telah dilakukan dengan Kongres, yang pada akhirnya melarang penggunaan DeepSeek oleh staf pemerintah AS.

Seperti halnya aplikasi gratis lain yang dapat diunduh melalui tablet Android, ponsel, atau web, aplikasi DeepSeek tetap memiliki bahaya tersembunyi, umumnya terkait dengan penggunaan data pribadi.

Mengutip Android Police, Jumat (28/2/2025), aplikasi yang berasal dari luar negeri berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar karena perbedaan regulasi perlindungan data di setiap negara.

Mengingat popularitas serta asal usul DeepSeek, dilakukan analisis lebih lanjut mengenai aspek keamanannya dan apakah pengguna perlu waspada terhadap perkembangan AI ini.

Promosi 1

Apa itu DeepSeek AI dan dari Mana Asalnya?

DeepSeek adalah startup yang berlokasi di Hangzhou, Zhejiang--didukung oleh High-Flyer, salah satu dana lindung terkemuka di Tiongkok--berfokus pada perdagangan kuantitatif berbasis AI.

CEO DeepSeek, Liang Wenfeng, yang juga merupakan pendiri dan CEO High-Flyer, mendirikan laboratorium kecerdasan buatan untuk mengembangkan alat AI.

Laboratorium ini kemudian berkembang menjadi perusahaan yang kini dikenal sebagai DeepSeek.

Model AI perusahaan, DeepSeek AI, beroperasi dengan cara yang mirip dengan ChatGPT dari OpenAI.

Teknologi berbasis LLM ini memungkinkan pengguna untuk mengajukan perintah dan menerima respons dalam bentuk teks. DeepSeek AI dapat diakses melalui aplikasi DeepSpace AI di Android dan iOS, situs web, serta API.

Kapan DeepSeek AI Dirilis?

Model AI DeepSeek pertama kali dikembangkan pada tahun 2023, tetapi baru mendapatkan perhatian luas setelah peluncuran DeepSeek AI-R1 pada Januari 2025, yang didasarkan pada model DeepSeek-V3.

Model ini menjadi perbincangan hangat dan diduga berkontribusi terhadap penurunan 17% saham Nvidia setara dengan hilangnya nilai pasar sekitar USD 600 miliar, karena investor mulai beralih ke proyek AI lainnya. Menurut laporan BBC, Microsoft juga mengalami dampak serupa.

 

Apakah DeepSeek AI Aman Digunakan?

DeepSeek AI
DeepSeek AI (Foto: deepseek.com)... Selengkapnya

Secara teknis, jawabannya adalah ya, tetapi tetap ada risiko yang perlu diperhatikan. Risiko ini sebenarnya tidak sepenuhnya baru dan juga berlaku pada aplikasi lain seperti ChatGPT.

Namun, adanya persyaratan layanan yang meragukan, kebocoran database yang telah terbukti, serta ketidakpercayaan dari pihak asing membuat pengguna perlu lebih waspada.

Meskipun aplikasi DeepSeek AI tidak berbahaya dan tidak akan merusak perangkat kamu, tetap disarankan untuk berhati-hati dalam menggunakannya. Sebelum membagikan data pribadi Kamu ke DeepSeek, penting untuk memahami risikonya.

DeepSeek diketahui mengumpulkan sejumlah besar data setiap kali pengguna mengirimkan perintah, sementara langkah-langkah keamanannya belum jelas.

Selain itu, tidak ada kepastian mengenai durasi penyimpanan data serta siapa yang dapat mengaksesnya. Mengingat Tiongkok memiliki regulasi privasi yang berbeda, hal ini berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional akibat pengumpulan dan penyimpanan data tersebut.

Masalah Keamanan dan Etika DeepSeek AI

DeepSeek AI Kena Serangan Siber
DeepSeek AI Kena Serangan Siber, Pesaing ChatGPT Batasi Pendaftaran Pengguna Baru! (Liputan6.com/ Yuslianson)... Selengkapnya

Ada potensi risiko keamanan lain yang dapat muncul akibat AI, salah satunya adalah halusinasi AI. AI diketahui dapat menghasilkan informasi yang keliru, menyesatkan, atau bias.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada AI DeepSeek, tetapi juga pada AI lain seperti ChatGPT dan Google Gemini.

Namun, karena AI ini masih tergolong baru dan berbasis di Tiongkok, penanganannya mungkin berbeda dibandingkan dengan AI yang dikembangkan oleh OpenAI atau Google.

Ada kekhawatiran bahwa DeepSeek dapat memanfaatkan AI untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan, mempengaruhi pandangan masyarakat, dan memperkuat bias tertentu.

Diwartakan Android Police, Studi dari Enkrypt AI, sebuah lembaga berbasis di AS yang berfokus pada keamanan dan kepatuhan AI, menunjukkan bahwa DeepSeek AI lebih cenderung menghasilkan konten terkait bahan dan agen kimia, biologi, radiologi, serta nuklir (CBRN) dibandingkan model lainnya.

Selain itu, pengujian juga mengungkapkan bahwa 83% dari evaluasi bias menghasilkan output yang diskriminatif, mencakup aspek ras, gender, kesehatan, dan agama.

Masalah Keamanan Siber dengan DeepSpace

CEO Enkrypt AI, Sahil Agarwal, menyatakan kecerdasan buatan juga memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber dan penyebar disinformasi untuk merugikan manusia.

Sebuah studi oleh Enkrypt mengungkap 78% pengujian keamanan siber menggunakan AI DeepSeek menghasilkan kode yang tidak aman atau berbahaya.

Selain penyalahgunaan oleh pengguna, ancaman lain yang muncul adalah kebocoran data sensitif. Wiz Research menemukan bahwa database ClickHouse milik DeepSeek dapat diakses secara publik, memungkinkan kontrol penuh terhadap operasi database, termasuk akses ke data internal.

Kebocoran ini mencakup lebih dari satu juta aliran log yang berisi riwayat obrolan, kunci rahasia, detail backend, serta informasi sensitif lainnya.

Akibatnya, peretas berpotensi mencuri log penting, pesan teks biasa, bahkan kata sandi dan file lokal. Meskipun DeepSeek telah mengambil tindakan setelah diberi tahu oleh Wiz, insiden ini tetap memunculkan kekhawatiran terkait dampak dari kebocoran data tersebut.

Bagaimanakah Cara DeepSeek Mengatur Data Kamu?

DeepSeek AI (Foto: deepseek.com)
DeepSeek AI (Foto: deepseek.com)... Selengkapnya

Sebelum menggunakan aplikasi atau situs web apa pun, penting untuk meninjau Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi terlebih dahulu.

Setelah menelaah Ketentuan Layanan dan Kebijakan Privasi DeepSeek, terdapat beberapa aspek yang membedakannya dari produk lain.

Ketentuan Layanan DeepSeek menyatakan bahwa segala hal terkait pembentukan, pelaksanaan, penafsiran, dan penyelesaian perselisihan akan tunduk pada hukum Republik Rakyat Tiongkok.

Dengan demikian, data pengguna berada di bawah yurisdiksi Tiongkok. Sementara itu, dalam Kebijakan Privasi disebutkan bahwa perusahaan wajib memenuhi kewajiban hukum atau bertindak sesuai kepentingan publik serta melindungi kepentingan pengguna dan pihak lain jika diperlukan.

Kurangi Risiko dan Lindungi Data Kamu!

DeepSeek vs ChatGPT: AI China Tantang Dominasi OpenAI, Siapa Lebih Unggul?
DeepSeek vs ChatGPT: AI China Tantang Dominasi OpenAI, Siapa Lebih Unggul? (Liputan6.com/ Yuslianson)... Selengkapnya

AI DeepSeek mampu bersaing dengan baik, bahkan menawarkan investasi yang gratis dan terjangkau. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan.

Mengunduh aplikasi ini tidak akan menyebabkan perangkat terkena malware, tetapi dapat memengaruhi data kamu. Perlu diingat bahwa tidak ada perusahaan yang benar-benar berpihak pada pengguna.

Meta, Google, dan OpenAI juga dikenal dengan praktik pengumpulan data.

Data kamu akan tetap dikumpulkan, apa pun layanan yang digunakan, sehingga keamanannya bergantung pada pihak yang kamu percayai dan bagaimana mereka melindungi informasi tersebut.

Infografis Tips Cari Cinta di Aplikasi Kencan Online

Infografis Tips Cari Cinta di Aplikasi Kencan Online
Infografis Tips Cari Cinta di Aplikasi Kencan Online. (Liputan6.com/Triyasni)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya