Para Peneliti Kanada Berhasil Kembangkan Virus Corona Baru untuk Siapkan Vaksin COVID-19

Sekelompok peneliti Kanada berhasil mengisolasi dan mengembangkan Virus Corona baru guna menemukan vaksin untuk mencegah COVID-19 semakin meluas.

oleh Dyah Puspita Wisnuwardani diperbarui 15 Mar 2020, 13:00 WIB
Diterbitkan 15 Mar 2020, 13:00 WIB
Covid-19 Jadi Nama Penganti Virus Corona
Petugas laboratorium melepaskan pakaian pelindung di sebuah laboratorium di Shenyang, provinsi Liaoning timur laut China, Rabu (12/2/2020). WHO kini tidak lagi menyebut virus yang merebak di China sebagai Virus Corona Baru. (STR/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Sekelompok peneliti Kanada berhasil mengisolasi dan mengembangkan Virus Corona baru guna menemukan vaksin untuk mencegah COVID-19 semakin meluas.

Kelompok peneliti dari Sunnybrook, MacMaster University berkerja sama dengan University of Toronto mengisolasi SARS-CoV-2, agen penyebab COVID-19. Para peneliti berhasil mengembangkan virus yang diambil dari dua spesimen klinis dalam fasilitas tertutup Level 3.

"Kami memerlukan alat kunci untuk mengembangkan solusi bagi pandemi ini. Respons cepat memang sangat diperlukan, namun solusi jangka panjang bisa didapat dari riset mendalam terhadap virus jenis baru ini," ujar Dr Samira Mubareka, ahli mikrobiologi dan penyakit menular di Sunnybrook, melansir laman Sunnybrook.ca, Minggu (15/3).

Virus yang tengah diisolasi itu akan membantu para peneliti di Kanada dan seluruh dunia untuk mengembangkan tes diagnostik yang lebih baik. Demikian pula dengan pengobatan, vaksin, serta pemahaman lebih mendalam mengenai susunan, evolusi, serta penanganan klinis SARS-CoV-2.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini


Kolaborasi akan Berlanjut

Ahli mikrobiologi klinis di Sunnybrook Dr Rob Kozak mengatakan, "Para peneliti dari institusi kelas dunia ini bekerja sama pada level dasar agar berhasil mengisolasi virus hanya dalam beberapa minggu saja."

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa kerja sama antarpeneliti bisa membuahkan hasil yang luar biasa.

Sementara itu rekan peneliti post-doctoral NSERC di McMaster University Dr Arinjay Banerjee mengatakan, kolaborasi tak akan berhenti pada tahap itu saja.

"Karena kami telah berhasil mengisolasi virus SARS-CoV-2, kami bisa berbagi dengan para peneliti lain dan melanjutkan kerja sama ini," ucapnya.

"Semakin banyak virus yang bisa dihasilkan dengan cara ini, semakin kita bisa belajar, berkolaborasi, dan berbagi," tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya