Liputan6.com, Jakarta Senin (12/10/2015) saya menghadiri acara pendirian organisasi baru produser film nasional yang menamakan diri APFI (Asosiasi Perusahaan Film Indonesia) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat. Selain datang untuk mencari tahu soal organisasi tersebut, saya punya agenda berbeda, mencari bahan untuk tulisan saya yang lain: mengapa Indonesia tak mengirim film ke ajang Academy Awards atau Oscar 2016?
Laman Variety, Kamis 8 Oktober 2015, mengabarkan penyelenggara Oscar atau Academy of Motion Picture Arts & Sciences (AMPAS) mengumumkan 81 negara telah mendaftarkan film mereka masing-masing untuk berlaga di ajang Oscar tahun depan. Di antara ke-81 negara tersebut terdapat film-film dari negara-negara seperti Ethiopia, Bangladesh hingga Palestina, Afgahanistan dan Irak.
Begitu pula negeri jiran kita seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand dan Kamboja juga mendaftarkan film mereka ke panitia Oscar.
Baca juga: 81 Negara Daftarkan Film ke Oscar 2016, Indonesia Tak Ikut?
Nah, saat menghadiri acara pendirian APFI saya mendapat jawaban kenapa sampai negara dengan penduduk 250 juta jiwa dan tahun kemarin menghasilkan seratusan film lebih (tepatnya 113 film jika mengutip filmindonesia.or.id) tak mengirimkan satu pun filmnya ke ajang bergengsi macam Oscar.
Jika data di Wikipedia bisa dijadikan acuan, Indonesia sejak 1987 mendaftarkan film ke perhelatan Oscar. Dari rentang 28 tahun terakhir tersebut didaftarkan film-film yang dianggap mewakili bangsa kita seperti Naga Bonar, Tjoet Nja' Dhien, Langitku Rumahku, Bibir Mer, Daun di Atas Bantal, Gie, Biola Tak Berdawai, Denias: Senandung di Bawah Awan, Sang Penari, Sang Kiai dan Soekarno tahun kemarin.

Memang--sekali lagi jika Wikipedia bisa dijadikan acuan--kita tak rutin mendaftarkan film saban tahun. Ada masa kita tak ikut serta di ajang Oscar. Wikipedia mencatat, Indonesia tak mengirim film pada tahun 1988, 1991, 1993-1997, 2000, 2001, 2004 dan 2008.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461692/original/009078500_1767429459-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-03T151529.802.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460142/original/096008400_1767236844-cpsn_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4143364/original/059306900_1662019531-Pertamina.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1015106/original/097357300_1444365756-oscar-2016.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5454125/original/099230800_1766550476-Lagidiskon__desktop-mobile__356x469_-_Button_Share.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440993/original/051183300_1765449665-pexels-thirdman-7651922.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440955/original/025438100_1765448041-pexels-chevanon-302894.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436532/original/045182500_1765177568-pexels-maksgelatin-4824424.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436514/original/029918400_1765176856-pexels-ken-tomita-127057-389818.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1429293/original/037383000_1481114577-20161207--Laptop-Acer-Seharga-20-Juta-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436096/original/000714800_1765162370-pexels-photo-1740919.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4800209/original/049531900_1712900090-shutterstock_2286683503.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442113/original/056839600_1765528039-Ilustrasi_smartphone__tablet__dan_laptop.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5441514/original/073297500_1765510798-Depositphotos_547538726_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429431/original/070225500_1764586417-pexels-yankrukov-9072212.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434294/original/022663100_1764921813-Depositphotos_209735730_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5424660/original/045643900_1764150556-IMG-20251126-WA0006.jpg)