Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Assalam Fil Alamin (ASFA) Foundation, Arabic Lingual Center (ARLIC) Indonesia, dan W.I.S.E. University semakin memperluas kerja sama internasional dalam membangun generasi cendekia Muslim moderat. Melalui serangkaian pertemuan strategis di Yordania, ketiga institusi ini menandatangani sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan sumber daya manusia pada Kamis (13/02/2025)
ASFA Foundation dan W.I.S.E. University di Yordania menandatangani MoU akademik yang difasilitasi oleh ARLIC Indonesia. ARLIC memainkan peran sentral sebagai jembatan komunikasi antar-lembaga, perancang kurikulum berbasis Islam moderat, serta fasilitator utama dalam pelaksanaan program pendidikan.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kader-kader bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan keislaman yang moderat,” ujar Ketua ARLIC Indonesia, Alwi Ahmad bin Shahab.
Advertisement
Baca Juga
MoU ini mencakup pemberian beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, program short course berbasis kebutuhan akademik dan keagamaan, serta pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama tripartit ini ditandatangani oleh Rektor W.I.S.E. University, Prof. Dr. Ja'far Al-Maghribi Al-Fanathisa; Wakil Ketua Lembaga Zakat ASFA, Anizar Masyhadi; dan Ketua ARLIC Indonesia, Alwi Shahab. Kesepakatan ini turut disaksikan oleh Sayyid Salim bin Umar serta Duta Besar Indonesia untuk Yordania.
Kunjungan Delegasi ke KBRI Yordania: Peran ARLIC dalam Diplomasi Pendidikan
Delegasi ASFA dan ARLIC Indonesia juga melakukan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman, Yordania. Dalam pertemuan ini, dibahas strategi konkret untuk memberikan bantuan bagi masyarakat Palestina, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Yordania dalam bidang pendidikan dan sosial kemanusiaan.
Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, mengapresiasi langkah ASFA dan ARLIC dalam mencetak generasi Muslim moderat yang berkontribusi bagi bangsa dan dunia.
Dalam langkah strategis lainnya, Al-Rahmah Institute dan Markaz Bayan, yang berada di bawah naungan W.I.S.E. University, secara resmi diserahkan kepada Sayyid Salim bin Umar di bawah Muassasah Aalu Bait. ARLIC, sebagai satu-satunya representasi resmi Al-Rahmah Institute dan Markaz Bayan, menjembatani kerja sama global untuk pengembangan pendidikan Islam.
“Pentingnya pembinaan sisi ihsan dalam disiplin ilmu apa pun hanya dapat terwujud dengan keterhubungan kepada para syuyukh. Insya Allah, dengan program Al-Bi’ah Al-Imaniyah di Al-Rahmah Institute, kita akan melahirkan cendekiawan Muslim yang beriman, bermuamalah baik, serta memiliki kemoderatan dalam beragama,” ujar Sayyid Salim bin Umar, putra Habib Umar bin Hafidz, Pengasuh Darul Musthofa Tarim.
Sebagai bentuk dukungan konkret, ASFA Foundation berkomitmen memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia dengan sistem perkuliahan berbasis asrama di Al-Rahmah Institute.
ASFA dan ARLIC Membangun Jaringan Internasional
Ketua ASFA Foundation, Syafruddin Kambo, turut bertemu dengan Pangeran Ghazi bin Muhammad bin Talal, Penasehat Senior Keagamaan Raja Yordania Abdullah II. Dalam pertemuan ini, Pangeran Ghazi mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam membela hak-hak Palestina serta menyambut baik rencana pengiriman kader pesantren ke Uwais University.
Sebagai bagian dari penguatan jaringan internasional, ASFA bersama Duta Besar Indonesia mengunjungi Ma’had Arrahmah dalam rangka Nisfu Sya’ban. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan peran ARLIC sebagai fasilitator utama pendidikan Islam moderat di tingkat global.
ARLIC Go Internasional: Mengajak Lembaga Lain untuk Berkolaborasi
Dengan peran strategis ARLIC dalam menghubungkan lembaga pendidikan Islam moderat di Indonesia dan internasional, ARLIC berkomitmen memperluas jangkauan kerja sama dengan institusi lain.
“Insya Allah, kerja sama ini akan mencetak generasi yang teguh dalam beragama, memiliki wawasan luas, dan terbebas dari pemikiran ekstrem,” ujar Ketua ARLIC Indonesia, Alwi Ahmad bin Shahab.
Dengan dukungan ARLIC, Al-Rahmah Institute juga berkomitmen memperluas program digitalisasi pendidikan serta pelatihan bagi pengajar dan mahasiswa. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing global generasi muda Muslim.
Kolaborasi antara ASFA, ARLIC, dan Al-Rahmah Institute diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga sosial dan kemanusiaan. Dengan peran strategis ARLIC sebagai penghubung, kerja sama ini diyakini akan melahirkan generasi pemimpin Muslim yang cerdas, berakhlak mulia, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.