Melalui Bank Emas, Erick Thohir Ingin Cadangan Emas Batangan Indonesia Tembus 400 Ton

residen Prabowo Subianto baru saja meresmikan layanan Bank Emas di PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

oleh Arief Rahman H Diperbarui 26 Feb 2025, 20:14 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 20:14 WIB
Melalui Bank Emas, Erick Thohir Ingin Cadangan Emas Batangan Indonesia Tembus 400 Ton
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membidik dua perusahaan pelat merah bisa mengelola 400 ton cadangan emas batangan dalam 5 tahun. (Liputan6.com/Tira)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membidik dua perusahaan pelat merah bisa mengelola 400 ton cadangan emas batangan dalam 5 tahun. Hal ini dinilai bisa terwujud dalam ekosistem layanan Bank Emas.

Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan layanan Bank Emas di PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Keduanya menjadi pengelola layanan bank emas perdana di Indonesia.

Erick mengisahkan, saat ini cadangan emas batangan RI lebih sedikit dari Singapura. Bank Indonesia menyimpan 80 ton emas batangan, sementara Pegadaian punya 100 ton, dan BSI hanya 17,5 ton. Padahal, Singapura punya 228 ton cadangan emas batangan.

"Ini kurang lebih kita baru 201 ton artinya masih tertinggal," ungkap Erick dalam Peluncuran Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia, di Jakarta, Rabu (16/2/2025).

Erick bilang, upaya peningkatan cadangan emas batangan Indonesia turut didukung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Salah satunya melalui peningkatan produksi emas RI dari 100 ton menjadi 160 ton per tahun.

"Artinya ini kita bisa tingkatkan Pak (Prabowo) tingkatkan reserve emas di Indonesia dalam waktu 5 tahun tadi paparan dari Pegadaian saja bisa meningkat sampai 219 ton.Belum di BSI kadang-kadang di BUMN masih di panas-panasin Pak supaya bersaing Pak dan BSI pun kalau 219 ton Ini sudah hampir 440 ton," bebernya.

"Jadi ini sebuah peningkatan luar biasa dalam 5 tahun. Nanti bapak bisa tagih juga pak ke mereka," Erick Thohir menambahkan.

Ada 1.800 Ton Emas Beredar

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)
Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)... Selengkapnya

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melihat peluang penyimpanan emas milik masyarakat di Bank Emas. Menurut dia, ada 1.800 ton emas yang dimiliki masyarakat, sebagian ditaruh di bawah bantal.

Erick mengatakan, layanan bank emas yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto bisa dimanfaatkan. Misalnya, sebagai sarana penyimpanan dan pengelolaan emas milik masyarakat.

Dia mengisahkan, banyak orang saat ini mengimpan emas secara mandiri. Ada yang disimpan di bawah bantal, ada pula yang menyimpan di tempat tersembunyi.

"Di masyarakat ini juga beredar kurang lebih 1.800 ton emas, ada yang di bawah bantal, bapak, ada yang di toilet di baliknya ada batu bata dimasukin ke dalam situ. Itu realitas," kata Erick dalam Peluncuran Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia, di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Bank Emas

Dia ingin mengajak masyarakat untuk menyimpan emas di tempat yang lebih layak. Artinya, masyarakat bisa memanfaatkan layanan bank emas atau bullion bank services yang dikelola BUMN.

"Kita ingin mengundang. mengundang mereka untuk percaya kepada sebuah sistem keuangan yang formal. Nah memang kita harus mulai meyakinkan menggedor mereka Pak bahwa ini sistem keuangan yang aman buat mereka," tuturnya.

Dia menuturkan, 1.800 ton emas yang beredar merupakan potensi yang tidak sembaranga. Dengan masuk ke keuangan formal, penyimpanan emas bisa lebih dikelola dengan baik.

"1.800 (ton emas) ini potensi yang luar biasa pak dan di sini tentu pelayanan yang selain yang sudah dipaparkan mengenai tabungan emas ini yang akan memudahkan masyarakat untuk mengalirkan bagaimana mereka bisa mulai menjadi bagian perdagangan emas nasional," urainya.

"Tadi disampaikan ada deposito emas Pak Ada pembiayaan emas penitipan emas dan tentu perdagangan emas secara langsung," ia menambahkan.

Apa Saja Manfaatnya?

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)
Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)... Selengkapnya

Sebelumnya, ekonom sekaligus Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, memberikan pandangannya terkait rencana peluncuran bullion bank atau bank emas yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2025.

Menurut Huda, emas akan tetap menjadi pilihan utama sebagai instrumen investasi yang aman (safe haven), terutama bagi investor yang menghindari risiko.

Lantaran harga emas mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya, dengan angka peningkatan mencapai 10-20 persen. Angka tersebut terbilang besar jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya seperti saham atau obligasi. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap emas sebagai investasi yang aman semakin meningkat.

"Harga emas secara tahunan naik cukup pesat. Kenaikan bisa 10-20 persen per tahunnya. Angka yang cukup besar dibandingkan dengan instrumen lainnya seperti saham atau obligasi. Semakin hari, orang juga akan memilih investasi emas yang memberikan keamanan mengenai harga," kata Nailul Huda kepada Liputan6.com, Selasa, 31 Desember 2024.

Terkait dengan konsep bullion bank, Huda mengungkapkan, fungsi pegadaian akan bertransformasi. Pegadaian yang sebelumnya lebih fokus pada pembiayaan jangka pendek, diharapkan akan beralih menjadi lembaga yang lebih terfokus pada investasi emas.

Pegadaian bisa menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem bullion bank, mengingat banyak peminjam yang melakukan transaksi menggunakan emas.

"Terkait dengan bank Bulllion, saya rasa fungsi pegadaian memang akan beralih dari pembiayaan jangka pendek menjadi investasi emas. Pegadaian bisa menjadi bullion bank atau bank khusus emas karena karakteristik peminjam-nya pun banyak bertransaksi menggunakan emas," ujarnya.

 

Pengelolaan Bank Emas

Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP
Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP... Selengkapnya

Huda menekankan pentingnya pengelolaan yang baik terhadap emas-emas yang berada di bawah pengawasan lembaga tersebut. Sebab, bullion bank bukan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau tempat pembelian emas, tetapi juga akan mengelola berbagai produk emas.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ini sangat dibutuhkan agar dampak positif dari kehadiran bullion bank dapat terasa secara maksimal bagi perekonomian Indonesia.

Huda berharap, kehadiran bullion bank akan memperkuat ekosistem pengelolaan emas di Indonesia. Indonesia sendiri sudah memiliki smelter emas, serta BUMN yang terlibat dalam industri ini. Oleh karena itu, kehadiran bullion bank diharapkan bisa melengkapi dan memperkuat ekosistem yang sudah ada, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya