Liputan6.com, Beijing - Setelah Paus Fransiskus meninggal dunia, Vatikan tengah memasuki masa berkabung yang kemudian akan diakhiri dengan prosesi pemakaman. Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah Indonesia berencana mengutus perwakilan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus.
"Kami juga sudah menanyakan kira-kira apakah ada nanti ibadah di Vatikan yang mengundang perwakilan-perwakilan negara asing, dan masih menunggu jadwalnya, kemungkinan akan ada perwakilan ke sana," kata Menlu Sugiono kepada ANTARA News di Beijng pada Senin (21/4) dan dikutip Selasa (22/4/2025).
Baca Juga
Vatikan mengumumkan Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun di kediamannya pada pukul 7.35 pagi waktu Vatikan pada Senin (21/4).
Advertisement
Adapun masa berkabung akan berlangsung selama 9 hari dimulai hari ini dan pemakaman akan dilakukan secara sederhana setelahnya. Paus Fransiskus telah dirawat di rumah sakit di Roma sejak Februari 2025 setelah menderita bronkitis selama beberapa hari.
"Kami mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Paus Fransiskus (Senin) sore ini tadi. Beliau adalah seorang tokoh yang sangat peduli pada kemanusiaan, sangat dekat, memiliki keberpihakan kepada orang miskin, dan kasih sayang terhadap sesama yang begitu luar biasa," ungkap Sugiono.
Dengan kepergian Paus Fransiskus, Sugiono menilai dunia kehilangan seorang tokoh yang begitu luhur.
Kondisi Paus Fransiskus diketahui semakin memburuk sejak dirawat pada Februari 2025 karena didiagnosis menderita pneumonia ganda.
Paus Fransiskus sempat pulang dari rumah sakit setelah dirawat selama 38 hari. Ia bahkan muncul beberapa kali di hadapan publik, termasuk ketika menyampaikan berkat Urbi et Orbi pada misa Minggu Paskah (20/4), atau sehari sebelum wafat.
Penyederhanaan Prosesi Pemakaman
Pada April 2024, Paus Fransiskus dilaporkan menyetujui pembaruan pada buku liturgi untuk prosesi pemakaman kepausan yang akan memandu misa pengebumian Paus yang akan diumumkan kemudian.
Edisi kedua Ordo Exsequiarum Romani Pontificis mencantumkan sejumlah elemen baru, termasuk bagaimana jasad Sang Paus ditangani setelah meninggal.
Fransiskus disebut telah menginstruksikan penyederhanaan proses pemakaman.
Berbeda dengan paus-paus sebelumnya yang dimakamkan di bawah Basilika Santo Petrus di Vatikan, Paus Fransiskus memilih dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia.
Menurut Paus Fransiskus, ia merasakan “hubungan yang sangat kuat” dengan gereja yang biasa ia kunjungi setiap Minggu pagi untuk menghormati Bunda Maria.
Advertisement
