Cerita Mengharukan, Saudara Laki-laki di China Selalu Jemput Kakaknya yang Diamputasi Pulang Sekolah

Sebuah kisah mengharukan dari China tentang seorang adik laki-laki yang dengan setia menjemput kakak perempuannya yang diamputasi setiap pulang sekolah.

oleh Teddy Tri Setio Berty Diperbarui 26 Mar 2025, 19:10 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 19:10 WIB
Ilustrasi amputasi
Ilustrasi amputasi Foto oleh Anna Shvets dari Pexels... Selengkapnya

Liputan6.com, Beijing - Seorang bocah lelaki China berusia sembilan tahun menunggu kakak perempuannya yang kakinya diamputasi sebagian.

Ia menunggu sang kakak di stasiun bus setiap hari sepulang sekolah untuk mengantarnya pulang. Cerita ini lantas meluluhkan hati para pengguna internet di China.

Sang kakak yang berusia 13 tahun dipanggil Jiajia, mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016, yang menyebabkan kedua kakinya terluka parah. Sebagian kaki kirinya harus menjalani proses amputasi sementara kaki kanannya sejauh ini telah menjalani 12 operasi, menurut ibunya, Xiaoxiang, dikutip dari laman SCMP, Rabu (26/3/2025).

Jiajia adalah siswa kelas enam di sebuah sekolah menengah dan saudara laki-lakinya (tak disebutkan namanya) adalah siswa kelas dua SD di sekolah lain.

Kedua lembaga itu terpisah beberapa kilometer.

Setiap hari, setelah pulang sekolah, bocah lelaki itu akan menelepon saudara perempuannya, memberi tahu bahwa dia akan berada di stasiun bus sehingga dia dapat menemuinya di sana setelah naik bus.

Keduanya kemudian akan berjalan kaki sebentar untuk naik bus lanjutan pulang. Bocah lelaki itu biasanya membantu saudara perempuannya membawa kruknya sambil mengobrol dengan gembira, ditunjukkan oleh video viral yang diambil oleh ibu mereka.

Anak laki-laki itu sendiri yang mengusulkan untuk menunggui sang kakak dan menemaninya pulang, kata ibu mereka, yang diidentifikasi dengan nama keluarga Wu.

“Dulu ketika anak laki-laki saya masih di taman kanak-kanak, saya sering mengajaknya menjemput putri saya. Sekarang dia murid sekolah dasar dan dia bilang ingin menemani kakaknya dalam perjalanan pulang,” kata Wu.

“Meskipun dia masih sangat muda, dia cukup perhatian,” kata sang ibu, merasa lega.

“Dia sering membawakan air untuk kakaknya guna mencuci kaki dan mengambil sepatunya. Ketika dia punya uang saku satu yuan, dia akan memberikan setengah yuan kepada kakaknya.”

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya