Tahun Ajaran Baru Jadi Harapan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2021

Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 masih akan tertahan meskipun PPKM Level dilonggarkan.

oleh Liputan6.com diperbarui 07 Sep 2021, 18:45 WIB
Diterbitkan 07 Sep 2021, 18:45 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 masih akan tertahan meskipun pemerintah memberikan relaksasi pada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel.

Menurut Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira, pada kuartal III 2021 tidak ada momentum khusus yang bisa menggerakkan belanja rumah tangga sebagaimana yang terjadi pada kuartal II 2021.

Salah satu momentum pengungkit belanja konsumsi pada awal semester ini hanya pengeluaran dari sektor pendidikan yang memasuki tahun ajaran baru.

"Hanya pengeluaran sektor pendidikan yang secara musiman mendorong belanja lebih tinggi di kuartal ke III," kata Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Bhima menjelaskan momentum pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat lebaran akan berdampak sepanjang tahun. Sedangkan momentum tahun ajaran baru hanya berdampak pada peningkatan konsumsi pada Juli dan Agustus saja setiap tahunnya.

"Kalau lebaran peak konsumsi sepanjang tahun. Kalau pendidikan cuma tinggi di juli-agustus aja karena momen tahun ajaran baru," kata dia.

Meski begitu, dimulainya ajaran baru ini bisa menjadi momentum pertumbuhan ekonomi karena beberapa wilayah sudah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Pembukaan kembali sekolah secara fisik ini akan membantu pendapatan sektor informal seperti pedagang kaki lima, warung kecil, tempat fotocopy, penjual alat tulis hingga penjual seragam sekolah.

"(Pembelajaran tatap muka) pastinya akan membantu pendapatan sektor informal yang berkaitan dengan pendidikan," kata dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sektor Usaha Lain

Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Turun 5,6 Persen Akibat Covid-19
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Selain itu, masih ada lagi sektor usaha lainnya yang berhubungan dengan pendidikan. Bhima menambahkan kontribusi sektor pendidikan secara langsung terhadap PDB sebesar 3,5 persen di tahun 2020. Dari kontribusi tersebut nilainya mencapai Rp 545 triliun menurut harga berlaku.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya