Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, pihaknya melakukan pengejaran terhadap kelompok JAD yang bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan ledakan bom di rusunawa di Wonocolo Sidoarjo, Jawa Timur. Hasilnya, lima orang tertangkap, Senin dinihari tadi.
"Subuh tadi tertangkap lima orang. Satu orang nama Budi Satrio," kata Tito dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Senin (14/5/2018).
Baca Juga
Pesawat American Airlines ke India Dialihkan ke Italia Akibat Ancaman Bom, Mendarat Dikawal 2 Jet Tempur
17 Februari 2016: Ledakan Bom Mobil di Jantung Ibu Kota Turki Targetkan Anggota Militer, 28 Orang Tewas
Israel Terima Kiriman Bom MK-84 dari AS, Beratnya Nyaris 1 Ton Serta Mampu Robek Beton dan Logam Tebal
Tito menjelaskan, Budi Satrio merupakan orang nomor 2 penting di JAD Surabaya setelah Dita Supriyanto, bomber di gereja di Jalan Arjuno, Surabaya.
Advertisement
Karena melawan saat ditangkap, dia ditembak mati. "(saat penangkapan) Ditemukan bom yang sama. Jenis pipa," kata dia.
Sementara itu, bom bunuh diri di tiga tempat ibadah dan Mapolrestabes Surabaya melibatkan anak-anak. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, teror melibatkan para bocah ini baru pertama kali terjadi di Indonesia.
"Anak dilibatkan dalam aksi teror baru pertama kali di Indonesia, dengan bom pinggang kemudian bunuh diri," ujar Tito.
Saksikan video pilihan di bawah ini: