Liputan6.com, Jakarta - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I terus menggelorakan pemberantasan rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA/miras) ilegal. Barang barang ilegal itu dimusnahkan di PT Putra Restu Ibu Abadi Mojokerto, pada 19-20 Februari 2025.
Dalam kegiatan ini, Kanwil Bea Cukai Jatim I memusnahkan rokok dan miras yang terjaring dalam penindakan barang kena cukai (BKC) ilegal selama tahun 2024 dan telah berstatus sebagai barang yang menjadi milik negara (BMMN). Pemusnahan ini sendiri telah mendapatkan persetujuan resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).
Advertisement
Baca Juga
"Sebanyak 15.969.600 batang rokok ilegal dan 898,8 liter minuman keras ilegal kami musnahkan. Perkiraan total nilai barang mencapai Rp22,2 miliar, sementara potensi kerugian negara akibat peredaran barang-barang tersebut mencapai Rp11,9 miliar," ujar Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Jatim I, Mochamad Syuhadak dikutip Rabu (26/2/2025).
Advertisement
Pemusnahan ini pun menjadi langkah nyata Kanwil Bea Cukai Jatim I dalam penegakan hukum dan perlindungan bagi industri yang taat aturan.
"Pemusnahan BMMN ini merupakan langkah nyata kami dalam menjaga ketertiban, meningkatkan kepatuhan, dan menciptakan lingkungan usaha yang sehat demi mendukung perekonomian nasional yang berdaya saing," tutup Syuhadak.
Gagalkan Pengiriman 70 Ribu Batang Rokok Ilegal
Bea Cukai Ternate menggagalkan pengiriman rokok tanpa pita cukai melalui paket jasa ekspedisi, pada Sabtu, 15 Februari 2025. Penindakan tersebut merupakan bagian dari Operasi Pengawasan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau yang dilakukan Bea Cukai Ternate.
"Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis intelijen, kami mendapatkan informasi terkait pergerakan sebuah paket mencurigakan dari Kota Ternate menuju wilayah Lelief, Kabupaten Halmahera Tengah," ujar Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Ternate, Ary Patria Sanjaya mengawali kronologi penindakan rokok ilegal ini.
Paket tersebut dikirim melalui salah satu agen jasa pengiriman dan diberitahukan sebagai perlengkapan kantor untuk mengelabui petugas. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas berhasil mengamankan 70.000 batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai.
"Berdasarkan estimasi, nilai barang tersebut mencapai Rp175.000.000,00 dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp93.520.000,00,” ucap Ary.
Ditegaskan Ary, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal, “Penindakan ini merupakan bukti nyata keseriusan Bea Cukai Ternate dalam menjaga penerimaan negara dengan memberantas peredaran rokok ilegal di Maluku Utara," ucapnya.
Advertisement
