Mengintip Kontribusi Pertamina EP Field Tambun ke Produksi Migas RI

Komisi XII DPR RI Berkunjung ke Pertamina EP Field Tambun

oleh Septian Deny diperbarui 14 Nov 2024, 17:00 WIB
Diterbitkan 14 Nov 2024, 17:00 WIB
Cadangan Minyak Tambun Bekasi
PT Pertamina EP (PEP) Regional Jawa Subholding menemukan potensi cadangan minyak serta gas bumi di sumur explorasi wilayah kerja PEP Tambun Field yang ditajak pada 18 Agustus 2023, menyasar target reservoir Carbonate Formasi Lower Cibulakan berhasil mengalirkan minyak 402 BOPD dan rate gas mencapai 1,09 MMSCFD di kedalaman 2.590 mMD. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral, Lingkungan Hidup dan Investasi, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pertamina EP Field Tambun untuk meninjau kegiatan operasional, serta membahas peran sektor migas dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI dipimpin langsung oleh Bambang Patijaya, yang juga adalah Ketua Komisi XII. Turut hadir dalam kegiatan ini Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM beserta jajaran ESDM Provinsi Jawa Barat, Direktur Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. 

Lebih lanjut, tim Komisi XII DPR RI mengapresiasi upaya dan kinerja Pertamina EP dalam mendukung ketersediaan energi, serta mendorong adanya langkah-langkah inovatif dan efisien guna meningkatkan produktivitas migas nasional.

“Pertamina EP Field Tambun merupakan salah satu aset vital yang mendukung ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa operasional di lapangan ini berjalan optimal dan sesuai dengan standar keselamatan, keamanan dan lingkungan yang berlaku,” ujar Bambang Patijaya, Ketua Komisi XII DPR RI.

Chalid Said Salim, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream di Pertamina menyambut baik kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisi XII DPR RI. “Dengan adanya koordinasi dan pengawasan dari pihak DPR RI, dapat mendorong upaya Pertamina dalam memproduksi minyak dan gas bumi sesuai target yang ditetapkan”. 

Plt. Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menyampaikan tiga strategi peningkatan lifting migas, yang meliputi ekplorasi massif, optimalisasi lapangan produksi dan reaktivasi lapangan dan sumur idle.

 

 

Jaga Produktivitas

SKK Migas-KKKS Gelorakan Industri Hulu Migas Saat Pandemi Covid-19
Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yaitu Satuan Kerja Khuhsus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Gas Bumi (SKK Migas) (Dok. SKK Migas Sumbagsel / Nefri Inge)

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina EP, Wisnu Hindadari, menjelaskan sejumlah inisiatif yang telah dilakukan untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan lapangan migas yang sudah mature ini.

Lebih lanjut, Pertamina EP turut memaparkan capaian dan tantangan yang dihadapi dalam mengelola operasi di lapangan Tambun, termasuk inovasi-inovasi yang diimplementasikan dalam kegiatan operasi dan bisnis guna menjawab dinamika ekonomi global dan industri migas di Indonesia.

Pertamina EP memiliki 22 lapangan yang tersebar di seluruh Indonesia. Di area Jawa bagian barat, terdapat 3 lapangan yang dikelola mencakup Tambun Field, Jatibarang Field, dan Subang Field dengan luas wilayah mencapai 24.331 kilometer persegi. 

 

Produksi Minyak

Migas
PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream, mencatatkan kinerja positif atas kontribusi pertumbuhan produksi migas sebesar 8% sepanjang 10 tahun terakhir. Dok PHE

“Terhitung hingga Oktober 2024, Pertamina EP Jawa bagian barat menyumbang produksi minyak bumi sebesar 9.515 BOPD dan gas bumi mencapai 223,77 MMSCFD. Kontribusi sejumlah ini diperoleh dari 14 pengeboran sumur pengembangan, 33 pekerjaan work over sumur dan 137 well intervention”, ungkap Wisnu.

Sesi diskusi, yang berlangsung interaktif antara para anggota Komisi XII DPR RI, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pertamina EP, fokus pada langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan sumber daya energi.

Khususnya pada asset-aset hulu migas yang dikelola Pertamina, serta menghasilkan masukan yang konstruktif untuk mendukung keberlangsungan pencapaian swasembada energi nasional. 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya