Fadli Zon: Kita Punya Alasan Kuat Tolak Revisi UU KPK

Setiap pernyataan penolakan revisi UU KPK tentunya sudah memiliki lanadasan yang kuat.

oleh TaufiqurrohmanDevira Prastiwi diperbarui 04 Feb 2016, 04:59 WIB
Diterbitkan 04 Feb 2016, 04:59 WIB
20151107-Reshuffle Datang, Parpol Tegang-Jakarta
Wakil Ketum Partai Gerindra Fadli Zon menjadi pembicara pada diskusi 'Reshuffle Datang, Parpol Tegang' di Jakarta, Sabtu (7/11). Diskusi itu membahas isu perombakan kedua Kabinet Kerja dalam keterkaitannya dengan parpol. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, partainya menolak revisi UU KPK meskipun dirinya mengaku belum membaca draf RUU tersebut.

"Saya belum membaca drafnya, tapi kalau sikap Gerindra kita menolak, karena kita anggap RUU bisa melemahkan KPK," ucap Fadli zon di Gedung DPR, Senayan, Rabu (3/2/2016)

Fadli juga menuturkan jika setiap penolakan tentu karena ada titik pelemahannya, namun setiap pernyataan penolakan tentunya sudah memiliki lanadasan yang kuat.

"Ini bisa ada titik pelemahan. Jadi pernyataan satu penolakan itu kan pasti ada rasionalnya. Mungkin nanti akan divoting," kata politikus Gerindra ini.

Sementara itu, Menkumham Yasonna Laoly, menegaskan pemerintah akan menolak usulan revisi itu.

"Pemerintah masih menunggu draf resmi dari DPR. Sebab, bukan tidak mungkin draf usulan dari pihak pengusul dapat berubah ketika di boyong dalam rapat paripurna," ucap Yasonna.

Mantan Anggota DPR periode 2009-2014 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) ini mengatakan, pemerintah pada prinsipnya memberikan persetujuan terhadap revisi sepanjang penguatan kelembagaan KPK.

Sebagaimana diketahui, empat poin yang disepakati perubahan dalam UU KPK terkait dengan keberadaan dewan pengawas, aturan perizinan penyadapan, kewenangan menghentikan perkara dengan menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dan kewenangan mengangkat penyidik dan penyelidik independen.

"Kalau untuk penguatan kelembagaan itu bagus, kita tunggu draf resminya,” ujar Yasonna.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya