Jadi Bahan Kosmetik, Nasib Trenggiling di Sumbar Terancam

Konon trenggiling sangat laris manis di pasar gelap.

oleh Novia Harlina diperbarui 02 Jul 2020, 16:00 WIB
Diterbitkan 02 Jul 2020, 16:00 WIB
Singapura Sita Gading Gajah dan Sisik Trenggiling
Gambar yang dirilis Badan Taman Nasional pada 23 Juli 2019 menunjukkan karung-karung berisi kulit trenggiling yang disita di Singapura. Gading dan kulit trenggiling itu ditemukan di dalam kontainer pada 21 Juli setelah informasi dari departemen bea cukai China. (Handout/National Parks Board/AFP)

Liputan6.com, Padang - Seorang pria warga Lubuk Gadang Rao Kabupaten Pasaman Sumatera Barat harus berurusan dengan polisi karena memperdagangkan trenggiling yang merupakan satwa langka dan dilindungi.

Pelaku berinisial IL (34) itu diamankan tim Gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan Polres Pasaman di sebuah penginapan di daerah Rao.

"Iya diamankan ketika akan memperjualbelikan bagian tubuh satwa berupa sisik Trenggiling," kata Kepala seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan kepada Liputan6.com, Rabu (1/7/2020).

Dia mengatakan dari tangan pelaku, diamankan sekitar 1 kilogram sisik trenggiling yang sudah dikeringkan dan akan diperjualbelikan.

Hasil penyelidikan tim gabungan, awalnya pelaku akan melakukan jual beli sisik trenggiling sebanyak 10 kilogram dengan harga per kilogram Rp1 juta rupiah.

"Namun, ketika akan menunggu sisa barang lainnya terkumpul pelaku diamankan oleh tim gabungan," jelas Khairi.

Saat ini, pelaku bersama barang bukti sisik trenggiling diamankan di Polres Pasaman di Lubuk Sikaping.

Sisik trenggiling tersebut, kata Khairi, didapat dari teman pelaku yang masih satu jaringan perdagangan satwa dilindungi, namun pihaknya masih mengembangkan kasus itu.

Pelaku terancam pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 huruf d Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Ancaman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta rupiah," ujarnya.

Tim gabungan, lanjutnya, masih terus mengembangkan kasus perdagangan satwa dilindungi di wilayah kabupaten Pasaman Sumatera Barat.

"Apakah ada pelaku lainnya akan dikembangkan lagi," katanya.

Trenggiling yang bernama latin Manis javanica memiliki lidah panjang, pemakan semut dan serangga lain. Konon sisiknya kerap digunakan sebagai bahan kosmetik dan obat-obatan.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya